Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

5 Cara Menentukan Batas Risiko sebelum Berinvestasi

5 Cara Menentukan Batas Risiko sebelum Berinvestasi
ilustrasi investor (pexels.com/Artem Podrez)
  • Tentukan tujuan dan jangka waktu investasi karena keduanya menjadi dasar strategi.

  • Evaluasi pendapatan, pengeluaran, utang, dan dana tersedia. Jangan gunakan dana kebutuhan harian, serta siapkan dana darurat.

  • Kenali profil toleransi risiko, tetapkan batas kerugian melalui alokasi dana atau stop-loss, lalu pilih dan diversifikasi instrumen sesuai profil.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah bingung berapa dana yang akan ditempatkan ke instrumen investasi? Bila hal ini terjadi, investor perlu menentukan batas risikonya dulu agar investasi sesuai dengan kemampuan finansial.

Cara menentukan batas risiko sebelum berinvetasi harus mempertimbangkan beberapa hal seperti tujuan, kondisi keuangan, hingga jangka waktu. Supaya lebih jelas, berikut langkah-langkah mementukan batas risiko.

  1. Cara menentukan batas risiko sebelum berinvestasi

  2. 1. Tentukan tujuan dan jangka waktu investasi

    Tujuan investasi menjadi dasar untuk menentukan strategi dan tingkat risiko yang sesuai. Investor perlu mengetahui untuk apa dana diinvestasikan dan kapan dana tersebut akan digunakan.

    Jangka waktu investasi turut menentukan besarnya risiko yang dapat diambil. Tujuan jangka pendek umumnya lebih cocok dengan aset yang memiliki risiko dan volatilitas lebih rendah. Sebaliknya, jangka waktu yang lebih panjang memberi investor lebih banyak waktu untuk menghadapi fluktuasi pasar.

  3. 2. Evaluasi kondisi keuangan

    Kondisi keuangan menentukan seberapa besar risiko investasi yang dapat ditanggung. Untuk mengukurnya, periksa terlebih dahulu pendapatan, pengeluaran rutin, utang, dan dana yang tersedia setelah kebutuhan utama terpenuhi.

    Pastikan dana investasi tidak berasal dari uang untuk kebutuhan sehari-hari atau keperluan dalam waktu dekat. Dana darurat juga perlu tersedia untuk mengantisipasi pengeluaran tak terduga tanpa harus mencairkan investasi. Selain itu, pertimbangkan beban utang, terutama yang berbunga tinggi.

  4. 3. Kenali toleransi risiko

    Toleransi risiko menunjukkan seberapa besar risiko investasi yang mampu dan bersedia ditanggung investor. Penilaiannya tidak hanya mempertimbangkan kemampuan finansial, tetapi juga kenyamanan dalam menghadapi penurunan nilai dan fluktuasi pasar.

    Secara umum, profil risiko dapat dikelompokkan berdasarkan tingkat toleransinya:

    • Konservatif, lebih mengutamakan keamanan modal dan memiliki toleransi rendah terhadap fluktuasi.
    • Moderat, bersedia menerima risiko dan fluktuasi tertentu untuk mengejar potensi return yang lebih tinggi.
    • Agresif, memiliki toleransi risiko tinggi dan bersedia menghadapi potensi kerugian lebih besar untuk mengejar return yang lebih tingg.

    Toleransi risiko dapat berubah seiring tujuan, jangka waktu, dan kondisi keuangan. Karena itu, investor perlu mengevaluasinya secara berkala agar strategi dan komposisi portofolio tetap sesuai.

    Tertarik memahami cara memilih instrumen investasi sesuai tujuan dan profil risiko? Pandeka Perkasa akan hadir di Fortune Indonesia Investment Forum 2026 dalam sesi The Blink of ETF: Security, Stability, Opportunity. Ia akan membahas ETF sebagai salah satu pilihan dalam menyusun strategi investasi.

