Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Penjualan L’Oréal Naik 11,9% di Kuartal III 2026, Ini Penopangnya

7 min read
Penjualan L’Oréal Naik 11,9% di Kuartal III 2026, Ini Penopangnya
Launching House of Beauty Hyper Brand Day by L'Oréal Groupe X Shopee di Park Hyatt Jakarta. 25 Juni 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)
  • L’Oréal mencatat penjualan kuartal III 2026 sebesar 11,56 miliar euro, naik 11,9% secara nominal dan melampaui proyeksi pasar, didorong pertumbuhan di berbagai kategori serta wilayah.
  • Divisi Produk Profesional dan Kecantikan Dermatologis menjadi penopang utama; perawatan rambut, parfum, dan skincare menguat, sementara pemulihan bisnis produk mewah turut mendukung kinerja.
  • Penjualan e-commerce naik sekitar 17%, sedangkan total penjualan sembilan bulan mencapai 35,34 miliar euro. L’Oréal menargetkan tetap tumbuh melampaui pasar kecantikan global yang diproyeksikan naik 5%.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – L’Oréal membukukan kinerja di atas ekspektasi pasar pada kuartal III 2026. Pertumbuhan penjualan perusahaan kosmetik terbesar di dunia itu ditopang oleh divisi Produk Profesional dan Kecantikan Dermatologis, serta pemulihan bisnis produk mewah atau Luxe. Melansir WWD, penjualan L’Oréal mencapai 11,56 miliar euro selama tiga bulan yang berakhir pada 30 September 2026. Nilai tersebut meningkat 11,9 persen secara nominal, dengan pertumbuhan 7,2 persen berdasarkan perbandingan setara atau like-for-like dan 7,7 persen setelah penyesuaian.

Pencapaian tersebut melampaui perkiraan konsensus Vara yang memproyeksikan pertumbuhan 5,4 persen. Barclays sebelumnya memperkirakan pertumbuhan penjualan perusahaan sebesar 5,7 persen. Produsen merek kecantikan seperti Lancôme, La Roche-Posay, dan Garnier itu juga mencatatkan pertumbuhan di atas industri kecantikan global. Pasar tersebut diperkirakan tumbuh sekitar 5 persen, meskipun kondisi ekonomi makro masih menantang.

"Kami membukukan kinerja luar biasa pada kuartal III. Kami secara signifikan mengungguli pasar di sebagian besar kategori produk, divisi, dan wilayah," kata Chief Executive Officer L’Oréal, Nicolas Hieronimus, dalam panggilan konferensi pada Kamis (22/10).

Hieronimus mengatakan keberhasilan strategi inovasi perusahaan turut memperkuat kinerja sejumlah kategori produk. L’Oréal terus mencatatkan pertumbuhan pada produk perawatan rambut dan parfum, sekaligus memperbaiki performa bisnis perawatan kulit.

Divisi Produk Profesional menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan L’Oréal. Menurut Hieronimus, pasar perawatan rambut profesional terus mengalami akselerasi sejak 2025, sedangkan bisnis divisi tersebut tumbuh dua kali lebih cepat. Penjualan divisi Produk Profesional secara nominal meningkat 19,1 persen pada kuartal III 2026.

Sejumlah merek dalam portofolio perusahaan, termasuk Kérastase, Redken, dan Matrix, mencatatkan kinerja positif di kategori tersebut. "Perawatan rambut menjadi pendorong pertumbuhan," kata Hieronimus. Selain itu, pasar salon kini menunjukkan kondisi yang lebih positif.

Ia menambahkan, kombinasi pertumbuhan dari divisi Produk Profesional, Produk Konsumen, serta Kecantikan Dermatologis melalui merek Dercos telah memperkuat posisi L’Oréal di industri perawatan rambut global. "Kami telah menjadi grup perawatan rambut nomor satu di dunia, dari posisi nomor tiga atau nomor dua sekitar tiga tahun lalu. Upaya gabungan dari ketiga divisi ini benar-benar mulai membuahkan hasil," ujarnya.

