Kinerja Lapangan Usaha Melambat, Kapasitas Produksi Kuartal III Susut

- Kinerja seluruh lapangan usaha kuartal III-2026 melambat, dengan Saldo Bersih Tertimbang turun menjadi 11,46 persen dari 12,97 persen pada kuartal sebelumnya.
- Industri pengolahan, pemerintahan, konstruksi, listrik dan gas, serta real estat menopang kinerja; kapasitas produksi terpakai turun tipis menjadi 73,75 persen.
- BI memproyeksikan SBT berikutnya 10,77 persen, didorong transportasi, informasi-komunikasi, real estat, jasa, dan perdagangan saat Natal serta libur akhir tahun.
Jakarta, FORTUNE - Bank Indonesia (BI) mendata kinerja seluruh lapangan usaha (LU) pada kuartal III-2026 berada pada tingkat Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 11,46 persen. Persentase SBT ini mencatatkan perlambatan secara kuartalan apabila tersanding dengan pencapaian triwulan II-2026 pada level 12,97 persen.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, membenarkan stabilitas kegiatan usaha pada periode tersebut, terlepas dari adanya perlambatan rasio.
"Perkembangan ini dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas kegiatan usaha, berlanjutnya pembangunan sejumlah proyek termasuk proyek strategis nasional, pembangunan dan penguatan jaringan listrik, dan realisasi anggaran pemerintah," kata Ramdan dalam keterangan tertulis, Senin (19/10).
Berdasarkan data BI, sejumlah sektor menopang kinerja SBT pada triwulan III-2026. Sektor tersebut mencakup LU Industri Pengolahan dengan SBT 1,53 persen; LU Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (SBT 1,09 persen); LU Konstruksi (SBT 0,92 persen); LU Pengadaan Listrik dan Gas (SBT 0,69 persen); serta LU Real Estat (SBT 0,34 persen).
Pada periode yang sama, sektor yang mencatatkan moderasi meliputi LU Informasi dan Komunikasi (SBT 0,57 persen), LU Transportasi dan Pergudangan (SBT 0,40 persen), serta LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (SBT 0,37 persen).
Dari sisi operasional, rasio kapasitas produksi terpakai pada triwulan III-2026 mencapai 73,75 persen. Angka ini mengalami penurunan dari posisi triwulan sebelumnya, yakni 73,80 persen.
Sektor Pengadaan Listrik dan Gas; Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang; Pertambangan dan Penggalian; serta Industri Pengolahan mendominasi penggunaan kapasitas produksi. Sebaliknya, LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencatatkan penurunan kapasitas produksi menjadi 71,77 persen dari posisi 73,16 persen pada triwulan II-2026.
Dari aspek keuangan, BI mencatat kondisi likuiditas dan rentabilitas entitas usaha mengalami perbaikan. Ketersediaan akses kredit perbankan turut menopang operasionalisasi perusahaan.
Untuk proyeksi ke depan, BI mengestimasi kelanjutan pertumbuhan aktivitas usaha dengan pencapaian SBT pada level 10,77 persen. Angka estimasi ini menyusut apabila berbanding dengan realisasi triwulan II-2026.
Estimasi penambahan kinerja pada periode mendatang bersumber dari LU Transportasi dan Pergudangan; Informasi dan Komunikasi; Real Estat; Jasa Perusahaan; Perdagangan Besar dan Eceran; serta Reparasi Mobil dan Motor. Faktor pendorong bersumber dari eskalasi aktivitas pada momen perayaan Natal dan libur penutupan tahun.
Di sisi lain, LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menjadi satu-satunya sektor dengan proyeksi penyusutan akibat siklus musim tanam dan faktor cuaca.

















