Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Komite Saham HSC Jadi 9 Orang, Ini Daftar Anggotanya

3 min read
Komite Saham HSC Jadi 9 Orang, Ini Daftar Anggotanya
Bursa Efek Indonesia (idx.co.id)
  • BEI memperluas Komite High Shareholding Concentration menjadi sembilan anggota, terdiri dari empat perwakilan SRO dan lima pihak eksternal independen.

  • Anggota eksternal mencakup pelaku industri, akademisi, ahli tata kelola, serta investor asing.

  • 82 emiten masih berstatus HSC per 26 Oktober 2026 dan akan dikecualikan dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperluas keanggotaan komite High Shareholding Concentration (HSC) menjadi sembilan orang. Dari jumlah tersebut, lima kursi akan diisi pihak eksternal independen untuk memperkuat tata kelola dan kredibilitas penetapan daftar saham HSC.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa komite sebelumnya hanya beranggotakan perwakilan Self-Regulatory Organization (SRO). Kini, BEI turut melibatkan pelaku industri, akademisi, ahli tata kelola, dan investor asing.

“Anggota komite kami perluas menjadi sembilan orang, direksi SRO hanya empat, limanya dari pihak eksternal independen,” ungkap Jeffrey dalam konferensi pers di Gedung BEI, Senin (26/10).

  1. Jajaran komite saham HSC baru

    Komite HSC dengan susunan baru terdiri dari empat perwakilan SRO dan lima anggota eksternal independen. Komite tersebut bertugas mengevaluasi emiten yang masuk maupun keluar dari daftar HSC, sekaligus merumuskan penyesuaian metodologi penilaian.

    Salah satu anggota eksternal yang dilibatkan adalah F. Chapman Taylor dari Capital Group. Ia merupakan perwakilan investor asing dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dalam pengelolaan portofolio investasi.

    Lebih lengkap, berikut komposisi komite saham HSC baru:

    Perwakilan SRO

    • Direksi BEI: 2 orang
    • Direksi PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI): 1 orang
    • Direksi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI): 1 orang

    Perwakilan pihak independen

    • Pelaku industri: Direktur Utama Mandiri Sekuritas Alex Widi
    • Pelaku industri: Direktur Utama UBS Sekuritas Joshua Arief Tanja.
    • Ahli tata kelola dan akademisi: Ketua Umum Dewan Pengurus Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) Prof. Mardiasmo.
    • Akademisi: Prof. Eduardus dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM).
    • Investor asing: F. Chapman Taylor dari Capital Group.

  2. Memperluas dasar pertimbangan komite

    Menurut Jeffrey, komite HSC juga memiliki opsi untuk menambah anggota atau mengundang narasumber independen dalam rapat. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif dan pertimbangan dalam mengevaluasi saham yang masuk kategori HSC.

    “Anggota komite HSC yang selama ini hanya terdiri dari SRO akan diperluas tidak hanya SRO, tetapi akan melibatkan pihak independen dari pelaku maupun akademisi dan perwakilan investor. Dengan komposisi baru ini, kami dapat saja menambah anggota atau dalam diskusinya nanti bisa mengundang narasumber independen dalam rapat-rapat komite,” ungkap Jeffrey.

    BEI berharap keterlibatan pihak eksternal dapat meningkatkan transparansi dan objektivitas dalam proses pengambilan keputusan komite.

    “Seperti kami sampaikan tadi, kami harapkan dengan demikian transparansi tata kelola dan kredibilitas dari output dari komite ini akan dapat lebih baik ke depannya,” ujar Jeffrey.

  3. Saham HSC jadi rujukan pasar

    Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyatakan daftar saham HSC menjadi salah satu rujukan penting bagi pelaku pasar dan penyedia indeks global.

    Berdasarkan data BEI, sebanyak 88 emiten pernah masuk daftar HSC sejak April 2026. Namun, jumlah emiten yang masih berstatus HSC tercatat sebanyak 82 perusahaan per 26 Oktober 2026.

    BEI juga menetapkan bahwa saham berstatus HSC akan dikecualikan dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai 2 November 2026. Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan kredibilitas IHSG sebagai indikator pergerakan pasar saham Indonesia.

    FAQ seputar komite saham HSC

    Siapa saja anggota komite saham HSC?

    Daftar anggota komite saham HSC terdiri atas 9 orang, yang mencakup 4 orang perwakilan otoritas bursa (SRO) dan 5 orang pihak eksternal.

    Mengapa BEI memperluas anggota komite saham HSC?

    Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan transparansi, tata kelola, dan kredibilitas hasil keputusan komitmen.

    Apa tugas utama komite saham HSC?

    Komite saham HSC bertugas mengawasi proses penetapan status HSC, menyusun metodologi seleksi, dan mengevaluasi daftar saham HSC.

    Apa yang dimaksud dengan saham HSC?

    Saham HSC adalah saham perusahaan yang sebagian besar kepemilikannya terkonsentrasi pada sejumlah kecil pemegang saham.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More