Semester-I 2026, Puradelta Lestari (DMAS) Raih Prapenjualan Rp1,15 T

- Puradelta Lestari membukukan prapenjualan Rp1,15 triliun pada semester I-2026, setara 55 persen dari target tahunan Rp2,08 triliun.
- Penjualan lahan industri menjadi kontributor utama, didukung hunian dan komersial; sekitar 70 persen pipeline permintaan 85 hektare berasal dari segmen pusat data.
- DMAS membagikan dividen final 2025 sebesar Rp795 miliar atau Rp16,5 per saham; sahamnya ditutup naik 0,73 persen ke Rp138.
Jakarta, FORTUNE - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencetak prapenjualan (marketing sales) senilai Rp1,15 triliun pada semester-I 2026.
Angka tersebut setara dengan 55 persen dari target prapenjualan tahun 2026, yakni Rp2,08 triliun. Mayoritas perolehan prapenjualan perseroan berasal dari penjualan lahan industri.
"Selain itu, prapenjualan perseroan tahun ini didukung pula oleh penjualan produk hunian serta produk komersial," kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto dalam keterangan resminya, Senin (27/7).
Seiring dengan adanya sejumlah infrastruktur berteknologi tinggi, maka semakin banyak permintaan akan lahan industri di kawasan GIIC Kota Deltamas yang berasal dari industri pusat data (data center). Teknologi-teknologi yang dimaksud adalah pasokan listrik dengan layanan premium, instalasi serat optik dengan tingkat redudansi yang andal, looping sistem pada ketersediaan air bersih maupun air daur ualng, serta pusat komando keamanan.
"Pada pipeline kami sekitar 70 persen dari 85 hektare permintaan lahan industri, berasal dari segmen pusat data," kata Tondy Suwanto.
Puradelta Lestari adalah pengembang kawasan terpadu Kota Deltamas yang berlokasi di Cikarang Pusat, dengan luas area pengembangan mencapai sekitar 3.200 hektare. Pemegang saham mayoritas dan pengendali perseroan adalah PT Sumber Arusmulia (57,28 persen), yang merupakan bagian dari Sinar Mas Land, dan Sojitz Corporation (25 persen), perusahaan general trading dari Jepang dengan jaringan di lebih dari 50 negara di dunia.
Pada Juni lalu, DMAS mengumumkan pembagian dividen final untuk tahun buku 2025 sejumlah Rp795 mliar atau Rp16,5 per saham.
Dikutip dari IDX Mobile, harga saham DMAS ditutup menguat 0,73 persen ke Rp138 pada perdagangan Senin. Volume transaksinya mencapai 37,3 juta unit saham; dengan nilai transaksi Rp5,12 miliar; dan frekuensi transaksi sebesar 4.150 kali.




















