Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Daftar 80 Saham HSC Dikeluarkan dari IHSG, Ada BYAN dan BREN

4 min read
Daftar 80 Saham HSC Dikeluarkan dari IHSG, Ada BYAN dan BREN
Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI)/Indonesia Stock Exchange (IDX) (idx.co.id)
  • BEI akan mengecualikan 80 saham berstatus High Shareholding Concentration dari IHSG, termasuk DCII, BYAN, dan BREN.

  • Saham HSC menyumbang sekitar 18 persen bobot IHSG. Lima emiten memiliki kapitalisasi pasar di atas Rp200 triliun pada akhir kuartal III-2026.

  • Saham tetap diperdagangkan dan dapat kembali masuk IHSG jika keluar dari status HSC.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengeluarkan 80 saham berstatus High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) per 19 Oktober 2026. Daftar tersebut mencakup emiten berkapitalisasi besar, seperti DCI Indonesia (DCII), Bayan Resources (BYAN), dan Barito Renewables Energy (BREN).

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan kredibilitas dan integritas indeks. Meski dikeluarkan dari perhitungan IHSG, saham-saham tersebut tetap tercatat dan dapat diperdagangkan di bursa.

  1. Daftar saham HSC dikeluarkan dari IHSG

    Berikut daftar 80 saham HSC yang akan dikeluarkan dari IHSG, diurutkan berdasarkan abjad kode saham.

    1. PT Akasha Wira International Tbk (ADES)
    2. PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR)
    3. PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)
    4. PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)
    5. PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA)
    6. PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA)
    7. PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI)
    8. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)
    9. PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD)
    10. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)
    11. PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)
    12. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)
    13. PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE)
    14. PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)
    15. PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP)
    16. PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS)
    17. PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)
    18. PT Bank Permata Tbk (BNLI)
    19. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
    20. PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD)
    21. PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)
    22. PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
    23. PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA)
    24. PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY)
    25. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)
    26. PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)
    27. PT DCI Indonesia Tbk (DCII)
    28. PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)
    29. PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND)
    30. PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)
    31. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
    32. PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI)
    33. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)
    34. PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT)
    35. PT FAP Agri Tbk (FAPA)
    36. PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)
    37. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
    38. PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)
    39. PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
    40. PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO)
    41. PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP)
    42. PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)
    43. PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)
    44. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)
    45. PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA)
    46. PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)
    47. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)
    48. PT Bank Mega Tbk (MEGA)
    49. PT Mahkota Group Tbk (MGRO)
    50. PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)
    51. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)
    52. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)
    53. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)
    54. PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA)
    55. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)
    56. PT Charnic Capital Tbk (NICK)
    57. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)
    58. PT Golden Flower Tbk (POLU)
    59. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)
    60. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)
    61. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
    62. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)
    63. PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)
    64. PT Steady Safe Tbk (SAFE)
    65. PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME)
    66. PT Kota Satu Properti Tbk (SATU)
    67. PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP)
    68. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
    69. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)
    70. PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT)
    71. PT Soho Global Health Tbk (SOHO)
    72. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
    73. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)
    74. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
    75. PT Siantar Top Tbk (STTP)
    76. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
    77. PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)
    78. PT Temas Tbk (TMAS)
    79. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
    80. PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)

  2. Saham HSC mencakup 18 persen bobot IHSG

    Menurut Kiwoom Sekuritas Indonesia, saham HSC memiliki bobot sekitar 18 persen dalam perhitungan IHSG. Lima saham HSC mencatatkan total kapitalisasi pasar sebesar Rp1.679,65 triliun pada akhir kuartal III-2026, yakni:

    1. DCII sebesar Rp471,98 triliun
    2. BYAN sebesar Rp393,33 triliun
    3. BREN sebesar Rp387,98 triliun
    4. MORA sebesar Rp220,24 triliun
    5. DSSA sebesar Rp206,12 triliun.

    Sebelumnya, BEI telah mengecualikan saham HSC dari indeks IDX30, LQ45, dan IDX80. Kebijakan terbaru memperluas pengecualian tersebut ke IHSG.

    BEI sendiri telah mengumumkan daftar HSC sejak 2 April 2026. Tiga saham telah dikeluarkan dari daftar tersebut, yaitu PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) pada 2 Juli 2026 serta PT MD Entertainment Tbk (FILM) dan PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) pada 12 Oktober 2026.

  3. Bukan delisting, jadwal penerapan belum ditetapkan

    Jeffrey menegaskan saham HSC tetap dapat diperdagangkan dan tidak dihapus dari bursa (delisting). Saham tersebut bisa kembali masuk perhitungan IHSG setelah keluar dari daftar HSC.

    Sejauh ini, BEI belum menetapkan tanggal efektif penerapan aturan dan tidak akan menjatuhkan sanksi tambahan kepada emiten terkait.

    BEI akan mencantumkan status afiliasi atau nonafiliasi dalam publikasi daftar pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen. Langkah ini berjalan di tengah konsultasi MSCI mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

    Konsultasi dibuka hingga 30 April 2027 dan keputusan dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027.

    FAQ seputar daftar saham HSC dikeluarkan dari IHSG

    Apa itu saham HSC?

    HSC merupakan singkatan dari High Shareholding Concentration, yaitu kategori saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.

    Berapa saham HSC yang akan dikeluarkan dari IHSG?

    BEI berencana mengecualikan 80 saham yang tercatat dalam daftar HSC per Oktober 2026.

    Apakah saham HSC akan delisting?

    Tidak, saham tersebut tetap tercatat dan dapat diperdagangkan meski tidak lagi memengaruhi IHSG setelah kebijakan berlaku.

    Kapan kebijakan pengeluaran saham HSC mulai berlaku?

    BEI belum mengumumkan tanggal efektif penerapannya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More