- PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH)
- PT Steady Safe Tbk (SAFE)
- PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR)
- PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV)
- PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO)
- PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI).
BEI Pantau 6 Saham Berstatus UMA, Ini Daftarnya

BEI memasukkan RSCH, SAFE, JARR, MGLV, PICO, dan FPNI ke pemantauan UMA akibat pergerakan harga atau pola transaksi tidak biasa.
Pada perdagangan 27 Agustus, SAFE memimpin kenaikan 11,38 persen. RSCH, JARR, dan MGLV juga menguat, sementara PICO turun.
Sebelum UMA, JARR dan PICO sempat melonjak. Kenaikan PICO dikaitkan dengan MoU pasokan CRC bersama POSCO.
Jakarta, FORTUNE — Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan enam saham ke dalam pemantauan Unusual Market Activity (UMA) pada Rabu (26/8). BEI mencermati saham-saham tersebut setelah terjadi pergerakan harga atau pola transaksi yang tidak biasa.
Sehari setelah masuk radar UMA, pergerakan keenam saham tersebut beragam. Pada perdagangan Kamis (27/8), ada saham yang terkoreksi dan ada juga saham yang masih menguat.
Table of Content
Saham-saham yang dipantau BEI
BEI masih mencermati pola transaksi enam saham yang masuk radar UMA. BEI menegaskan, masuknya saham ke dalam UMA bukan berarti telah terjadi pelanggaran di pasar modal.
"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," tulis BEI dalam pengumumannya.
Berikut enam saham yang masuk pemantauan:
Terkait status UMA tersebut, BEI meminta investor mencermati keterbukaan informasi masing-masing emiten. Selain itu, investor perlu mengkaji rencana aksi korporasi yang belum mendapat persetujuan RUPS serta mempertimbangkan risiko sebelum bertransaksi.
4 saham menguat, 2 terkoreksi setelah masuk UMA
Sehari setelah masuk radar UMA, empat dari enam saham tersebut masih menguat pada perdagangan Kamis (27/8). Berdasarkan data menjelang penutupan sesi I, SAFE mencatat kenaikan harian terbesar dan PICO mengalami koreksi paling dalam. Ini sejalan dengan data perdagangan intraday yang menunjukkan SAFE tetap menguat dan PICO serta FPNI terkoreksi.
SAFE berada di level Rp685 atau naik 11,38 persen dalam sehari. Dalam lima hari terakhir, saham ini telah menguat 72,11 persen dan secara bulanan naik 82,18 persen. Kinerjanya sejak awal tahun juga masih positif sebesar 79,32 persen.
Penguatan juga terjadi pada RSCH, JARR, dan MGLV. RSCH naik 1,18 persen ke Rp344, JARR menguat 1,25 persen ke Rp3.250, sedangkan MGLV naik 1,06 persen ke Rp11.925. Di antara ketiganya, MGLV mencatat lonjakan paling tinggi secara year to date (YTD), yakni 392,77 persen.
Sebaliknya, PICO turun 6,93 persen ke Rp188 dan FPNI melemah 6,02 persen ke Rp625. Meski terkoreksi secara harian, keduanya masih mencatat kenaikan dalam satu bulan. PICO menguat 43,51 persen, sedangkan FPNI melonjak 100,32 persen.
Secara YTD, PICO masih turun 11,32 persen dan FPNI terkoreksi 32,43 persen. RSCH juga masih melemah 16,10 persen sejak awal tahun, sementara JARR mencatat kenaikan tipis sebesar 1,88 persen.
JARR dan PICO sempat menguat tajam sebelum masuk UMA
Sebelum masuk pemantauan UMA, JARR dan PICO telah mencatat pergerakan harga yang cukup tinggi. JARR sempat diperdagangkan hingga Rp3.290 pada 24 Agustus 2026. Saham emiten perkebunan sawit tersebut kemudian ditutup di level Rp3.140 pada hari yang sama.
Pada perdagangan 24 Agustus, PICO juga melonjak 34,31 persen hingga menyentuh ARA di level Rp184 per saham. Kenaikan terjadi setelah pasar merespons kerja sama PICO dengan perusahaan baja asal Korea Selatan, POSCO.
Melalui nota kesepahaman (MoU), POSCO akan menjadi pemasok utama Cold Rolled Coil (CRC) untuk produksi drum baja PICO. Kerja sama tersebut ditujukan untuk menjaga pasokan bahan baku sekaligus menekan risiko fluktuasi harga dan biaya logistik.
Namun, kerja sama tersebut masih berada pada tahap awal. PICO menyatakan dampaknya terhadap pendapatan, laba, aset, liabilitas, dan kondisi keuangan perseroan belum dapat dihitung secara pasti. Realisasi kerja sama selanjutnya pun masih bergantung pada pembahasan dan perjanjian definitif kedua perusahaan.
FAQ seputar BEI pantau ketat 6 saham berstatus UMA
Apa itu UMA? UMA merupakan pengumuman BEI atas pola transaksi atau pergerakan harga saham yang di luar kebiasaan.
Saham apa saja yang masuk UMA pada 26 Agustus 2026? Keenamnya adalah RSCH, SAFE, JARR, MGLV, PICO, dan FPNI.
Apakah status UMA berarti terjadi pelanggaran pasar modal? Tidak, BEI menegaskan status UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran.
Apa yang perlu diperhatikan investor? Investor diminta mencermati konfirmasi emiten, kinerja, keterbukaan informasi, dan rencana corporate action.







