Artotel Group Kelola 2 Hotel Wyndham, Bidik Potensi Borobudur

- Sun Motor Group menunjuk Artotel Group sebagai operator Ramada by Wyndham Yogyakarta dan Wyndham Garden Yogyakarta, memperluas portofolio manajemen hotel perusahaan.
- Artotel membidik wisatawan Borobudur serta acara besar di kawasan Yogyakarta-Magelang, didukung 260 kamar, fasilitas pertemuan hingga 1.000 orang, dan sarana olahraga.
- Bisnis manajemen hotel menyumbang 15–20 persen pendapatan Artotel Group; perusahaan menargetkan kontribusinya naik menjadi 30 persen dalam tiga hingga lima tahun.
Sleman, FORTUNE - Sun Motor Group menggandeng Artotel Group sebagai operator pihak ketiga untuk mengelola Ramda by Wyndham Yogyakarta dan Wyndham Garden Yogyakarta. Langkah itu kian memperluas portofolio bisnis manajemen hotel Artotel Group.
COO Artotel Group, Eduard Rudolf Pangkerego, mengatakan, Artotel Group optimistis dapat mengoptimalkan potensi kedua properti itu melalui sinergi antara fasilitas hotel, kebutuhan bisnis, dan aktivitas rekreasi di satu destinasi terintegrasi. Itu juga akan didukung oleh pengalaman perusahaan mengelola hotel butik di berbagai kota di Jawa Tengah dan sekitarnya, seperti Yogyakarta, Semarang, Magelang, dan Wonosobo.
"Kami berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman hospitality yang konsisten, sekaligus memperkuat daya saing dan mendorong pertumbuhan kinerja bisnis Ramada by Wyndham & Wyndham Garden Yogyakarta," kata Eduard, dikutip Senin (19/10).
Menurutnya, lokasi hotel tersebut yang terletak antara Yogyakarta dan Magelang dapat menciptakan peluang tersendiri. Salah satu katalisnya, karena terdapat Candi Borobudur yang acap kali menjadi lokasi pelaksanaan berbagai acara bermassa masif seperti konser, wisata religi, hingga kelulusan universitas atau perguruan tinggi.
"Di sini kita bisa menjadi satelit untuk hal-hal seperti itu. Kita tetap mengutamakan wisatawan [yang mengunjungi] Borobudur," kata Eduard. "Mudah-mudahan Borobudur dapat menjadi value added untuk kita di sini."
Sebagai gambaran, Ramada by Wyndham Yogyakarta memiliki total 171 kamar dengan 7 kategori berbeda, sedangkan Wyndham Garden Yogyakarta Conference Hotel & Action Park mempunya 89 kamar dengan 12 kategori. Selain itu, properti tersebut pun memiliki 9 ruang pertemuan berkapasitas antara 50 sampai dengan 300 orang, serta ballroom yang mampu menampung hingga 1.000 orang.
Di luar itu, kedua hotel tersebut juga menekankan pengalaman kebugaran (wellness) dengan adanya berbagai fasilitas pendukung aktivitas olahraga, termasuk kolam renang semi olimpiade, skatepark, lintasan BMX, lapangan tenis, area push bike, lintasan lari dan rollerblade, pusat kebugaran, juga area multifungsi lain untuk olahraga lain serta kegiatan komunitas.
Saat ini, Artotel Group juga sedang menjajaki kerja sama sebagai pengelola hotel dengan merek internasional lain. "Mudah-mudahan tahun ini [selesai kesepakatannya]," ujar Eduard. "Kami [membidiknya] di daerah bisnis, city, atau leisure."
Selain dengan merek internasional, Artotel Group juga terbuka untuk menjadi pengelola hotel milik perusahaan domestik. Contohnya, ARTOTEL Wanasaba, hotel di Wonosobo yang dimiliki oleh PT Kreasi Lancar Makmur. Perusahaan baru saja meresmikannya pada 14 Oktober 2026.
Bisnis manajemen hotel sendiri telah berkontribusi sekitar 15-20 persen terhadap pendapatan Artotel Group. Dalam jangka waktu 3-5 tahun ke depan, perusahaan menargetkan angkanya dapat bertumbuh hingga 30 persen.
"Kami harapkan, bisnis ini dan merek hotel utama Artotel Group berjalan beriringan," kata Eduard.



















