Strategi ESG ZTE Bidik Netral Karbon Operasional pada 2040

- ZTE menanam 300 bibit mangrove di PIK, Jakarta, melalui program One Tree, One Future, dengan area 75 meter persegi dan potensi penyerapan 35,5 kg CO₂e.
- Melalui strategi Green Digital Path, ZTE menargetkan netral karbon operasional pada 2040 dan net-zero pada 2050, setelah emisi Cakupan 1 dan 2 turun 46 persen pada 2025.
- ZTE menerapkan dekarbonisasi pada rantai pasok dan infrastruktur digital, serta menjalankan program sosial-lingkungan global yang menjangkau lebih dari 100.000 orang sepanjang 2025.
Jakarta, FORTUNE - ZTE Corporation memperkuat strategi keberlanjutan global Green Digital Path di Indonesia melalui penanaman 300 bibit mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, pada 8 Oktober 2026. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan teknologi asal Cina itu dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pengurangan emisi karbon.
Program bertajuk One Tree, One Future tersebut melibatkan karyawan ZTE Indonesia. Perusahaan juga berencana memantau pertumbuhan bibit secara berkala untuk memastikan manfaat ekologisnya, termasuk membantu melindungi kawasan pesisir dari abrasi dan erosi gelombang laut.
President Director ZTE Indonesia, Liu Sen, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan terhadap lingkungan. Selain itu, keberlanjutan dari inisiatif One Tree, One Future, yang menjadi bagian penting dari komitmen jangka panjang kami terhadap pelestarian lingkungan. Sejalan dengan strategi Green Digital Path, pihaknya menjadikan inisiatif ini sebagai langkah nyata untuk memperkuat kontribusi dalam mengurangi emisi karbon.
"Baik dari operasional perusahaan maupun upaya pelestarian lingkungan. Langkah ini pun sejalan dengan filosofi Tech for Good yang diusung oleh ZTE, di mana kehadiran teknologi harus diimbangi dengan upaya memberikan dampak positif bagi kelestarian bumi," ujarnya, dalam keterangan pers, Jumat (16/10).
ZTE menyebut area penanaman mangrove tersebut mencakup sekitar 75 meter persegi, dengan potensi penyerapan karbon diperkirakan mencapai 35,5 kilogram setara karbon dioksida (CO₂e).
Di luar program lingkungan, ZTE mengandalkan strategi Green Digital Path untuk mengintegrasikan prinsip rendah karbon ke dalam operasional dan rantai bisnisnya. Strategi tersebut mencakup empat pilar, yakni operasional ramah lingkungan, rantai pasok hijau, infrastruktur digital hemat energi, serta pemberdayaan industri melalui teknologi.
Dari sisi operasional, ZTE menargetkan netralitas karbon dari kegiatan operasional pada 2040 dan emisi nol bersih (net-zero emissions) pada 2050. Menurut perusahaan, target tersebut telah divalidasi oleh Science Based Targets initiative (SBTi).
ZTE juga menyatakan telah menurunkan emisi Cakupan 1 dan 2 sebesar 46 persen pada 2025 dibandingkan dengan tahun dasar 2021. Emisi Cakupan 1 berasal dari sumber yang dimiliki atau dikendalikan perusahaan, sedangkan Cakupan 2 mencakup emisi tidak langsung dari energi yang dibeli.
Pada rantai pasok, perusahaan menerapkan strategi SPIRE 2.0. Sepanjang implementasinya, ZTE memberikan pelatihan terkait target pengurangan karbon kepada 97 mitra pemasok, membantu 152 pemasok utama menyusun inventarisasi emisi karbon, serta mendorong 83 pemasok utama mengikuti penilaian Carbon Disclosure Project (CDP).
Adapun pada infrastruktur digital, ZTE mengembangkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi energi, termasuk sistem pendinginan pusat data. Perusahaan memperkenalkan teknologi Fan Wall Cooling dan Liquid Cooling dalam ajang Indonesia Cloud & Datacenter Convention 2025 untuk mendukung operasional pusat data yang lebih hemat energi.
ZTE juga mengembangkan solusi berbasis 5G, komputasi awan (cloud computing), dan kecerdasan buatan (AI) bagi pelanggan korporasi. Salah satu inisiatifnya adalah pembangunan Joint Innovation Center bersama XLSMART di Jakarta, yang berfokus pada optimalisasi jaringan berbasis AI, pengembangan 5G-Advanced, dan peningkatan efisiensi jaringan.
Selain agenda dekarbonisasi, ZTE menjalankan filosofi Tech for Good melalui program yang menyasar masyarakat dan lingkungan. Perusahaan mengalokasikan dana sebesar CNY35,37 juta sepanjang 2025 untuk berbagai inisiatif yang diklaim memberi manfaat kepada lebih dari 100.000 orang di lebih dari 15 negara, termasuk Indonesia.
Program tersebut mencakup akses pendidikan, bantuan medis, pelestarian lingkungan, dan revitalisasi wilayah pedesaan. ZTE juga melaporkan telah melaksanakan lebih dari 600 program di berbagai negara dengan melibatkan sekitar 20.000 karyawan sebagai relawan selama 2025.
Di Indonesia, selain penanaman mangrove melalui One Tree, One Future, ZTE menjalankan program ZTE United for Good, termasuk donasi bagi anak-anak di sejumlah panti asuhan.





















