Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Prabowo Perintahkan Para Menteri Genjot Ekspor di Semua Sektor

2 min read
Prabowo Perintahkan Para Menteri Genjot Ekspor di Semua Sektor
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dok Humas Ekon
  • Pemerintah membahas upaya meningkatkan ekspor dari seluruh sektor, termasuk manufaktur, melalui evaluasi dan penanganan berbagai hambatan.

  • Percepatan IEU-CEPA didorong dan diprediksi mulai berjalan pada awal 2027, dengan potensi peningkatan ekspor sekitar US$10,9 miliar.

  • Ekspor Indonesia dan neraca perdagangan mencatat pertumbuhan serta surplus pada Januari hingga Agustus 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah akan memacu ekspor dari seluruh sektor, termasuk manufaktur. Hal tersebut menjadi pembahasan ketika memenuhi panggilan dari Presiden Prabowo Subianto, Senin (19/10).

“Dari tadi berbagai angka-angka makro itu [dibahas], kemudian kami juga membahas bagaimana caranya untuk meningkatkan ekspor,” kata Airlangga di Jakarta, dikutip Selasa (20/10).

Untuk meningkatkan ekspor, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi dan menindaklanjuti berbagai hal yang mengurangi ekspor melalui debottleneckning yang telah diberikan penugasan oleh presiden melalui Satgas.

Di samping itu, pemerintah saat ini juga tengah mendorong percepatan perjanjian perdagangan bebas yakni Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang diprediksi dapat mulai diimplementasikan pada awal 2027. Saat ini, kerja sama tersebut memasuki tahapan akhir persiapan penandatanganan. Menurut analisis, IEU CEPA berpotensi memberikan dampak peningkatan ekspor sekitar US$10,9 miliar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia Januari hingga Agustus 2026 mencapai US$193,64 miliar, atau naik 4,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Nilai ekspor nonmigas naik 5,48 persen menjadi US$185,63 milair. Sementara pada Agustus 2026, ekspor mencapai US$26,61 miliar atau tumbuh 6,72 persen dibandingkan Agustus 2025. Ekspor nonmigas pada Agustus 2026 juga tumbuh 7,23 persen menjadi US$25,62 miliar.

Neraca perdagangan Indonesia periode Januari hingga Agustus 2026 mengalami surplus US$7,25 miliar yang berasal dari surplus sektor nonmigas US$28,54 miliar, sementara sektor migas defisit senilai US$21,29 miliar.

Selain membahas peningkatan ekspor, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto beserta Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi juga menyampaikan kondisi perekonomian Indonesia. Menurut Airlangga, kondisi makroekonomi relatif stabil.

“Juga disampaikan terkait dengan kondisi pertumbuhan ekonomi, kemudian juga terkaif target inflasi, dan juga terkait situasi makro dari perbankan, kemudian juga dari investasi yang sudah berjalan,” kata Airlangga.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More