Garuda Indonesia Jadi Holding Maskapai BUMN, Pelita Air Resmi Masuk

Jakarta, FORTUNE – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bersama Badan Pengelola (BP) BUMN mempercepat konsolidasi maskapai pelat merah dengan menempatkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebagai holding maskapai penerbangan BUMN. Dalam struktur baru tersebut, Pelita Air akan bergabung ke dalam Garuda Indonesia Group sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing industri penerbangan nasional.
Rencana tersebut disampaikan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, saat bertemu dengan jajaran direksi Pelita Air pada Kamis (23/7). Pertemuan itu membahas arah penguatan holding maskapai nasional melalui integrasi Garuda Indonesia dan Pelita Air.
"Garuda Indonesia nanti akan menjadi holding maskapai kita. Pelita akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia. Dengan konsolidasi ini, perusahaan-perusahaan tersebut akan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk bersaing dan menguasai pasar," kata Dony, dalam keterangannya, Jumat (24/7)
Menurut Dony, pembentukan holding merupakan langkah strategis menciptakan maskapai nasional yang lebih solid, efisien, dan memiliki daya saing lebih tinggi di tengah ketatnya persaingan industri penerbangan.
Ia menilai bisnis penerbangan merupakan industri yang membutuhkan pengelolaan dengan tingkat presisi tinggi serta pengambilan keputusan secara cepat. Setiap penerbangan, kata dia, harus dievaluasi secara menyeluruh karena profitabilitas dapat dihitung sejak pesawat mulai mengudara.
"Industri yang membutuhkan ketelitian, yang harus dikelola day by day, minute by minute, adalah industri penerbangan. Begitu pesawat terbang, kita sudah bisa mengukur untung atau ruginya satu penerbangan. Karena itu, penting melakukan analisis terhadap setiap rute dan konektivitas," ujarnya.
Selain merombak struktur korporasi, Danantara dan BP BUMN juga mendorong peningkatan kualitas layanan pada seluruh ekosistem Garuda Group. Perbaikan akan dilakukan pada seluruh perjalanan pelanggan, mulai dari layanan sebelum penerbangan (pre-flight), saat penerbangan (in-flight), hingga setelah penerbangan (post-flight).
Upaya tersebut mencakup integrasi sistem penjualan tiket, peningkatan kualitas lounge, pengalaman penumpang di dalam kabin, standar pelayanan awak pesawat, kualitas katering, penguatan program loyalitas pelanggan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Melalui konsolidasi korporasi dan peningkatan standar layanan tersebut, Danantara berharap Garuda Group dapat menjadi maskapai pilihan utama masyarakat Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing sebagai pemain utama di industri penerbangan regional.



















