Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Fokus Bisnis Kontraktor, WSKT Bubarkan Anak Usaha yang Dormant

Fokus Bisnis Kontraktor, WSKT Bubarkan Anak Usaha yang Dormant
Kantor pusat PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT). (dok. Waskita)
  • Waskita Karya membubarkan PT Waskita Bali Mandara yang berstatus dormant, setelah memperoleh persetujuan RUPSLB pada 26 Agustus 2026.
  • WBM kini berstatus dalam likuidasi dengan Allan May Nasution sebagai likuidator; proses pemberitahuan pembubaran masih berjalan di Kementerian Hukum.
  • Pembubaran didorong penataan entitas dormant dan restrukturisasi agar Waskita fokus sebagai kontraktor, di tengah suspensi saham serta rugi bersih Rp1,91 triliun semester I 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Emiten konstruksi, PT Waskita Karya (WSKT) membubarkan anak usahanya, PT Waskita Bali Mandara (WBM), karena sudah tidak beroperasi aktif alias dormant.

Manajemen Waskita Karya mengatakan, keputusan pembubaran tersebut telah mendapat restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada 26 Agustus 2026.

Sengan demikian, status badan hukum WBM saat ini menjadi 'Dalam Likuidasi', dan Direktur WBM Allan May Nasution ditunjuk sebagai likuidator.

"Saat ini pengurusan untuk mendapat Surat Pemberitahuan Pembubaran Perseroan Terbatas WBM tersebut sedang dalam proses di Kementerian Hukum Republik Indonesia yang dilakukan melalui Kantor Notaris Zulkifli Harahap, S.H., yang berkedudukan di Jakarta," kata manajemen WSKT dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (27/8).

Lebih lanjut, alasan pembubaran tersebut didorong oleh Danantara Aset Management melalui surat No. SR.039/DI-DAM/DO/2026 tertanggal 2 Maret 2026. Dalam surat tersebut, secara eksplisit mencantumkan WBM sebagai entitas dorman dan wajib dilakukan penatausahaan pada tahun ini.

Langkah ini menjadi strategi restrukturisasi dan transformasi bisnis agar Waskita Karya fokus pada bisnis inti perusahaan sebagai kontraktor murni.

WBM merupakan anak usaha PT Waskita Toll Road (WTR). Sementara itu, WTR merupakan anak usaha WSKT dengan kepemilikan 13.374.113 saham atau setara 92,53 persen dari seluruh saham yang diterbitkan WTR. Lalu WTR memiliki 3.750 saham WBM atau setara 75 persen dari seluruh saham yang diterbitkan perusahaan tersebut. Sebagai anak usaha WTR, Waskita Bali Mandara bergerak di bidang jasa jalan tol.

Waskita Karya sebelumnya telah diperingatkan BEI sebagai salah satu emiten yang berpotensi mengalami penghapusan saham secara paksa atau forced delisting, menyusul penghentian sementara perdagangan saham (suspensi) yang telah berlangsung dalam jangka waktu panjang. Hal tersebut lantaran perusahaan plat merah ini mengalami lalai membayarkan sejumlah kewajiban perusahaan.

Emiten BUMN ini masih mencatat rugi bersih Rp1,91 triliun pada semester I 2026. Meski demikian nilai tersebut menyusut 16,96 persen dibandingna periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp2,30 triliun.

    Share Article
    Editorial Team
    Ekarina .
    EditorEkarina .

    Latest in Market

    See More