Profil Bumanik dan Denway, Perusahaan Target Akuisisi PACK

PACK berencana mengakuisisi Bumanik di Morowali dan induk tambang nikel Denway senilai total US$403 juta atau sekitar Rp7,12 triliun.
Bumanik membukukan pendapatan Rp1,08 triliun dan laba Rp242,59 miliar per Agustus 2026, sementara Denway mencatat pendapatan 1,48 miliar yuan serta laba 852,2 juta yuan.
PACK menyiapkan rights issue hingga 100 miliar saham dengan target 463 juta dolar AS. Rencana akuisisi masih menunggu persetujuan RUPSLB pada 30 November 2026.
Jakarta, FORTUNE — PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) berencana memperluas bisnis pertambangan nikel melalui akuisisi dua perusahaan, yakni PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik) dan Denway Development Limited (DDL). Kedua perusahaan tersebut memiliki kegiatan usaha dan aset pertambangan nikel di Indonesia.
Bumanik mengoperasikan tambang nikel di Morowali, Sulawesi Tengah, sedangkan Denway merupakan perusahaan induk yang menaungi sejumlah perusahaan pertambangan nikel. Keduanya juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba sepanjang delapan bulan pertama 2026.
PACK menyiapkan transaksi senilai total 403 juta dolar AS atau sekitar Rp7,12 triliun untuk mengambil alih kedua perusahaan tersebut. Seperti apa profil Bumanik dan Denway yang menjadi target akuisisi PACK? Berikut ulasannya.
Table of Content
Profil PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik)
PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama adalah perusahaan pertambangan nikel yang telah beroperasi sejak 9 November 2006. Wilayah operasionalnya berada di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah dengan luas area konsolidasi mencapai 4.778 hektare.
Struktur kepemilikan Bumanik terdiri atas PT Merlot Grup Indonesia sebagai pengendali, dengan porsi kepemilikan sebesar 98,99 persen. Sementara itu, Pure Venture Capital Limited memiliki saham Bumanik senilai 1,01 persen.
Kinerja keuangan Bumanik membukukan pendapatan neto Rp1,08 triliun selama delapan bulan pertama 2026. Capaian ini melampaui pendapatan sepanjang 2025 sebesar Rp1,04 triliun berdasarkan laporan keuangan yang diaudit KAP Achsin Handoko Tomo.
Laba bersih periode berjalan senilai Rp242,59 miliar per 31 Agustus 2026. Angka tersebut berbalik dari posisi rugi bersih Rp118,78 miliar pada 2025. Total aset Bumanik tercatat Rp1,53 triliun dan ekuitas sebesar Rp369,9 miliar.
Menurut Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Kusnanto dan rekan, Bumanik memiliki nilai pasar 100 persen saham senilai Rp1,43 triliun. Nilai tersebut menjadi salah satu acuan dalam menilai kewajaran transaksi akuisisi PACK.
Profil Denway Development Limited (DDL)
Profil Denway Development Limited dikenal sebagai perusahaan induk berbadan hukum asing yang beroperasi di Hong Kong. Di Indonesia, DDL menaungi sejumlah perusahan tambang nikel, seperti PT Karyatama Konawe Utara (KKU), PT Konutara Sejati (KS), dan PT Hanking Makmur Nickelsment (HMN).
Berdasarkan laporan keuangan yang diaudit Richful CPA Limited, Denway mencatat pendapatan sebesar 1,48 miliar yuan China hingga 31 Agustus 2026. Angka ini melonjak dari pendapatan selama 2025 sebesar 906,4 juta yuan China.
Sementara itu, perusahaan membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar 852,2 juta yuan China, naik dari 161 juta yuan China pada 2025. Total aset Denway tercatat 1,28 miliar yuan China dan ekuitas senilai 396 juta yuan China.
Penilaian KJPP Kusnanto dan Rekan menunjukkan nilai pasar 100 persen saham DDL diproyeksikan mencapai level 2,21 miliar yuan China atau setara Rp5,83 triliun (kurs Rp2.634 per yuan China). Transaksi ini dinilai wajar secara finansial berdasarkan penilaian independen.
Rencana PACK akuisisi Bumanik dan Denway
PACK menyiapkan dua skema transaksi untuk mengambil alih Bumanik dan Denway. Akuisisi Bumanik akan dilakukan melalui dua anak usaha, yakni PT Daya Unggul Raya (DUR) dan PT Gemilang Padma Raya (GPR), dengan nilai transaksi 79 juta dolar AS atau sekitar Rp1,39 triliun.
Sementara itu, PACK akan membeli seluruh saham Denway dari Hanking (Indonesia) Mining Limited senilai 324 juta dolar AS atau sekitar Rp5,74 triliun. Pembelian DDL tergolong transaksi material dan afiliasi karena adanya kesamaan pengendali akhir.
Untuk mendanai pembelian DDL, melunasi pinjaman, dan memenuhi kebutuhan modal kerja, PACK merencanakan penerbitan maksimal 100 miliar saham baru melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) II atau rights issue. Nilai dana yang ditargetkan mencapai 463 juta dolar AS atau sekitar Rp8,19 triliun.
Pemegang saham pengendali PACK, PT Eco Energi Perkasa, berkomitmen menggunakan haknya dalam aksi korporasi tersebut sekaligus bertindak sebagai pembeli siaga. Perusahaan menyiapkan dana maksimal 418 juta dolar AS atau sekitar Rp7,39 triliun untuk menyerap saham baru yang tidak diambil pemegang saham lainnya.
Seluruh rencana tersebut masih memerlukan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 30 November 2026.
Adapun struktur kepemilikan PACK terdiri atas PT Eco Energi Perkasa sebesar 38,51 persen dan pengusaha asal Kalimantan Selatan, Haji Isam, sebesar 20,05 persen. Sementara itu, pemegang saham lainnya dengan kepemilikan masing-masing di bawah 5 persen menguasai 41,44 persen saham perseroan.
FAQ seputar profil Bumanik dan Denway
PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama bergerak di bidang apa? Bumanik bergerak di bidang pertambangan dan perdagangan bijih nikel sejak 2006. Kawasan operasional di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
Apa itu Denway Development Limited? Denway adalah perusahaan induk berbadan hukum asing yang ada di Hong Kong. Perusahaan ini mengelola aset pertambangan nikel di Indonesia lewat anak usahanya.
Kenapa PACK akuisisi Bumanik dan Denway? Aksi korporasi tersebut bertujuan untuk memperluas portofolio dan memperkuat posisi di sektor pertambangan nikel.
Bagaimana PACK mendanai akuisisi kedua perusahaan nikel tersebut? PACK menggelar aksi right issue mencapai 463 juta dolar AS atau Rp8,19 triliun untuk mendanai rencana akuisisi tersebut.









