Ambisi BYD jadi Produsen Mobil Terbesar Dunia dalam 5 Tahun

- Wang Chuanfu menargetkan BYD menjadi produsen mobil terbesar dunia dalam lima tahun, meski saham perusahaan anjlok tajam di Hong Kong dan Shenzhen.
- BYD menghadapi tantangan dari persaingan domestik serta hambatan produksi Blade Battery generasi kedua yang menghambat pertumbuhan tahun ini.
- Ekspor BYD naik 6 persen ke pasar seperti Brasil, Inggris, dan Australia, namun belum mampu menutupi penurunan pengiriman kendaraan domestik lebih dari 20 persen.
Jakarta, FORTUNE – Chairman BYD, Wang Chuanfu memproyeksikan perusahaan otomotif asal Cina tersebut akan menjadi produsen mobil terbesar di dunia dalam lima tahun ke depan. Pernyataan itu disampaikan untuk meyakinkan investor setelah harga saham perusahaan mengalami penurunan tajam.
Dilansir dari Reuters, BYD, yang menempati peringkat keenam produsen mobil terbesar dunia pada 2025 dengan penjualan 4,6 juta kendaraan, masih berupaya memulihkan pertumbuhan bisnis setelah penjualan domestiknya terdampak persaingan yang semakin ketat dengan sesama produsen lokal dalam setahun terakhir.
Saham BYD yang diperdagangkan di Hong Kong anjlok lebih dari 45 persen dari level puncaknya dalam setahun terakhir, sementara saham yang tercatat di Shenzhen melemah 33 persen.
Wang yang berbicara di hadapan hampir 1.000 pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di kantor pusat BYD di Shenzhen menekankan pentingnya peningkatan produksi Blade Battery generasi kedua, yang menurutnya menjadi hambatan utama pertumbuhan perusahaan tahun ini, sebagaimana dilaporkan media milik pemerintah Cina, Shanghai Securities News. Laporan tersebut juga dikonfirmasi oleh salah satu peserta rapat.
“BYD benar-benar akan menjadi produsen mobil nomor satu dunia dari sisi skala dalam lima tahun ke depan,” kata Wang.
Ia menyoroti kuatnya pertumbuhan ekspor serta kemajuan teknologi perusahaan, termasuk peningkatan teknologi baterai dan pengisian daya cepat (fast charging), yang diyakini akan menjadi pendorong pertumbuhan baik di pasar domestik maupun internasional.
Sebelumnya, BYD mengonfirmasi bahwa Wang memang menyatakan ambisinya untuk menjadikan perusahaan sebagai produsen mobil terbesar dunia. Namun, perusahaan tidak memberikan tanggapan lebih lanjut atas pertanyaan Reuters mengenai rincian lain yang dibahas dalam rapat tersebut.
Untuk mencapai target itu, BYD harus melampaui produsen otomotif Jepang, Toyota Motor Corporation, yang menjual lebih dari dua kali lipat jumlah kendaraan BYD pada 2025.
Meski demikian, pangsa pasar Toyota di luar negeri mulai tergerus di sejumlah kawasan seperti Asia Tenggara dan Timur Tengah, di mana produsen otomotif China mencatat pertumbuhan signifikan tahun ini, berdasarkan data China Passenger Car Association.
Ekspor BYD pada periode Januari–Mei meningkat 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Brasil, Inggris, dan Australia menjadi pasar ekspor terbesar perusahaan, didukung oleh hambatan perdagangan yang relatif rendah.
Namun, pertumbuhan ekspor tersebut belum mampu sepenuhnya menutupi pelemahan pasar domestik. Pengiriman kendaraan BYD secara keseluruhan pada periode yang sama turun lebih dari 20 persen.
Pada perdagangan Rabu pagi (10/6), saham BYD di Hong Kong dan Shenzhen masing-masing turun 4,3 dan 1,6 persen.

















