Investasi Pariwisata Indonesia Tumbuh 16,64% Pada Semester I 2026

Investasi sektor pariwisata Indonesia mencapai Rp39,68 triliun pada semester I-2026, tumbuh 16,64 persen secara tahunan.
Kunjungan wisatawan mancanegara dan perjalanan wisatawan nusantara sama-sama meningkat hingga Agustus 2026.
Pemerintah menyiapkan stimulus, keringanan pajak, pelatihan tenaga kerja, serta perluasan visa dan konektivitas.
Jakarta, FORTUNE - Realisasi investasi sektor pariwisata Indonesia mencapai Rp39,68 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut tumbuh 16,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian ini melanjutkan momentum positif investasi pariwisata setelah sepanjang 2025 mencatatkan realisasi sebesar Rp73,56 triliun.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengatakan, stabilitas ekonomi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata.
“Bagi sektor pariwisata, stabilitas ekonomi sangat penting karena daya beli masyarakat yang lebih kuat mendorong perjalanan domestik, sementara investasi mendukung pembangunan infrastruktur, akomodasi, dan peningkatan layanan,” ujar Dradjad dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (16/10).
Selain investasi, kinerja pariwisata Indonesia juga tercermin dari peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Sepanjang Januari–Agustus 2026, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 10,58 juta, meningkat 5,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di pasar domestik, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 842,15 juta perjalanan hingga Agustus 2026, tumbuh 4,29 persen secara tahunan. Sementara devisa pariwisata pada semester I-2026 mencapai US$8,43 miliar.
Pada 2025, sektor pariwisata mendukung 25,91 juta lapangan kerja dan berkontribusi langsung sebesar 3,97 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Pada 2026, pemerintah menargetkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB mencapai 4,5 persen –4,7 persen, dengan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 16 juta–17,6 juta.
Guna mendorong permintaan dan memperkuat konektivitas, Pemerintah juga menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun, mencakup diskon transportasi dan insentif perpajakan untuk mendorong perjalanan wisata domestik.
Dukungan lainnya mencakup pemberian keringanan PPh bagi 552.000 pekerja sektor perhotelan, pengembangan keterampilan bagi 400.000 tenaga kerja pariwisata setiap tahun, serta perluasan akses visa dan konektivitas udara. Langkah-langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterjangkauan, aksesibilitas, dan kualitas layanan pariwisata.
“Kami juga ingin menyoroti betapa mendesaknya inovasi dan efisiensi di sektor pariwisata Indonesia. Pemerintah akan mengembangkan ekosistem yang mendorong pelaku usaha pariwisata untuk menghasilkan desain produk kreatif dengan harga yang kompetitif,” imbuh Wamenko Dradjad.




















