Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

BEI Kecualikan Saham HSC dari IHSG Mulai November 2026

2 min read
BEI Kecualikan Saham HSC dari IHSG Mulai November 2026
Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI)/Indonesia Stock Exchange (IDX) (idx.co.id)
  • BEI akan mengecualikan saham dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) dari seleksi IHSG mulai 2 November 2026, demi mencerminkan pergerakan indeks yang lebih wajar.
  • Daftar HSC mencakup 80 saham berbobot sekitar 18 persen di IHSG. BEI juga mengubah jadwal evaluasi reguler menjadi Januari, April, Juli, dan Oktober.
  • Penyesuaian insidental akan segera diterapkan bagi saham yang masuk atau keluar HSC. Phintraco menilai kebijakan ini dapat meningkatkan transparansi, namun memicu tekanan dan volatilitas jangka pendek.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mulai mengecualikan saham-saham dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) dalam kriteria seleksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) per 2 November 2026.

Itu merupakan salah satu penyesuaian atas kriteria evaluasi IHSG yang mempertimbangkan kebutuhan indeks yang lebih mewakili dinamika pasar dalam beberapa waktu terakhir.

Di dalam daftar HSC terdapat 80 saham dengan bobot sekitar 18 persen terhadap IHSG. "[Langkah ini] untuk memberikan gambaran pergerakan IHSG yang lebih wajar, karena seperti diketahui, ada potensi risiko pada saham-saham di dalam [saham] HSC," ujar Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, dikutip Kamis (22/10).

Sebelumnya, hanya saham-saham dalam papan akselerasi yang dikecualikan dari penghitungan IHSG.

Sejalan dengan itu, bursa juga mengubah periode evaluasi IHSG menjadi Januari, April, Juli, dan Oktober, dari sebelumnya pada Maret, Juni, September, dan Desember. Hari efektif bursa pertamanya juga berubah menjadi Februari, Mei, Agustus, dan November (sebelumnya Januari, April, Juli, dan Oktober).

Selain itu, terdapat poin evaluasi insidental, yang sebelumnya belum diatur secara khusus. Di poin itu, saham-saham yang masuk atau keluar dari HSC di luar periode evaluasi indeks akan segera disesuaikan pada IHSG.

Phintraco Sekuritas menilai, kebijakan itu berpotensi meningkatkan kualitas IHSG agar lebih mencerminkan saham yang dapat diinvestasikan oleh publik serta memperkuat transparansi pasar. Dalam jangka pendek, saham yang masuk kategori HSC berpotensi menghadapi tekanan harga dan volatilitas akibat penyesuaian portofolio investor yang mengikuti indeks.

"Sementara itu, dampak terhadap IHSG secara keseluruhan bergantung pada bobot saham yang dikeluarkan dan aliran dana investor, sehingga efektivitas kebijakan dalam memulihkan kepercayaan pasar masih perlu dicermati," kata tim riset Phintraco Sekuritas.

Sebagai konteks, penyesuaian kriteria evaluasi IHSG itu merujuk pada pengumuman PT Bursa Efek Indonesia No. Peng-00148/BEI.POP/05-2021 tanggal 31 Mei 2021 perihal Penerapan Free Float dalam Penghitungan Indeks; serta Surat Keputusan Bersama Direksi PT Bursa Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia nomor Kep-00047/BEI/03-2026, KEP-0024/DIR/KSEI/0426 perihal Penetapan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi pada Perusahaan Tercatat.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More