Penyaluran DMO Minyakita ke BUMN Sudah 48 Persen, Tembus 598 Ribu Ton

Realisasi DMO Minyakita periode 26 Desember 2025–16 Oktober 2026 mencapai 1,24 juta ton; BUMN menyalurkan 598.338 ton atau 48,19 persen, sedangkan non-BUMN 643.260 ton.
Penyaluran BUMN didominasi Perum Bulog sebesar 413.400 ton dan ID FOOD 184.939 ton.
Kemendag memasukkan Agrinas Pangan Nusantara sebagai distributor D1 untuk memasok koperasi desa, sementara Bulog dan ID FOOD memasok pasar rakyat guna menjaga kepatuhan terhadap HET.
Jakarta, FORTUNE - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan realisasi penyaluran Domestic Market Obligation (DMO) minyak goreng rakyat Minyakita melalui badan usaha milik negara (BUMN) menyentuh 598.338 ton, setara 48,19 persen dari total volume DMO.
Pencapaian ini mendorong pemerintah terus memacu partisipasi produsen dalam mendistribusikan produk melalui jaringan distributor tingkat pertama (D1).
Akumulasi total realisasi DMO pada periode 26 Desember 2025 hingga 16 Oktober 2026 mencapai 1,24 juta ton. Selain porsi BUMN, jalur distribusi non-BUMN menunjukkan penyaluran 643.260 ton atau 51,81 persen dari keseluruhan volume.
Distribusi melalui BUMN didominasi oleh Perum Bulog dengan volume 413.400 ton, setara 33,30 persen dari total DMO. PT Rajawali Nusantara Indonesia (ID FOOD) membukukan penyaluran 184.939 ton atau 14,90 persen dari total DMO.
Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Nawandaru Dwi Putra, mengatakan pemerintah menginstruksikan produsen mengalokasikan suplai Minyakita kepada entitas BUMN pangan.
“Kami senantiasa mendorong kepada produsen untuk meningkatkan pasokannya kepada BUMN, yaitu Perum Bulog dan BUMN pangan, ID FOOD,” kata Nawandaru dalam rapat koordinasi inflasi daerah secara virtual, Senin (19/10).
Kemendag menyatakan persentase distribusi DMO melalui D1 BUMN terus mengalami penambahan sejak pemberlakuan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025.
Dari sisi pergerakan angka bulanan, realisasi DMO oleh produsen membukukan grafik penambahan.
Pada September 2026, realisasi DMO berkisar 180.000 ton. Pada periode 1–16 Oktober 2026, realisasinya menyentuh 88.000 ton. Nawandaru mengatakan tren penambahan volume DMO sejak Mei hingga Oktober ini berbanding lurus dengan pergerakan ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).
Sebagai perluasan jangkauan distribusi, Kemendag mendaftarkan Agrinas Pangan Nusantara ke dalam ekosistem penyaluran Minyakita.
Entitas Agrinas beroperasi sebagai distributor D1 dengan fokus pasokan menuju gerai dan jaringan Koperasi Desa Merah Putih. Sementara itu, Bulog dan ID FOOD memegang otoritas suplai Minyakita menuju pasar rakyat yang masuk dalam radar pemantauan pemerintah.
“Kami mengharapkan dengan keberadaan atau penambahan BUMN sebagai D1, ini dapat membantu lebih mendekatkan kembali kepada masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng yang terjangkau sesuai HET,” kata Nawandaru.
Pengoperasian tiga jalur distribusi tersebut berjalan secara paralel untuk memastikan transaksi produk di pasaran mematuhi ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).





















