Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Iran Temukan Cadangan Gas 7,5 Triliun Kaki Kubik

Iran Temukan Cadangan Gas 7,5 Triliun Kaki Kubik
Ilustrasi kilang minyak (commons.wikimedia.org/Russian.dissisdent)
  • Iran mengabarkan temuan sekitar 7,5t Tcf gas alam, dengan sekitar 5,7 Tcf berada di Provinsi Fars bagian selatan.
  • Temuan itu juga mencakup kondensat gas bernilai puluhan miliar dolar dan ditargetkan untuk segera dikembangkan.
  • Produksi kemungkinan baru dimulai bertahun-tahun lagi akibat sanksi Barat, kurangnya investasi, pemadaman listrik, serta fasilitas energi yang rusak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah cadangan gas baru Iran bisa segera dikembangkan?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Di tengah konflik geopolitik dan krisis energi global, Iran menyebut telah menemukan sekitar 7,5 triliun kaki kubik (Tcf) gas alam.

Menteri Perminyakan Iran, Mohsen Paknejad, mengatakan sekitar 5,7 Tcf dari temuan tersebut berada di Provinsi Fars bagian selatan dan berpotensi diekstraksi, sebagaimana yang dilansir dari laman The Business Times.

Menurut Paknejad, volume gas yang dapat dekstraksi tersebut setara dengan produksi 15 tahun dari satu fase lapangan gas South Pars, salah satu ladang gas terbesar di dunia yang dikelola Iran bersama Qatar.

Selain gas alam, penemuan tersebut mencakup kondensat gas yang diperkirakan bernilai puluhan miliar dolar. Pemerintah Iran menargetkan pengembangan sumber daya tersebut dapat dimulai sesegera mungkin.

Kendati demikian, produksinya kemungkinan besar baru akan dimulai beberapa tahun mendatang karena Iran masih tertekan oleh sanksi yang dikenakan barat, minimnya investasi, dan pemadaman listrik.

Reuters melaporkan serangan terhadap infrastruktur energi sejak perang dimulai pada akhir Februari telah memangkas produksi gas Iran sekitar 230 juta meter kubik per hari.

Pada Juli 2026, seorang pejabat senior pemerintah Iran menyebut pemerintah menargetkan pemulihan sekitar 100 juta meter kubik per hari kapasitas produksi dalam beberapa bulan berikutnya.

Di tengah upaya memulihkan fasilitas energi yang rusak, tambahan cadangan gas tersebut dapat menjadi aset strategis bagi Iran dalam jangka panjang. Namun, besarnya cadangan belum serta-merta menjadikan negara itu sebagai pemasok gas utama di pasar internasional. Iran disebut masih menghadapi persoalan pasokan pada periode permintaan tinggi.

Oleh karenanya, nilai ekonomi dari temuan tersebut akan bergantung dari kemampuan pemerintah mengembangkan lapangan, memulihkan kapasitas produksi, serta memperoleh teknologi dan investasi yang dibutuhkan

Sebelum perang intens ini berlangsung, The Straits Times melaporkan Iran memperkirakan produksi gasnya mencapai sekitar 650 juta meter kubik per hari atau setara 240 miliar meter kubik per tahun.

    Share Article
    Editorial Team
    Ekarina .
    EditorEkarina .

    Latest in Market

    See More