Bisnis SalonCentric, yang dikembangkan untuk melayani penata rambut independen, juga membukukan pertumbuhan sekitar 8 persen. Hieronimus menyebut SalonCentric kini menjadi distributor nomor satu di Amerika Serikat. Selain itu, L’Oréal telah mengakuisisi sejumlah distributor kecil di Kanada.

Di kategori parfum, Hieronimus memperkirakan pasar global tumbuh pada kisaran satu digit menengah. Ia mengatakan bisnis parfum L’Oréal tengah berada dalam momentum pertumbuhan yang kuat. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, bisnis parfum L’Oréal tumbuh mendekati dua digit. Pertumbuhan tersebut didukung oleh sejumlah produk unggulan, antara lain Libre dari Yves Saint Laurent yang menempati posisi pertama secara global, La Vie Est Belle dari Lancôme, Prada Paradigme, serta Giorgio Armani I Will.

Hieronimus juga menyoroti kinerja Creed yang mencatatkan pertumbuhan dua digit. Menurut dia, pasar parfum masih menunjukkan dinamika positif di berbagai wilayah, meskipun penjualannya sedikit melambat pada musim panas akibat suhu yang tinggi.

  1. Bisnis perawatan kulit dan tren K-beauty

    Selain parfum dan perawatan rambut, bisnis perawatan kulit turut mencatatkan perkembangan positif. Beberapa merek yang mendukung pertumbuhan tersebut antara lain Mixa, yang tengah diperluas distribusinya di Eropa; Dr.G, merek perawatan kulit nomor satu di Korea Selatan; serta Garnier dan Thayers, yang memiliki posisi kuat masing-masing di Asia Selatan dan Amerika Serikat.

    Hieronimus menjelaskan, portofolio perawatan kulit L’Oréal memiliki karakter yang relatif berbeda di setiap kawasan, kecuali Garnier dan L’Oréal Paris yang memiliki jangkauan lebih luas. "Namun, ketiga merek ini, Mixa, Dr.G, dan Thayers, merupakan kombinasi yang baik untuk merebut dan memenangkan pasar perawatan kulit," katanya.

    Ia menambahkan, pertumbuhan bisnis Kecantikan Dermatologis L’Oréal atau L’Oréal Dermatological Beauty (LDB) juga mengalami percepatan signifikan. Pertumbuhan tersebut terlihat di berbagai segmen harga, mulai dari CeraVe hingga La Roche-Posay dan SkinCeuticals. Menurutnya, tren kecantikan Korea Selatan atau K-beauty, juga masih menjdi pendorong karena popularitasnya bukan sekadar tren sesaat.

    Ia juga menyebut L’Oréal sebagai "raja cushion dunia", merujuk pada produk kecantikan berbentuk spons yang mengandung formula kosmetik dan dikemas dalam wadah ringkas. "Cushion YSL menjadi produk yang sangat sukses di Amerika Serikat. Ini menarik karena pasar Barat sebelumnya belum begitu tertarik pada produk cushion," katanya.

    Pada September 2026, L’Oréal menandatangani nota kesepahaman dengan Cosmax, perusahaan riset, pengembangan, dan manufaktur asal Korea Selatan, untuk berkolaborasi dalam pengembangan inovasi kecantikan generasi berikutnya.

    Menurut Hieronimus, produk perawatan kulit K-beauty berkembang berkat inovasi, harga yang terjangkau, dan pertumbuhan pasar yang cepat. Secara rata-rata, kategori tersebut tumbuh sekitar 30 persen.

    Meski demikian, kontribusi K-beauty terhadap keseluruhan pasar perawatan kulit global masih relatif kecil. "Secara global, jika digabungkan, seluruh merek mungkin hanya mencakup 3 persen hingga 4 persen," katanya. "Namun, ini merupakan sebuah fenomena. Itulah sebabnya kami mengakuisisi dua merek Korea."

