Pengendali HRTA Borong 4,35 Juta Saham di Tengah Volatilitas Pasar

PT Terang Anugrah Abadi mengakumulasi 4,35 juta saham HRTA sejak 16 Oktober 2026 di tengah volatilitas pasar domestik.
Ferriyady Hartadinata menyebut pembelian itu mencerminkan keyakinan terhadap ekonomi Indonesia, prospek HRTA, dan industri emas nasional.
HRTA mengembangkan manufaktur perhiasan, ekspor produk jadi, serta ekosistem bullion melalui kemitraan dengan sejumlah institusi keuangan.
Jakarta, FORTUNE — PT Terang Anugrah Abadi, perusahaan yang dikendalikan oleh Ferriyady Hartadinata selaku pemegang saham pengendali akhir (ultimate controlling shareholder) melakukan aksi borong saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) sebanyak 4,35 juta saham sejak 16 Oktober 2026. Aksi pembelian ini dilakukan di tengah volatilitas pasar saham domestik akibat kekhawatiran investor terhadap potensi perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh MSCI.
Ferriyady yang juga Presiden Komisaris HRTA ,menyatakan pembelian tersebut mencerminkan keyakinannya terhadap fundamental ekonomi Indonesia, prospek jangka panjang HRTA, serta industri emas nasional.
“Di tengah volatilitas pasar, saya memilih menunjukkan kepercayaan tersebut melalui tindakan nyata,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (21/10).
Meski demikian, HRTA tidak merinci nilai transaksi, harga rata-rata pembelian, maupun persentase kepemilikan saham setelah akumulasi tersebut dalam keterangan yang disampaikan.
Di luar aksi korporasi tersebut, HRTA menjalankan strategi bisnis melalui pengembangan manufaktur perhiasan emas dan ekspansi ekspor produk jadi. Perusahaan menilai pengolahan emas menjadi produk bernilai tambah dapat memperkuat daya saing industri domestik sekaligus meningkatkan potensi penerimaan devisa.
Di pasar domestik, HRTA juga terlibat dalam pengembangan ekosistem bullion atau perdagangan emas melalui kerja sama dengan PT Pegadaian, PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Kemitraan tersebut diarahkan untuk memperluas akses investasi emas dan memperkuat distribusi produk bullion.
Melalui penguatan rantai pasok, ekspansi pasar ekspor, dan kemitraan strategis dengan institusi keuangan, HRTA optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dan perekonomian Indonesia.




















