Industri Semikonduktor Asia Pasifik Tumbuh Didorong AI dan Kendaraan Listrik

- AI, komputasi berkinerja tinggi, dan kendaraan listrik mendorong pertumbuhan semikonduktor Asia Pasifik, yang menyumbang sekitar 58 persen pendapatan industri semikonduktor global.
- Sebanyak 35 persen responden berencana memperluas manufaktur di Asia Pasifik, sementara 25 persen akan mendiversifikasi pengadaan untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tertentu.
- Gangguan geopolitik menjadi tantangan terbesar bagi 30 persen responden; perusahaan memperkuat diversifikasi produksi, persediaan cadangan, serta logistik cepat dan mudah dilacak.
Jakarta, FORTUNE - Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan kendaraan listrik mendorong pertumbuhan industri semikonduktor di Asia Pasifik. Tren ini juga mendorong perusahaan memperluas manufaktur dan memperkuat ketahanan rantai pasok.
Laporan Federal Express Corporation (FedEx) bersama Frost & Sullivan bertajuk From AI to EVs: How APAC Semiconductors Drive the Global Innovation Map mencatat, Asia Pasifik menyumbang sekitar 58 persen pendapatan industri semikonduktor global.
Survei FedEx dalam ajang SEMICON Taiwan 2026 menunjukkan, 35 persen responden berencana memperluas kegiatan manufaktur ke pasar lain di Asia Pasifik dalam tiga tahun mendatang. Sebanyak 25 persen lainnya berencana menambah atau mendiversifikasi sumber pengadaan di kawasan tersebut maupun pasar global.
Langkah ini mencerminkan upaya perusahaan memperluas pilihan lokasi produksi dan sumber pasokan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar tertentu. Presiden untuk Kawasan Asia Pasifik, FedEx, Salil Chari, mengatakan perkembangan inovasi dalam sepuluh tahun ke depan tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi semikonduktor, tetapi juga oleh kekuatan dan ketahanan rantai pasok yang mendukung AI dan infrastruktur digital.
“Seiring dengan percepatan investasi di infrastruktur AI, perusahaan kini harus mengelola rantai pasok yang kian kompleks, yang mencakup semikonduktor, server, perangkat jaringan, sistem pendingin, serta komponen teknologi canggih di berbagai pasar. Ketahanan, visibilitas, dan fleksibilitas rantai pasok kini menjadi keunggulan strategis," kataanya.
Ia menambahkan, melalui jaringan yang luas di Asia Pasifik, jangkauan global, dan layanan logistik khusus, FedEx membantu pelanggan menghubungkan berbagai bagian penting dalam rantai pasok tersebut agar inovasi dapat bergerak lebih cepat dari lokasi produksi hingga pusat data.
Laporan tersebut mengidentifikasi AI dan komputasi berkinerja tinggi sebagai pendorong utama permintaan semikonduktor. Lebih dari 2.000 pusat data baru diperkirakan dibangun secara global pada 2026–2035. Peningkatan investasi infrastruktur AI turut mendorong kebutuhan server berkapasitas tinggi, perangkat jaringan, sistem pendingin, dan solusi penyediaan daya. Komponen tersebut kerap melewati beberapa lokasi manufaktur, perakitan, dan pengujian sebelum digunakan di pusat data berbagai negara.
Proses lintas negara ini membuat rantai pasok semakin kompleks. Perusahaan pun membutuhkan logistik yang menjamin ketepatan waktu pengiriman, kemudahan pelacakan, dan kelancaran distribusi barang bernilai tinggi.
Selain AI, permintaan semikonduktor meningkat seiring penggunaan kendaraan listrik yang membutuhkan lebih banyak cip dibandingkan kendaraan konvensional. Pertumbuhan teknologi 5G, Internet of Things (IoT), elektronik konsumen, perangkat medis, dan otomasi industri turut menopang kebutuhan tersebut.
Asia pasifik jadi pusat ekosistem semikonduktor
Produksi semikonduktor global terbagi di sejumlah negara Asia Pasifik sesuai spesialisasi masing-masing. Tiongkok berperan sebagai pemasok material, pasar konsumen besar, dan pusat manufaktur yang berkembang. Taiwan memimpin produksi semikonduktor canggih dengan kontribusi sekitar 60 persen terhadap total produksi foundry global. Korea Selatan unggul dalam cip memori dan teknologi manufaktur canggih, sedangkan Jepang memasok peralatan, material, serta komponen khusus.
Asia Tenggara menjadi pusat perakitan, pengemasan (packaging), dan pengujian semikonduktor. Pembagian peran ini membuat perancangan cip, fabrikasi, pengemasan, dan pengujian dapat berlangsung di beberapa negara sebelum produk dipasarkan.
Selain perusahaan teknologi besar pengelola infrastruktur komputasi (hyperscaler), usaha kecil dan menengah (UKM) juga berpeluang masuk ke segmen khusus bernilai tambah tinggi.
Hampir empat dari lima responden survei FedEx memperkirakan Taiwan, Asia Tenggara, Tiongkok, dan Jepang akan mencatat peningkatan permintaan semikonduktor terbesar dalam tiga tahun mendatang.
Ketidakpastian geopolitik, perubahan regulasi, dan risiko gangguan eksternal menjadi tantangan bagi industri semikonduktor. Sebanyak 30 persen responden menyebut gangguan geopolitik sebagai tantangan pertumbuhan terbesar, melampaui kenaikan biaya operasional serta kompleksitas bea cukai dan perdagangan lintas batas.
Untuk mengurangi risiko, perusahaan mulai melengkapi pola operasional just-in-time dengan strategi pasokan yang lebih beragam. Upaya ini dilakukan melalui penyebaran lokasi produksi dan penyediaan persediaan cadangan. Perubahan strategi tersebut meningkatkan kebutuhan terhadap jaringan logistik internasional yang andal, terutama untuk pengiriman komponen penting dan barang bernilai tinggi.
Kecepatan distribusi dan kemudahan pelacakan menjadi pertimbangan perusahaan dalam memilih mitra logistik. Survei FedEx menunjukkan, 44 persen responden menilai pengiriman internasional yang lebih cepat sebagai faktor terpenting dalam menentukan mitra logistik dan rantai pasok untuk tiga tahun mendatang.
FedEx menyediakan penerbangan langsung setiap hari antara Taiwan dan Korea Selatan. Layanan ini memperpanjang batas waktu penyerahan kiriman lebih dari tiga jam, sehingga memberikan fleksibilitas bagi pelanggan sektor teknologi tinggi. FedEx juga memperluas Taoyuan Transshipment Center di Taiwan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi pemrosesan kiriman, sekaligus mengantisipasi kenaikan volume pengiriman semikonduktor dan produk teknologi canggih di Asia Pasifik.
Survei tersebut dilaksanakan selama SEMICON Taiwan di Taipei pada 2–4 September 2026, dengan melibatkan 478 peserta dari perusahaan, asosiasi industri, dan lembaga penelitian di Asia Pasifik, Eropa, serta Amerika Utara.Temuan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan industri semikonduktor berbasis AI perlu diimbangi dengan penguatan jaringan produksi dan distribusi. Diversifikasi pasokan, mitigasi risiko, dan kecepatan pengiriman menjadi faktor penting untuk mendukung ekspansi industri di Asia Pasifik.























