Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Tanggapi Pengumuman MSCI, Dradjad: Turki Juga Dievaluasi Seperti RI

2 min read
Tanggapi Pengumuman MSCI, Dradjad: Turki Juga Dievaluasi Seperti RI
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo. Dok Fortune Indonesia.
  • Turki menghadapi evaluasi MSCI yang serupa dengan Indonesia, termasuk potensi perubahan klasifikasi pasar modal.

  • MSCI menjadwalkan evaluasi lanjutan Indonesia pada April dan Juni tahun depan, sementara pemerintah melanjutkan perbaikan tata kelola.

  • Investor domestik diminta memperkuat analisis fundamental dan tidak sepenuhnya bergantung pada penilaian MSCI.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menyebut Turki juga menghadapi evaluasi dari penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI), serupa dengan yang dialami Indonesia. Hal tersebut disampaikan  menanggapi potensi reklasifikasi MSCI terhadap pasar modal Indonesia menjadi standalone market.

“MSCI juga melakukan hal yang sama terhadap Turki. Baru kemarin sama. Turki juga kena seperti kita, tapi memang dia levelnya masih,” ujar Dradjad di kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (16/10).

Ia menambahkan, Turki disebut mendapatkan tenggat waktu hingga Juni untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Dia juga dikasih waktu kalau enggak salah sampai Juni. Dan bahasanya mirip-mirip,” katanya.

Sementara itu, pihak MSCI disebut telah menjadwalkan target evaluasi lanjutan pada Indonesia untuk tahun depan yang akan berlangsung pada April dan Juni. Selama periode tersebut, pemerintah menekankan bahwa otoritas terkait untuk melakukan langkah perbaikan pada pasar modal Indonesia.

Di tengah evaluasi tersebut, Dradjad menegaskan pemerintah Indonesia tetap akan melanjutkan reformasi tata kelola pasar modal yang akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan Indonesia.

“Apa yang disampaikan MSCI itu memang perlu kita perhatikan. Kita enggak ngotot. Apa yang memang perlu kita perbaiki, akan kita perbaiki,” ujarnya.

Dradjad meminta investor domestik untuk memperkuat analisis secara mandiri dan tidak mudah panik dalam menyikapi dinamika pasar modal.

Dradjad mengatakan, keluarnya investor asing berpotensi menekan harga saham. Namun, kondisi tersebut juga dapat menjadi peluang bagi investor domestik yang mampu menganalisis fundamental perusahaan secara mandiri.

“Malah mungkin dengan asing keluar harga turun, investor dalam negeri silahkan serok aja sekarang,” kata Dradjad.

Ia mengingatkan investor agar tidak sepenuhnya bergantung pada penilaian MSCI dalam mengambil keputusan investasi.

Sebagai informasi, pada hari Kamis (15/10), MSCI menunda perubahan tertentu pada indeks saham Turki, dengan menyatakan bahwa mereka memerlukan lebih banyak waktu untuk mengevaluasi reformasi pasar.

MSCI juga memberikan peringatan mengenai kemungkinan penurunan peringkat dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar perbatasan (frontier market) atau pasar mandiri (standalone market).

Pasar saham Turki mendapat sorotan dari para investor terkait perhitungan saham yang beredar bebas (free-float) serta dugaan adanya perdagangan terkoordinasi pada sejumlah saham.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More