Mayapada Investasi Teknologi dan Perkuat Layanan Kanker Terintegrasi

- Mayapada Healthcare memperkuat Oncology Center MHJS dengan capex SRAJ sekitar Rp1 triliun pada 2026 untuk kapasitas, jaringan, fasilitas baru, dan peralatan medis berteknologi tinggi.
- MHJS menyediakan layanan kanker terintegrasi dari deteksi, diagnosis, terapi, pemantauan, hingga rehabilitasi, didukung PET-CT, teknologi payudara, biopsi minimal invasif, serta tim multidisiplin.
- MHJS dan Lovepink menandatangani kerja sama pada 18 September 2026, membuka akses anggota komunitas ke layanan kanker payudara komprehensif, termasuk dukungan Tumor Board dan Patient Navigator.
Jakarta, FORTUNE – Mayapada Healthcare memperkuat layanan kanker melalui pengembangan Oncology Center di Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS), yang didukung fasilitas dan teknologi medis untuk menunjang layanan mulai dari deteksi hingga rehabilitasi.
Pengembangan tersebut sejalan dengan belanja modal atau capital expenditure (capex) PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), pengelola Mayapada Hospital, yang pada 2026 dialokasikan sekitar Rp1 triliun. Capex tersebut digunakan untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit, memperluas jaringan, serta memperkuat layanan medis berteknologi tinggi. Hingga semester I-2026, realisasi capex terutama diarahkan untuk pembangunan fasilitas baru dan pengadaan peralatan medis.
Di MHJS, layanan kanker didukung fasilitas seperti PET-CT Scan, 3D mammography, 4D breast ultrasound, laboratorium, radiologi, rawat inap, serta rehabilitasi medis rawat jalan.
Untuk kanker payudara, layanan mencakup skrining dan diagnosis, penanganan keganasan, terapi, pemantauan, hingga tindak lanjut perawatan. Rumah sakit juga menyediakan Vacuum-Assisted Breast Biopsy (VABB), prosedur biopsi dengan teknik minimal invasif.
Layanan tersebut didukung dokter dari berbagai disiplin, antara lain bedah onkologi, hematologi-onkologi medik, onkologi radiasi, patologi anatomi, bedah umum, radiologi, serta disiplin terkait lainnya.
Hospital Director MHJS, dr. Fiktorius Kuludong, M.M. mengatakan layanan kanker tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga dukungan bagi pasien dalam setiap tahapan perawatan.
“Bagi Mayapada Hospital, cancer care bukan hanya tentang mengobati penyakit, tetapi memastikan pasien mendapatkan dukungan yang tepat di setiap tahap perjalanannya," ujarnya dalam keterangan pers, dikutip Selasa (22/9).
Ia menambahkan, Oncology Center Mayapada Hospital Jakarta Selatan berjalan dengan pendekatan Comprehensive Cancer Care dan komitmen Walks Every Journey with C.A.R.E. (Compassion, Advanced, Responsive, Experts), yang memastikan pasien mendapatkan akses terhadap layanan terintegrasi, teknologi advanced, dan keahlian medis yang dibutuhkan.
Kolaborasi dengan Lovepink menjadi langkah nyata untuk membawa dukungan tersebut lebih dekat kepada komunitas pejuang dan penyintas kanker payudara, sekaligus mendorong semakin banyak perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan payudara dan tidak menunda pemeriksaan sesuai kebutuhan dan rekomendasi dokter.
Penguatan layanan tersebut juga diwujudkan melalui kolaborasi MHJS dengan Lovepink (Yayasan Daya Dara) Indonesia. Pada 18 September 2026, kedua pihak menandatangani nota kesepahaman untuk memperluas akses terhadap layanan kanker payudara yang komprehensif dan terintegrasi.
Melalui kolaborasi ini, anggota komunitas Lovepink dapat mengakses layanan di Oncology Center dan Breast Unit MHJS, mulai dari pemeriksaan dan diagnosis, penanganan keganasan, terapi, pemantauan, hingga tindak lanjut perawatan.
Vice Chairwoman Lovepink, Anita D. Sulistyowati, mengatakan kebutuhan setiap pasien kanker payudara berbeda sehingga dukungan dan akses terhadap layanan yang lengkap menjadi penting bagi komunitas.
“Setiap breast cancer warrior dan survivor memiliki perjalanan yang berbeda dan membutuhkan dukungan yang berbeda pula. Karena itu, akses terhadap layanan yang lengkap, terpercaya, dan terintegrasi sangat berarti bagi komunitas," katanya.
Anita berharap kolaborasi ini dapat menjadi dukungan nyata yang dirasakan oleh semakin banyak anggota komunitas Lovepink.
Dalam penanganan kanker, teknologi diagnostik menjadi bagian dari layanan yang terintegrasi dengan keahlian medis. Pada kondisi tertentu, PET-CT dapat memberikan gambaran lebih menyeluruh mengenai aktivitas penyakit dan kemungkinan penyebarannya sehingga membantu dokter menentukan strategi perawatan.
dr. Martha Iskandar, Sp.PD, KHOM.Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kanker & Kelainan Darah Mayapada Hospital Jakarta Selatan, mengatakan dalam penanganan kanker, terapi sistemik seperti kemoterapi, terapi target, maupun imunoterapi merupakan bagian penting dari comprehensive cancer care. Pemilihan terapi tidak dapat dilakukan secara terpisah, tetapi perlu mempertimbangkan kondisi dan karakteristik kanker setiap pasien melalui evaluasi bersama tim multidisiplin.
"Dengan kolaborasi antarspesialis, kami dapat menyusun strategi perawatan yang lebih terarah, mulai dari diagnosis, pemilihan terapi, hingga evaluasi respons pengobatan, dengan tetap menempatkan kebutuhan pasien sebagai prioritas,” ujarnya.
Pendekatan tersebut juga didukung Tumor Board dan Patient Navigator. COO MHJS, Joyce Rahayu Kusumariyadi, mengatakan pengalaman pasien menjadi bagian dari kualitas layanan kanker.
Saat menghadapi kanker, pasien tidak seharusnya merasa menjalani semuanya sendirian. Pihaknya ingin pengalaman pasien menjadi bagian dari kualitas cancer care itu sendiri. Dengan perawatan terkoordinasi (coordination of care) yang selalu berpusat dan melibatkan pasien (patient-centered care), perjalanan pasien lebih jelas, terarah, dan nyaman.
"Dukungan seperti Patient Navigator juga membantu pasien dan keluarga memahami tahapan perawatan, sehingga mereka dapat menjalani perjalanan tersebut dengan lebih tenang," katanya.




















