JELI Bidik Peluang di Pasar Karibia, Mulai Ekspor INACO ke Haiti

- PT Niramas Utama Tbk (JELI) melakukan ekspor perdana produk INACO ke Haiti sebanyak dua kontainer 40 HQ, membuka peluang perluasan pasar di kawasan Karibia.
- Ekspansi ke pasar baru menjadi strategi diversifikasi pendapatan JELI untuk mengurangi ketergantungan pada satu pasar; produk perseroan sudah dipasarkan di Asia, Eropa, Amerika Latin, dan Amerika Serikat.
- Penjualan JELI hingga Juni 2026 turun menjadi Rp212,06 miliar; perseroan menargetkan pendapatan tumbuh 26 persen pada 2026 melalui ekspor, termasuk India dan Filipina, serta produk baru.
Jakarta, FORTUNE - Produsen jeli INACO, PT Niramas Utama Tbk (JELI), kembali berekspansi global dengan melakukan ekspor perdana produk INACO ke Haiti.
Langkah tersebut memperluas jangkauan pasar perseroan di kawasan Amerika, khususnya membuka peluang ekspansi lebih luas ke Karibia. Harapannya, ekspor ke Karibia dapat menjadi pintu masuk menjajaki peluang di negara-negara lain di kawasan tersebut.
"Kami percaya produk INACO memiliki daya tarik yang kuat di pasar internasional dan kami akan terus membangun jaringan distribusi di negara-negara baru untuk mendukung pertumbuhan perseroan secara berkelanjutan," kata Direktur PT Niramas Utama Tbk, Adhi Lukman, dikutip Selasa (27/10).
Dalam ekspor perdana ke Karibia itu, perseroan mengirimkan 2 kontainer berukuran 40 HQ.
Ekspansi ekspor ke pasar baru adalah bagian dari strategi JELI untuk mendiversifikasi sumber pendapatan dan mengurangi ketergantungan terhadap satu pasar tertentu. Untuk saat ini, produk-produk perseroan telah tersedia dan dipasarkan di berbagai kawasan, sepperti Asia, Eropa, Amerika Latin, dan Amerika Serikat.
Dari segi kinerja, penjualan JELI mencapai Rp212,06 miliar pada akhir Juni 2026, turun dari Rp321,60 miliar pada periode yang sama di 2025. Penjualan ekspor mencapai Rp4,09 miliar, masih jauh lebih rendah dari penjualan lokal yang berjumlah Rp207,97 miliar.
Selaras dengan strategi itu, JELI menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 26 persen (YoY) pada 2026. Untuk merealisasikannya, ada sejumlah inisiatif yang perseroan siapkan, termasuk: perluasan ekspor (termasuk penguatan ekspansi ke India dan Fillipina), juga peluncuran produk-produk baru secara bertahap pada semester-II 2026.
Ke depannya, JELI akan terus mengevaluasi peluang di pasar-pasar baru dengan tetap mempertimbangkan aspek keekonomian, kesiapan regulasi di negara tujuan, serta kapasitas produksi. Melalui langkah tersebut, JELI berkomitmen terus membawa produk Indonesia ke pasar global. Di saat yang sama, perseroan juga bertujuan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Sebagai konteks, produk yang termasuk dalam portofolio merek INACO, antara lain: mini jelly, nata de coco, puding, serta beragam produk minuman dan confectionery lainnya.











