BYD dan Arista Group Resmikan 20 Diler Baru, Sasar Kota Lapis Kedua

- BYD dan Arista Group meresmikan 20 diler baru di 11 provinsi, sehingga total fasilitas penjualan BYD dan Danza mencapai 110 lokasi pada 2026, melampaui target awal 100 diler.
- Ekspansi menyasar kota lapis kedua, termasuk Martapura dan Tenggarong, dengan jaringan baru tersebar di Jabodetabek, Jawa, Sumatra, Kepulauan Riau, serta Kalimantan.
- Pertumbuhan adopsi kendaraan listrik mendorong perluasan diler; BYD juga menghadirkan teknologi Dual Mode untuk konsumen daerah yang belum siap beralih langsung ke EV murni.
Tangerang, FORTUNE — Produsen otomotif BYD bersama mitra distributor Arista Group meresmikan 20 diler baru di 11 provinsi, Jumat (16/10). Penambahan jaringan ini menyasar kota lapis kedua, sekaligus menggenapkan total fasilitas penjualan BYD dan Danza menjadi 110 lokasi pada 2026.
Pencapaian ini melampaui target awal perusahaan yang sebanyak 100 diler.
Chairman Arista Group, Hartono Sohor, memaparkan perluasan fasilitas tidak berpusat di kota metropolitan. Perusahaan turut menyasar wilayah di luar pusat pasar otomotif nasional. Dua di antaranya adalah Martapura di Kalimantan Selatan dan Tenggarong di Kalimantan Timur.
Pembukaan jaringan di daerah tersebut memperluas akses publik terhadap kendaraan energi baru.
“20 diler baru di Indonesia, bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan wujud nyata kesiapan Arista Group bersama BYD dan Danza untuk memimpin revolusi energi hijau secara masif dan mendekatkan mobilitas masa depan bagi masyarakat Indonesia,” kata Hartono saat meresmikan 10 diler BYD dan Danza di PIK 2, Tangerang, Jumat (16/10).
Saat ini, jaringan Arista Group untuk BYD dan Danza mendominasi lebih dari 45 lokasi di seluruh Indonesia. Dua puluh diler baru beroperasi di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatra, Kepulauan Riau, serta Kalimantan.
Lokasinya meliputi Danza Arista PIK 2, BYD Arista PIK 2, Daan Mogot, Hasyim Ashari, Modernland, Summarecon Serpong, Cinere, Sentul, Bandung Suci, Purwakarta, Sukabumi, Sidoarjo, Malang, Batam, Panam, Bengkulu, Padang, Tangerang, Palangkaraya, serta Martapura.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, membenarkan realisasi pengembangan diler telah melewati proyeksi 2026.
“Sampai saat ini memang kita sudah sedikit melebihi target. Tadinya kita menargetkan 100 dealer di tahun ini, ternyata kita telah mencapai 110,” kata Luther saat ditemui dalam acara peresmian, Jumat (16/10).
Ekspansi fasilitas penjualan berlanjut hingga akhir tahun. Sejumlah diler masih dalam tahap konstruksi guna mengakomodasi permintaan kendaraan elektrifikasi.
“Paling tidak minimal 80 persen dari provinsi-provinsi di Indonesia kita sudah coverage,” katanya.
Pertumbuhan pasar memicu akselerasi ekspansi. Luther memerinci adopsi kendaraan listrik di Jabodetabek menyentuh 33 persen pada 2026. Tingkat penetrasi nasional menempati level 23-24 persen. Rasio tersebut meningkat dari posisi 2 persen pada 2024.
“Nah, artinya ada pasar yang cukup potensial juga di luar kota-kota besar,” ujarnya.
BYD juga merilis produk berteknologi Dual Mode (DM). Sistem ini mengombinasikan mesin bensin dan motor listrik. Varian seperti M6 DM diposisikan bagi konsumen transisi.
“Khususnya yang DM ini juga memang mampu mengakomodasi penerimaan pasar-pasar di daerah yang masih belum terlalu confident untuk langsung moving ke EV murni, tapi dia bisa ke kendaraan yang berbasis PHEV atau kita sebut DM,” kata Luther.






