    Kedua merek tersebut adalah 3CE Stylenanda, merek kosmetik Korea yang menempati peringkat teratas secara global dan tengah diperluas ke Asia Tenggara, serta Dr.G. Ekspansi Dr.G sejauh ini dilakukan secara bertahap dari pasar timur menuju barat. Namun, seiring meningkatnya popularitas K-beauty, Hieronimus meminta tim merek tersebut mempercepat ekspansi karena persaingan industri sangat bergantung pada kecepatan.

    "Itulah sebabnya, jika Anda berada di Amerika Serikat saat ini, Anda akan melihat Dr.G di TikTok Shop," katanya. "Langkah besar yang ingin kami lihat adalah apakah kami juga dapat memanfaatkan gelombang popularitas produk Korea di pasar Barat. Itu salah satu tujuan Dr.G."

    Dari sisi geografis, kinerja L’Oréal di Amerika Latin menunjukkan perbedaan antara Brasil dan Meksiko. Hieronimus menggambarkan kawasan tersebut sebagai "kisah dua kota", karena bisnis di Brasil tumbuh kuat, sedangkan Meksiko menghadapi sejumlah tantangan. Di Brasil, penjualan L’Oréal tumbuh dua digit atau sekitar dua setengah kali lebih cepat daripada pertumbuhan pasar. Sebaliknya, kondisi di Meksiko dinilai jauh lebih sulit.

    Di Asia Utara, Cina menjadi pasar utama L’Oréal dengan kontribusi lebih dari dua pertiga aktivitas bisnis kawasan tersebut, selain kanal ritel perjalanan atau travel retail. Hieronimus mengatakan, meskipun pasar kecantikan Cina sedikit melambat pada kuartal III, pertumbuhannya selama sembilan bulan pertama masih berada di kisaran 2 persen hingga 3 persen. L’Oréal mampu mempertahankan tingkat pertumbuhannya di pasar tersebut. Kinerja itu ditopang segmen kecantikan premium yang menjadi bagian paling dinamis dari industri kecantikan Cina. Sejumlah merek premium L’Oréal, seperti Helena Rubinstein, SkinCeuticals, dan Kérastase, menjadi pendorong pertumbuhan di Cina.

    "Selama sembilan bulan pertama, pasar produk mewah di Cina tumbuh pada kisaran satu digit menengah. Pasar kecantikan dermatologis tumbuh sedikit lebih tinggi, sedangkan segmen profesional mencatatkan pertumbuhan satu digit menengah. Satu-satunya segmen yang cenderung stagnan adalah produk massal. Kondisi ini menguntungkan kami," katanya.

    Aktivitas travel retail grup juga kembali tumbuh positif pada kuartal III. Penjualan L’Oréal di Hainan, pulau di Cina yang menjadi tujuan belanja bebas bea, menunjukkan perkembangan sangat positif. Namun, bisnis travel retail di daratan utama Cina masih sedikit terkontraksi.

    Di kanal digital, penjualan e-commerce L’Oréal meningkat sekitar 17 persen pada kuartal III 2026. Menurut perusahaan, pertumbuhan tersebut jauh melampaui perkembangan pasar daring. L’Oréal pun terus memperkuat kanal ini, dengan hasil positif di seluruh kawasan, terutama di negara-negara berkembang. Secara kumulatif, penjualan L’Oréal mencapai 35,34 miliar euro selama sembilan bulan pertama 2026, naik 7,7 persen secara nominal. Berdasarkan perhitungan like-for-like maupun adjusted like-for-like, penjualan tumbuh 6,9 persen.

    Menutup paparannya, Hieronimus memperkirakan pasar kecantikan global akan tumbuh sekitar 5 persen sepanjang tahun ini. L’Oréal pun menargetkan tetap mencatatkan pertumbuhan di atas pasar, meskipun dengan laju yang sedikit lebih moderat pada sisa tahun berjalan. "Untuk sisa tahun ini, kami memperkirakan pasar kecantikan akan tumbuh sekitar 5 persen, dan kami akan terus mengungguli pasar, meskipun dengan laju yang sedikit lebih moderat," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More