Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Ekspansi Produksi di KEK Sei Mangkei, Unilever Gelontorkan Rp2,59 T

Ekspansi Produksi di KEK Sei Mangkei, Unilever Gelontorkan Rp2,59 T
Unilever Ekspansi Fasilitas Produksi di KEK Sei Mangkei, Gelontorkan Rp2,59 Triliun
  • PT Unilever Oleochemical Indonesia menggelontorkan sekitar Rp2,59 triliun untuk memperluas fasilitas produksi di KEK Sei Mangkei.
  • Fasilitas tersebut akan memproduksi fatty alcohol untuk memperkuat kapasitas produksi dan manufaktur Unilever di Indonesia.
  • Hingga 2026, investasi kumulatif UOI di KEK Sei Mangkei mencapai sekitar Rp9,31 triliun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa fokus utama ekspansi Unilever?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) menggelontorkan US$155 juta atau sekitar Rp2,59 triliun untuk ekspansi fasilitas produksi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Chief Supply Chain Officer Unilever, Willem Uijen mengatakan, ekspansi tersebut diakukan perusahaan untuk memperkuat basis manufakturnya di Indonesia.

Fasilitas tersebut akan memproduksi fatty alcohol, salah satu bahan baku industri oleokimia untuk berbagai produk kebutuhan sehari-hari.

"Indonesia memiliki modal lengkap untuk menjadi pusat manufaktur global, seperti sumber daya melimpah, SDM kompetitif, ekosistem kewirausahaan yang kuat, dan infrastruktur modern," ujar Willem, Kamis (279).

Ekspansi itu juga merupakan tindak lajut investasi UOI di KEK Sei Mangkei setelah melakukan groundbreaking Project KernelMax pada 2024. Pengembangan fasilitas ini nantinya meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mendorong hilirisasi sumber daya dan memperkuat kemampuan manufaktur Unilever di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, Rizal Edwin Manansang menilai kelanjutan ekspansi UOI dapat semakin memperkuat ekosistem industry hilir nasional. Pemerintah akan terus mendorong iklim investasi yang kondusif dengan memberikan kepastian dan kemudahan bagi investor di kawasan ekonomi khusus.

"Ekspansi UOI menunjukkan bahwa KEK Sei Mangkei telah berkembang melampaui sekadar lokasi investasi menjadi sebuah ekosistem industri serta memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah maupun nasional,” ujar Edwin.

Sementara itu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah menambah dukungan pasokan energi untuk kawasan tersebut. Salah satunya melalui pembangunan tambahan jaringan pipa gas Dumai-Sei Mangkei dengan nilai investasi sekitar Rp3,5 triliun dan mengembangkan pembangkit energi terbarukan untuk menambah pasokan listrik di Sumatera Utara.

"Dengan ketersediaan gas dan listrik yang cukup, ketersediaan bahan baku, serta posisi strategis, kita dapat meningkatkan daya saing di pasar global," ujar Wamen Yuliot.

Unilever Oleochemical merupakan salah satu investor utama di di KEK Sei Mangkei. Hingga 2026, secara kumulatif investasi Unilever di KEK Sei Mangkei mencapai sekitarRp9,31 triliun.

Kontribusi UOI juga tercermin melalui kinerja ekspornya, yang hingga paruh pertama 2026 mencapai Rp7,14 triliun, atau lebih dari 50 persen dari total ekspor pelaku usaha di KEK Sei Mangkei yang mencapai Rp13,78 triliun pada periode yang sama.

Produk seperti fatty acid, glycerin, dan soap noodles buatan UOI telah menjangkau pasar 42 negara, termasuk Tiongkok, Korea Selatan, dan Prancis.

Pada periode yang sama, KEK Sei Mangkei telah mencatatkan investasi kumulatif sekitar Rp33,15 triliun dengan serapan tenaga kerja 16.191 orang, serta melibatkan 29 pelaku usaha.

    Share Article
    Editorial Team
    Ekarina .
    EditorEkarina .

    Latest in News

    See More