Danantara Ambil Alih PLN Batam Usai Blackout

- Danantara Indonesia akan mengambil alih pengelolaan PLN Batam setelah gangguan pasokan listrik 12 Oktober 2026, guna memperkuat keandalan listrik dan kualitas layanan.
- PLN Batam dinilai berpotensi berkembang karena beroperasi mandiri tanpa subsidi atau kompensasi pemerintah, serta menopang kebutuhan energi industri dan investasi di Batam.
- Danantara juga menyiapkan penyegaran manajemen PLN untuk meningkatkan respons pelanggan, keandalan pasokan di berbagai wilayah, serta dukungan terhadap dunia usaha dan ekonomi nasional.
Jakarta, FORTUNE — Danantara Indonesia akan mengambil alih pengelolaan PT PLN Batam setelah gangguan pasokan listrik pada 12 Oktober 2026. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan perusahaan untuk meningkatkan keandalan listrik, kualitas pelayanan, serta mendukung kebutuhan industri dan investasi di Batam.
Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan penguatan PLN Batam merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan di lingkungan PLN Group. Selain pengalihan pengelolaan, Danantara juga berencana melakukan penyegaran manajemen PLN untuk memperbaiki kualitas layanan kepada masyarakat dan dunia usaha.
“Kami memahami kesulitan yang dirasakan masyarakat dan dunia usaha,” kata Dony dalam keterangannya yang dikutip Kamis (15/10).
Menurut dia, kebutuhan pelanggan menjadi perhatian utama Danantara dalam mendorong peningkatan kinerja PLN Batam. Pengembangan perusahaan akan diarahkan pada penguatan kapasitas, peningkatan keandalan pasokan, serta perbaikan respons terhadap kebutuhan pelanggan.
“Melalui pengembangan kapasitas perusahaan dan peningkatan kualitas layanan, kami ingin PLN Batam semakin berperan dalam mendukung kebutuhan pelanggan serta kemajuan kawasan,” katanya.
Danantara menyatakan PLN Batam memiliki karakteristik bisnis yang berbeda karena beroperasi secara mandiri tanpa menerima subsidi maupun kompensasi dari pemerintah. Perusahaan dinilai memiliki potensi untuk berkembang seiring dengan posisi Batam sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional dan tujuan investasi.
Dengan menempatkan PLN Batam langsung di bawah Danantara, pengembangan perusahaan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah, termasuk untuk meningkatkan kualitas pelayanan kelistrikan dan mendukung daya tarik investasi kawasan.
Keandalan pasokan listrik menjadi salah satu faktor penting bagi Batam yang memiliki aktivitas industri dan usaha yang membutuhkan energi secara berkelanjutan. Karena itu, penguatan PLN Batam tidak hanya menyangkut pelayanan kepada pelanggan rumah tangga, tetapi juga kepastian pasokan bagi pelaku usaha.
Selain mengambil alih pengelolaan PLN Batam, Danantara akan melakukan penyegaran manajemen PLN sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja PLN Group.
Dony mengatakan, langkah tersebut bertujuan memastikan perusahaan semakin tanggap terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia usaha, sekaligus memperkuat keandalan pasokan listrik di berbagai wilayah Indonesia.
“Pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas kami dalam penguatan PLN Group. Melalui penyegaran manajemen ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat merasakan peningkatan kualitas layanan, mulai dari keandalan pasokan hingga respons terhadap kebutuhan pelanggan,” ujarnya.
Dia menambahkan, penguatan manajemen juga diharapkan membuat PLN semakin siap mendukung aktivitas dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi nasional.




















