Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Bahlil Buka Opsi Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Prioritaskan Kebutuhan Domestik

3 min read
Bahlil Buka Opsi Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Prioritaskan Kebutuhan Domestik
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (esdm.go.id)
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membuka opsi tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga demi memprioritaskan kebutuhan domestik.

  • Wacana ini belum merupakan penghentian ekspor langsung. Pemerintah belum menyebut negara maupun kontrak terdampak.

  • Kadin mendukung prioritas gas domestik bagi industri, meski pemerintah sebelumnya berkomitmen menjaga kuota ekspor 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka opsi untuk tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga. Langkah tersebut dipertimbangkan untuk mengutamakan pemenuhan kebutuhan gas dalam negeri di tengah keterbatasan pasokan.

Bahlil tidak mengungkap negara mana yang menjadi sasaran kebijakan tersebut. Namun, ia menegaskan pemerintah perlu menerjemahkan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai kondisi survival ke dalam kebijakan kementerian.

"Ya memang harus kita survival. Kita sebagai pejabat negara, Bapak Presiden sebagai Presiden, pasti apa yang disampaikan Bapak Presiden, semua kementerian mampu menjabarkan dalam konteks implementasi program untuk menuju pada survival," ujar Bahlil setelah sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10).

  1. Bahlil pertimbangkan kontrak ekspor gas

    Bahlil menyatakan pemerintah harus memprioritaskan kebutuhan domestik sebelum memenuhi permintaan dari luar negeri. Ia juga menyinggung sikap negara lain terhadap Indonesia ketika menjelaskan pertimbangan pemerintah untuk meninjau kelanjutan ekspor gas.

    "Jadi kalau negara-negara lain mau (memberikan) pandangan lain untuk kita, hati-hati. Saya juga mungkin memikirkan untuk gas, saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga. Karena kan harus survival kan, harus memenuhi dulu kebutuhan dalam negeri ya," ujar Bahlil.

    Pernyataan tersebut masih berupa opsi untuk tidak memperpanjang kontrak ekspor, bukan pengumuman penghentian ekspor secara langsung. Bahlil juga tidak menyebut negara tujuan maupun kontrak tertentu yang akan terdampak.

  2. Singapura jadi salah satu tujuan ekspor gas

    Wacana peninjauan kontrak ekspor muncul ketika pasokan gas melalui pipa untuk kebutuhan domestik menghadapi keterbatasan. Singapura menjadi salah satu negara tujuan ekspor gas Indonesia.

    Berdasarkan data SKK Migas, Indonesia memasok hampir 60 persen kebutuhan gas Singapura, terutama dari Pulau Sumatera melalui Blok Corridor dan Blok Jabung serta dari Laut Natuna Barat. Salah satu pemasoknya adalah Medco E&P Grissik, yang memiliki kontrak ekspor gas ke Singapura hingga 2028.

  3. Kadin dukung prioritas pasokan domestik

    Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung opsi penghentian ekspor gas ke negara tetangga. Wakil Ketua Umum Kadin bidang Perindustrian, Saleh Husin, menilai langkah itu dapat membantu industri dalam negeri yang kesulitan memperoleh pasokan gas.

    "Sebagaimana kita ketahui saat ini industri dalam negeri pengguna gas justru kesulitan mendapatkan pasokan gas, jadi langkah opsi menyetop ekspor gas ke negara tetangga adalah langkah yang sangat tepat, berarti pemerintah telah berpaling mengutamakan kebutuhan dalam negeri," ujar Saleh dalam pernyataan resmi, Kamis (22/10).

    Menurut Saleh, gas merupakan sumber energi utama bagi sejumlah sektor industri. Prioritas pasokan domestik dinilai penting untuk mendukung produksi manufaktur, menciptakan nilai tambah, dan membuka lapangan kerja.

  4. Pemerintah sebelumnya menjamin kuota ekspor

    Opsi terbaru Bahlil muncul setelah pemerintah sebelumnya menyampaikan komitmen untuk menjaga kuota ekspor gas pada 2026. Bahlil menyatakan pemerintah tidak akan kembali memotong kuota ekspor yang telah dikontrakkan ke luar negeri seperti yang terjadi pada 2025.

    "Saya janji kepada Bapak Ibu semua, pada 2025 itu kejadian, pengalaman yang bahwa satu tahun pemerintahan Bapak Presiden Prabowo, tetapi 2026 tidak akan ada lagi pemotongan kuota ekspor untuk market ataupun yang sudah dikontrakan ke luar negeri," ujar Bahlil dalam acara The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) pada 20 Mei 2026.

    Pada Agustus 2025, SKK Migas memang mengalihkan kuota ekspor gas sebesar 27 Billion British thermal units per day (BBtud) untuk kebutuhan domestik. Gas tersebut berasal dari West Natuna Gas Supply Group dan dialirkan melalui Medco E&P Grissik Ltd. serta PetroChina International Jabung Ltd. ke PGN.

    Bahlil kini membuka kemungkinan tidak memperpanjang kontrak ekspor demi mendahulukan kebutuhan dalam negeri. Sementara itu, rincian pelaksanaan dan negara tujuan belum diumumkan.

    FAQ seputar Bahlil buka opsi stop ekspor gas ke negara tetangga

    Apa opsi yang dibuka Bahlil terkait ekspor gas?

    Bahlil mempertimbangkan untuk tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga.

    Apa alasan pemerintah mempertimbangkan opsi tersebut?

    Pemerintah ingin memenuhi kebutuhan gas dalam negeri di tengah keterbatasan pasokan.

    Negara mana yang menjadi tujuan ekspor gas Indonesia?

    Singapura merupakan salah satu tujuan ekspor gas Indonesia.

    Bagaimana tanggapan Kadin?

    Kadin mendukung opsi tersebut karena industri domestik pengguna gas mengalami kesulitan pasokan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More