SRAJ Bidik Operasional Gedung Baru Mayapada Hospital di Kuartal I-2027

- SRAJ menuntaskan topping off gedung keempat Mayapada Hospital Tangerang, yang dibangun sejak Desember 2025 dan ditargetkan beroperasi pada kuartal I-2027.
- Gedung sembilan lantai seluas 7.643 meter persegi akan berfokus pada Oncology Center terpadu, mencakup kedokteran nuklir, Digital PET Scan, kemoterapi, mamografi, dan rawat inap.
- Fasilitas baru diintegrasikan dengan radioterapi LINAC serta tiga gedung MHTG, didukung kolaborasi lintas spesialis dan Apollo Hospitals India untuk penguatan kompetensi tenaga kesehatan.
Jakarta, FORTUNE – PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) memperluas kapasitas Mayapada Hospital Tangerang (MHTG) dengan merampungkan tahap topping off gedung keempat. Pembangunan yang dimulai pada Desember 2025 itu mencapai tahap tersebut dalam 10 bulan dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I-2027.
Presiden Direktur & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, mengatakan, ekspansi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi MHTG sebagai pusat rujukan kanker di Banten. Menurutnya, penambahan gedung bukan sekadar memperluas fasilitas, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing layanan kesehatan nasional.
“Seiring meningkatnya kebutuhan penanganan kanker yang semakin kompleks, kami terus mengembangkan kapasitas dan kapabilitas rumah sakit agar semakin banyak pasien dapat memperoleh layanan kesehatan berstandar internasional di dalam negeri,” ungkap Navin, dalam keterangannya, dikutip Senn (26/10).
Gedung baru seluas 7.643 meter persegi itu terdiri dari sembilan lantai dan satu lantai bawah tanah (basement). Sebagian besar ruangannya akan difokuskan untuk Oncology Center yang menyediakan layanan kanker terpadu, mulai dari deteksi dini, diagnosis, penentuan terapi, hingga pengobatan dan perawatan lanjutan.
Fasilitas tersebut akan mencakup layanan Kedokteran Nuklir, termasuk Digital PET Scan untuk mengevaluasi penyebaran kanker dan memantau respons pengobatan. Layanan lainnya meliputi mamografi, poliklinik onkologi, kemoterapi rawat jalan, serta ruang rawat inap khusus pasien kanker.
Layanan tersebut akan terintegrasi dengan fasilitas radioterapi menggunakan Linear Accelerator (LINAC) yang telah tersedia sejak 2023. Dengan teknologi itu, MHTG menjadi rumah sakit pertama di Banten yang menghadirkan layanan tersebut.
“Layanan kanker terpadu ini diperkuat dengan adanya Tumor Board, di mana dokter spesialis dan subspesialis berkolaborasi aktif dalam menentukan terapi yang tepat, serta Patient Navigator untuk mendampingi pasien dan keluarga di setiap tahap perawatan agar lebih terarah dan terkoordinasi,” katanya, menjelaskan.
Navin menambahkan, penanganan kanker dan kasus medis kompleks membutuhkan lebih dari sekadar teknologi canggih, yakni keahlian medis serta kolaborasi lintas spesialis. Karena itu, SRAJ mengintegrasikan fasilitas baru dengan layanan di tiga gedung MHTG yang telah beroperasi untuk mendukung penanganan pasien yang lebih komprehensif dan terkoordinasi.
“Kami juga terus meningkatkan kompetensi dokter dan tenaga kesehatan melalui kolaborasi strategis, salah satunya dengan Apollo Hospitals India, termasuk transfer keahlian medis, pengembangan layanan subspesialisasi, dan penerapan praktik berbasis bukti ilmiah (evidence-based medicine) untuk mendukung layanan kanker berstandar internasional,” ujarnya.






















