Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Pendapatan PGEO Meningkat 14% Ditopang Selisih Kurs & Produksi

Pendapatan PGEO Meningkat 14% Ditopang Selisih Kurs & Produksi
PGE Area Kamojang/Dok PGE
Intinya Sih
  • PGEO membukukan pendapatan US$235,027 juta pada paruh pertama 2026, naik 14,7% secara tahunan, didukung keuntungan selisih kurs positif.
  • Laba bersih PGEO tumbuh 15,48% menjadi US$79,605 juta, sementara produksi meningkat 13,62% menjadi 2.745 GWh dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
  • Ekuitas PGEO mencapai US$2,006 miliar dan liabilitas turun 2,80%; perusahaan menargetkan kapasitas 1 GW pada 2028 serta 1,8 GW pada 2033.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membukukan pendaptan US$235,027 juta sepanjang paruh pertama 2026, naik 14,7 persen secara year-on-year (YoY) dibandingkan US$204,850 juta pada kuartal II tahun lalu. Capaian ini ditopang oleh keuntungan selisih kurs yang positif pada periode tersebut.

Torehan kinerja pendapatan mendorong PGEO membukukan laba bersih US$79,605 juta pada paruh pertama 2026, atau tumbuh 15,48 persen secara tahunan.

Disamping itu, produksi juga diperkuat hingga mencapai 2.745 gigawatt hour (GWh), meningkat 13,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2.416 GWh.

Dari segi permodalan, PGEO mencatat ekuitas sebesar US$2,006 miliar pada kuartal II-2026, mencerminkan fondasi keuangan yang sehat dengan kemampuan yang kuat dalam memenuhi kewajiban sekaligus menghasilkan laba.

Di sisi lain, liabilitas perseroan turun 2,80 persen dibandingkan 31 Desember 2025 menjadi US$961,184 juta. Penurunan tersebut dinilai berdampak positif terhadap penguatan struktur modal serta penurunan risiko keuangan.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, mengatakan tahun ini menandai 100 tahun perjalanan panas bumi Indonesia. Panas bumi merupakan pilar strategis energi nasional karena sifatnya yang bersih, andal, dan baseload, sehingga cocok untuk menopang sistem kelistrikan di tengah transisi energi.

"PGE mengelola sekitar 70 persen energi panas bumi di seluruh Indonesia, dan Kamojang menjadi bagian penting dari kami. PGE akan terus memperluas manfaat panas bumi bagi masyarakat sekaligus mendorong transisi energi nasional," ujar Ahmad, Rabu (29/7).

Sejalan dengan hal tersebut, perkembangan sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) turut menunjukkan arah yang semakin positif. Hal ini tercermin dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) periode 2025 hingga 2034, yang menargetkan porsi EBT mencapai 76 persen, dengan panas bumi ditargetkan menyumbang kapasitas sebesar 5,2 gigawatt (GW) selama periode tersebut.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, PGE menargetkan kapasitas terpasang sebesar 1 GW pada 2028 dan 1,8 GW pada 2033.

Saat ini, PGE mengelola sekitar 70 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi nasional di 15 wilayah kerja panas bumi dengan kapasitas terpasang mencapai 727 megawatt (MW).

Share Article
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Latest in Business

See More