Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Danantara, INA, dan Chandra Asri Rampungkan Investasi CA-EDC

2 min read
Danantara, INA, dan Chandra Asri Rampungkan Investasi CA-EDC
Danantara Investment Management (DIM), Indonesia Investment Authority (INA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) telah menyelesaikan transaksi investasi strategis untuk proyek Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC). (Dok. DIM, INA, Chandra Asri Group)
  • Danantara Investment Management, INA, dan Chandra Asri merampungkan investasi strategis proyek CA-EDC, dengan Chandra Asri Group sebagai penggerak utama fasilitas tersebut.
  • Fasilitas CA-EDC dirancang menghasilkan 400 KTA soda kaustik dan 500 KTA EDC, untuk memperkuat pasokan domestik serta rantai nilai industri kimia Indonesia.
  • Konstruksi proyek telah mencapai sekitar 80 persen per September 2026, ditargetkan beroperasi pada 2027, dan berpotensi membuka 3.000 pekerjaan konstruksi serta 250 posisi permanen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Danantara Investment Management (DIM), Indonesia Investment Authority (INA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) telah menyelesaikan transaksi investasi strategis untuk proyek Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC).

Chandra Asri Group berperan sebagai penggerak utama proyek. Fasilitas itu dirancang untuk memproduksi sekitar 400 kilotonnes per annum (KTA) soda kaustik dan 500 KTA ethylene dichloride (EDC). Itu merupakan dua bahan kimia esensial yang digunakan dalam berbagai proses manufaktur dan industri.

Kemitraan itu membuka peluang untuk penguatan keahlian teknis khusus dan kemampuan operasional di Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan industri kimia nasional yang semakin kuat dan berdaya saing. "Sejalan dengan agenda hilirisasi Indonesia, DIM berperan untuk mengarahkan modal ke sektor-sektor yang menopang ketahanan ekonomi nasional, dengan tetap menjaga disiplin komersial pada 2027," kata CEO DIM, Pandu Sjahrir dalam keterangan resmi, Kamis (15/10).

Proyek ini sejalan dengan momentum agenda hilirisasi Indonesia yang terus didorong. Tujuan hilirisasi adalah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam nasional dan memperdalam rantai pasok industri dalam negeri.

Rasional komersial proyek tersebut juga didukung oleh kebutuhan pasar yang telah terbentuk atas soda kaustik dan EDC, sehingga memberikan landasan yang kuat bagi keberlanjutan proyek dalam jangka panjang.

Ketua Dewan Direktur INA, Oki Ramadhana, mengtakan, kolaborasi ketiga pihak menyatukan modal investasi dan keahlian industri. Pertimbangan investasi proyek itu bertumpu pada 2 hal, yakni peran penting soda kaustik dan EDC dalam rantai nilai industri Indonesia, serta fundamental komersial proyek.

"Seiring Indonesia terus mengembangkan industri hilir, proyek ini menjawab kebutuhan strategis, dengan potensi memperkuat pasokan dalam negeri dan mendukung pengembangan basis industri yang lebih terintegrasi," kata Oki.

Per September 2026, perkembangan konstruksi telah mencapai sekitar 80 persen, dengan proses pemasangan peralatan utama yang sedang berlangsung serta pengembangan infrastruktur pendukung, termasuk dermaga, trestle, serta fasilitas penyimpanan. Proyek CA-EDC tersebut berada pada fase yang semula ditetapkan untuk memulai operasi komersial pada 2027.

Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, mengatakan, penyelesaian kemitraan investasi strategis itu menandai langkah penting bagi proyek CA-EDC. Itu juga menunjukkan komitmen perseroan terhadap pengembangan industri Indonesia.

"Proyek ini juga diharapkan dapat menciptakan sekitar 3.000 lapangan kerja selama tahap konstruksi dan 250 posisi kerja permanen pada tahap operasional, sekaligus mendukung penguatan kapabilitas industri lokal," kata Erwin.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More