    Fortune Indonesia Investment Forum 2026 adalah forum investasi untuk membantu investor memahami tren ekonomi global dan menyusun strategi investasi. Peserta mempelajari strategi investasi lintas aset, mulai dari saham, fixed income, kripto dan aset digital, private capital, komoditas, hingga real assets.

    Benefit yang didapatkan:

    • Insight dari investor, ekonom, dan investment expert terkemuka.
    • Pembahasan tren ekonomi global serta peluang investasi lintas aset.
    • Networking dengan investor, profesional, dan pelaku industri.
    • Akses rekaman sesi hingga 10 hari (Regular Pass) atau 30 hari (VIP Pass).
    • Langganan Majalah Fortune selama satu tahun.
    • Makan siang dan 2 kali coffee break.
    • Aksess ke BaZi Reading booths.
    • Khusus VIP Pass: jalur registrasi eksklusif, tempat duduk premium di barisan depan, akses VIP Lounge, area makan siang eksklusif, serta sesi tanya jawab prioritas dengan para pembicara.

    Daftar sekarang dan dapatkan tiket di sini: Fortune Indonesia Investment Forum 2026

    New Price.png
    Fortune Indonesia Investment Forum
  5. 4. Tetapkan batas kerugian

    Setelah mengetahui kemampuan finansial dan toleransi risiko, investor dapat menetapkan batas kerugian sebelum membeli aset. Tujuannya agar kerugian pada satu investasi tidak berdampak besar pada keseluruhan portofolio.

    Batas tersebut dapat ditentukan melalui ukuran posisi, yaitu jumlah dana yang dialokasikan pada setiap aset. Semakin tinggi risiko suatu aset, investor dapat membatasi porsinya untuk mengendalikan potensi kerugian.

    Pada instrumen tertentu, investor juga dapat menggunakan stop-loss order. Fitur ini memungkinkan aset dijual ketika harga mencapai batas yang telah ditentukan.

  6. 5. Sesuaikan instrumen dengan batas risiko

    Setelah menentukan batas risiko, pilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil. Setiap instrumen memiliki tingkat risiko dan potensi return yang berbeda. Berikut instrumen investasi sesuai dengan profil risiko:

    • Investor konservatif dapat mempertimbangkan deposito, reksa dana pasar uang, atau obligasi jangka pendek yang relatif lebih stabil.
    • Investor moderat dapat mempertimbangkan obligasi atau reksa dana campuran untuk menyeimbangkan risiko dan potensi return.
    • Investor agresif dapat mempertimbangkan saham, reksa dana saham, atau aset kripto yang memiliki fluktuasi lebih tinggi.

    Pemilihan instrumen tidak harus terbatas pada satu jenis aset. Investor dapat melakukan diversifikasi dengan membagi dana ke beberapa instrumen sehingga risiko tidak terkonsentrasi pada satu aset.

    Jadi, batas risiko investasi ditentukan berdasarkan tujuan, kondisi keuangan, toleransi risiko, dan potensi kerugian yang mampu ditanggung. Dengan batas yang jelas, investor dapat memilih instrumen dan mengelola portofolio secara lebih terukur.

    Demikian cara menentukan batas risiko sebelum berinvestasi. Semoga bisa dijadikan panduan.

    FAQ seputar batas risiko sebelum berinvestasi

    Apa yang dimaksud batas risiko investasi?

    Batas risiko adalah tingkat kerugian atau fluktuasi yang masih mampu ditanggung investor.

    Apa yang harus diperhatikan sebelum menentukan batas risiko?

    Investor perlu melihat tujuan, jangka waktu, kondisi keuangan, dan toleransi risikonya.

    Apa saja profil risiko investor?

    Profil risiko umumnya terbagi menjadi konservatif, moderat, dan agresif.

    Bagaimana cara mengurangi dampak kerugian investasi?

    Investor dapat mengatur alokasi dana, melakukan diversifikasi, dan menggunakan alat manajemen risiko sesuai kebutuhan.

Share Article
Editorial Team

Latest in Market

See More