BEI Ubah Mekanisme UMA dan Suspensi Saham, Cek Aturannya

BEI akan mengurangi penggunaan UMA dan membuka informasi indikasi awal investigasi dugaan manipulasi.
Dalam investigasi, BEI dapat membatasi atau mensuspensi rekening efek tertentu tanpa menghentikan perdagangan seluruh saham.
UMA hanya peringatan atas aktivitas tidak biasa, bukan bukti manipulasi.
Jakarta, FORTUNE — Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengubah mekanisme pengawasan perdagangan saham dengan mengurangi penggunaan unusual market activity (UMA). Selain itu, BEI akan mengumumkan indikasi awal investigasi atas dugaan manipulasi harga saham.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan bursa akan menginformasikan saham yang sedang diperiksa, periode transaksi yang diselidiki, serta pihak yang terindikasi terlibat. Selama investigasi, BEI juga dapat membatasi aktivitas atau membekukan rekening efek tertentu tanpa menghentikan perdagangan saham secara keseluruhan.
Table of Content
BEI umumkan saham yang diinvestigasi
Jeffrey menjelaskan perubahan metodologi pengawasan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi pemantauan transaksi yang dimiliki bursa. Ketika ditemukan indikasi awal manipulasi atau upaya memengaruhi harga, BEI akan menerbitkan laporan dimulainya investigasi.
“Namun, dengan teknologi pengawasan yang kami miliki, yang juga merupakan teknologi yang sama yang digunakan di banyak bursa lain di dunia, bila kami mendeteksi indikasi awal adanya praktik-praktik manipulasi atau upaya memanipulasi harga di pasar, kami akan mengeluarkan laporan indikasi dimulainya investigasi,” ujar Jeffrey saat konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Senin (26/10).
Laporan tersebut dapat memuat saham yang diperiksa, periode transaksi yang menjadi objek investigasi, serta jumlah pihak dan anggota bursa yang terlibat. Jadi, informasi yang disampaikan kepada publik berupa peringatan atas UMA dan pemberitahuan mengenai proses investigasi yang sedang berjalan.
BEI berencana menyosialisasikan mekanisme baru kepada anggota bursa pada pekan ini. Jeffrey berharap penerapannya dapat segera dimulai.
"Kami berharap dalam waktu yang sangat segera mekanisme ini sudah bisa kami terapkan," ujar Jeffrey.
Suspensi dapat menyasar rekening efek
Dalam mekanisme baru, BEI bisa menghentikan perdagangan saham dan membatasi aktivitas rekening efek tertentu selama proses investigasi. Langkah ini memungkinkan BEI menindaklanjuti dugaan manipulasi harga tanpa harus menghentikan seluruh transaksi pada saham yang bersangkutan.
“Di dalam proses investigasi itu, kami dapat melakukan tindakan tertentu, seperti pembatasan kegiatan rekening efek atau melakukan suspensi atas rekening efek tertentu,” ujar Jeffrey.
Hal ini berbeda dengan suspensi saham yang menghentikan seluruh perdagangan suatu saham. Pembatasan rekening efek hanya berlaku bagi pihak tertentu yang menjadi sasaran tindakan pengawasan.
Jeffrey menjelaskan perubahan mekanisme itu bertujuan meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus menjaga perdagangan saham tetap berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien.
UMA bukan bukti manipulasi
Selama ini, BEI menggunakan mekanisme UMA untuk memberikan peringatan kepada investor ketika terjadi aktivitas perdagangan saham yang tidak biasa. Pengumuman UMA bertujuan mendorong investor mencermati pergerakan harga saham dan keterbukaan informasi emiten, bukan sebagai bukti adanya manipulasi pasar.
Aktivitas perdagangan yang tidak biasa dapat terlihat dari lonjakan harga atau volume transaksi. Namun, kondisi tersebut tidak selalu menunjukkan adanya pelanggaran. Misalnya, saham dengan likuiditas rendah dapat mengalami perubahan harga signifikan akibat transaksi dalam jumlah tertentu.
Salah satu bentuk manipulasi yang dapat menjadi objek investigasi adalah pump and dump. Praktik ini dilakukan dengan mendorong kenaikan harga saham melalui transaksi atau promosi, kemudian menjualnya untuk memperoleh keuntungan.
Untuk memastikan ada pelanggaran, BEI perlu memeriksa pola transaksi, informasi yang beredar, serta keterlibatan pihak-pihak terkait.
Kasus manipulasi libatkan promosi saham
Kasus manipulasi saham yang melibatkan pegiat media sosial pasar modal berinisial BVN menjadi salah satu contoh pelanggaran yang ditindak Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada 20 Februari 2026, OJK menjatuhkan denda sebesar Rp5,35 miliar kepada BVN atas manipulasi harga saham yang terjadi sepanjang 2021–2022.
Pelanggaran tersebut melibatkan perdagangan saham PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS), PT MD Pictures Tbk (FILM), dan PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML). Berdasarkan hasil pemeriksaan, OJK menemukan penyebaran informasi melalui media sosial yang berkaitan dengan transaksi saham menggunakan sejumlah rekening efek.
Meski demikian, promosi atau rekomendasi saham oleh influencer tidak selalu tergolong manipulasi pasar. Dugaan pelanggaran perlu dibuktikan melalui pemeriksaan terhadap informasi yang menyesatkan, konflik kepentingan yang tidak diungkapkan, serta pola transaksi yang melanggar ketentuan.
FAQ seputar BEI ubah metode suspensi dan UMA
Apa perubahan metode pengawasan BEI? BEI akan mengurangi penggunaan UMA dan mengumumkan indikasi awal investigasi atas dugaan manipulasi harga.
Informasi apa yang akan diumumkan BEI? Laporan dapat memuat saham yang diperiksa, periode transaksi, serta jumlah pihak dan anggota bursa yang terlibat.
Apakah BEI dapat membekukan rekening efek? Ya, BEI dapat membatasi aktivitas atau menjatuhkan suspensi terhadap rekening efek tertentu selama investigasi.
Apakah notifikasi UMA membuktikan manipulasi? Tidak, UMA merupakan peringatan atas aktivitas perdagangan yang tidak biasa, bukan vonis manipulasi.









