Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Chandra Asri Raih Pendapatan Paruh-I 2026 US$5,35 Miliar, Naik 83,6%

Chandra Asri Raih Pendapatan Paruh-I 2026 US$5,35 Miliar, Naik 83,6%
Dok. PT Chandra Asri Tbk
Intinya Sih
  • Chandra Asri membukukan pendapatan bersih US$5,35 miliar pada paruh pertama 2026, melonjak 83,6% secara tahunan, dipimpin pertumbuhan segmen energi 184,4%.
  • Peningkatan skala operasi pasca-akuisisi Aster Chemicals and Energy serta jaringan SPBU Esso mendorong pendapatan, tetapi laba bersih turun menjadi US$283,24 juta akibat kenaikan beban dan pajak.
  • Perseroan melanjutkan integrasi aset energi, membangun pabrik CA-EDC yang progresnya 72%, memutuskan ekspansi ekspor C2 US$80 juta, serta memperluas infrastruktur pelabuhan dan logistik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Emiten afiliasi Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), membukukan pendapatan bersih senilai US$5,35 miliar, naik 83,6 persen (YoY).

Secara detail, seluruh pendapatan bersih segmen bisnis perseroan sama-sama bertumbuh. Kenaikan pendapatan tertinggi terjadi pada segmen energi, yakni sebesar 184,4 persen (YoY). Lalu diikuti segmen kimia (16 persen, YoY) dan infrastruktur (13,9 persen, YoY).

Kenaikan pendapatan tersebut terutama didorong oleh peningkatan signifikan skala operasi grup setelah akuisisi Aster Chemicals and Energy pada April 2025, serta jaringan SPBU bermerek Esso pada Januari 2026. "Kinerja ini didukung oleh ketahanan platform terintegrasi grup di sektor energi, kimia, dan infrastruktur, eksekusi operasional yang disiplin, serta keberhasilan integrasi aset-aset strategis," tulis General Manager of Communications TPIA, Chrysanthi Tarigan dalam keterangan resmi perseroan, Rabu (29/7).

Kendati demikian, terdapat peningkatan pada pos biaya bahan baku yang digunakan dan beban produksi dan manufaktur, dari US$2,89 miliar menjadi US$4,46 miliar. Beban penyusutan pun meningkat dari US$86,95 juta menjadi US$164,13 juta. Begitu pula dengan beban penjualan serta beban umum dan administrasi, serta beban keuangan.

Selain itu, keuntungan lain-lain bersih perseroan senilai US$27,7 juta berbalik menjadi kerugian lain-lain bersih sebesar US$39,1 juta. Manfaat pajak penghasilan senilai US$49,7 juta pun berubah menjadi beban pajak penghasilan sebesar US$62,8 juta.

Hasilnya, laba sebelum pajak perseroan menurun dari US$1,57 miliar menjadi US$433,95 juta. Laba periode berjalan TPIA juga terkoreksi dari US$1,63 miliar menjadi US$371,18 juta. Sejalan dengan itu, laba bersih perseroan pun menurun dari US$1,26 miliar menjadi US$283,24 juta.

Aksi korporasi

Pada segmen energi, TPIA melanjutkan integrasi pasca akuisisi melalui keberhasilan transisi jaringan SPBU Esso bersama fasilitas cold storage. Lebih lanjut, revitalisasi fasilitas CSU dan SBM di Pulau Bukom menunjukkan perkembangan menuju tahap operasional, menuju integrasi yang lebih luas pasca-akuisisi Aster.

Inisiatif itu diperkirakan akan memberikan tambahan EBITDA sekitar US$20 juta per bulan mulai kuartal-IV 2026.

Pada segmen kimia, perseroan juga melakukan investasi strategis yang meningkatkan integrasi dan kapabilitas hilir. Perkembangan pembangunan pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) telah mencapai 72 persen dan tetap berjalan sesuai rencana untuk mulai beroperasi secara komersial pada 2027.

Grup juga telah mencapai Final Investment Decision (FID) untuk proyek ekspansi ekspor C2 senilai US$80 juta, yang akan meningkatkan kapasitas ekspor, memperkuat fleksibilitas rantai pasok, serta memperkuat integrasi antara operasi Aster di Singapura dengan platform kimia hilir Group di Indonesia.

Pada segmen Infrastruktur, CDI memperluas kapabilitas kepelabuhanan dan penyimpanan serta logistik melalui kolaborasi strategis dengan SCG Barito Logistics (SBL) dan Krakatau Bandar Samudera (KBS) untuk mengeksplorasi pengembangan layanan penyimpanan ISO tank, penyimpanan dry container, serta layanan lift-on/lift-off (LOLO) di Krakatau International Port.

Selain itu, progres pembangunan fasilitas tangki bitumen CDI telah mencapai 75 persen. Sementara kapal Novah dari Jepang telah menyelesaikan pelayaran Perdana (maiden voyage). Grup juga memperkuat platform infrastruktur regional melalui pembentukan joint venture Aster Power–Sembcorp–CDI. Kemudian, Aster Ports & Terminals resmi memulai operasional pada 1 Juli 2026.

Share Article
Editorial Team

Latest in Business

See More