- Direktur Utama: Dyah Rahadyannie
- Direktur Keuangan: Ikhwan Putra Pradhana
- Direktur Pengelolaan Bisnis dan HCM: Adi Suryolaksono
PPRO Rombak Direksi dan Komisaris, Tunjuk Dua Direktur Baru

RUPSLB PPRO menyetujui perombakan susunan Direksi dan Komisaris serta perubahan nomenklatur direksi.
Ikhwan Putra Pradana diangkat sebagai Direktur Keuangan dan Adi Suryolaksono sebagai Direktur Pengelolaan Bisnis dan HCM.
Susunan baru diproyeksikan memperkuat koordinasi bisnis, keuangan, dan SDM, dengan fokus pada pemulihan kinerja berkelanjutan.
Jakarta, FORTUNE – PT PP Properti Tbk (PPRO) merombak susunan Direksi dan Komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis (22/10/2026). Pemegang saham menyetujui penunjukan direktur dan perubahan nomenklatur jabatan direksi untuk melengkapi susunan direksi.
Direktur Utama PPRO Dyah Rahadyannie mengungkapkan perubahan jajaran direksi diharapkan dapat meningkatkan koordinasi pengelolaan bisnis, keuangan dan sumber daya manusia (SDM) yang lebih terarah.
“Melalui susunan direksi ini, kami berkomitmen untuk memperkuat efektivitas pengelolaan usaha dan memastikan upaya penguatan fundamental perseroan berjalan selaras dengan prioritas strategis perseroan,” ujar Dyah dalam keterangan resmi, pada Senin (26/10).
Table of Content
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris PPRO baru
Dalam agenda RUPSLB, pemegang saham menyetujui perubahan nomenklatur jabatan Direksi menjadi Direktur Keuangan serta Direktur Pengelolaan Bisnis dan HCM. Keputusan ini berlaku efektif sejak penutupan rapat.
Adi Suryolaksono diangkat sebagai Direktur Pengelolaan Bisnis dan HCM serta Ikhwan Putra Pradana menjabat Direktur Keuangan. RUPSLB turut mengukuhkan pemberhentian dengan hormat Nurjaman sebagai Direktur.
Berikut susunan Direktur dan Dewan Komisaris PPRO terbaru:
Jajaran Direksi
Jajaran Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Fakhrul Ulum
- Komisaris Independen: Ronaldy Samuel Sinurat
- Komisaris Independen: Abdul Rahman
Sebagai catatan, rapat tersebut dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 40.177.476.821 saham atau setara 65,14 persen dari seluruh saham dengan hak suara sah. Pelaksanaan rapat turut memfasilitasi partisipasi pemegang saham secara online lewat aplikasi eASY.KSEI.
Fokus pemulihan kinerja berkelanjutan
Dyah Rahadyannie menekankan transformasi memerlukan konsistensi pelaksanaan dan kolaborasi semua pihak. Perseroan kini fokus membangun fondasi usaha yang sehat.
“Fokus kami adalah membangun fondasi usaha yang semakin sehat dengan meningkatkan kinerja keuangan guna mendukung pemulihan dan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ungkap Dyah.
Dyah menambahkan pengelolaan bisnis dan pengembangan SDM diharapkan dapat memperkuat kapasitas organisasi dalam menjalankan strategi usaha. Perseroan berkomitmen terus mendorong kolaborasi antar fungsi dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan program kerja.
Manajemen PPRO menyatakan penguatan fundamental usaha akan memprioritaskan disiplin pengelolaan, tata kelola perusahaan yang baik, dan efektivitas program kerja.
Sempat disuspensi bursa selama 16 bulan
Saham PPRO sempat disuspensi pada 15 Oktober 2024 oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Suspensi ini dilakukan bursa karena perseroan menunda pembayaran bunga obligasi sebesar Rp4,33 miliar.
Setelah 16 bulan, bursa mencabut suspensi PPRO setelah perusahaan memenuhi kewajiban pembayaran bunga pada 17 Februari 2026. Pencabutan penghentian sementara saham PPRO berlaku di seluruh pasar, terhitung sejak Sesi I full call action (FCA) per 24 Februari 2026.
Saham PPRO menguat 9,52 persen ke level Rp23 per saham hingga perdagangan sesi pertama pada Selasa (24/2) setelah suspensi PPRO dibuka. Angka tersebut berhasil menyentuh Auto Rejection Atas (ARA) pada saat itu.
Dari sisi kinerja keuangan, PPRO membukukan pendapatan sebesar Rp171,2 miliar atau tumbuh 20,4 persen sepanjang semester I/2026. Penjualan apartemen mendominasi sebesar Rp111,3 miliar, sementara perumahan dan tanah masing-masing Rp811 juta dan Rp1,37 miliar.
FAQ seputar PPRO rombak susunan Direksi dan Komisaris
Kapan PPRO merombak susunan Direksi dan Komisaris? Perubahan susunan pengurus perseroan resmi ditetapkan dalam RUPSLB yang digelar pada 22 Oktober 2026.
Siapa Komisaris Utama PPRO? Fakhrul Ulum menjabat sebagai Komisaris Utama PPRO.
Siapa Direktur yang baru diangkat? Pemegang saham menyetujui Adi Suryolaksono sebagai Direktur Pengelolaan Bisnis dan HCM. Sementara itu, Ikhwan Putra Pradana menjabat Direktur Keuangan.
Kenapa PPRO rombak susunan Direksi dan Komisaris? Langkah strategis tersebut bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan pelaksanaan strategis perseroan agar lebih terarah.





















