CIMB Niaga Bantah Isu Delisting, Kaji Opsi Pemenuhan Free Float

- CIMB Niaga membantah isu delisting atau privatisasi dan menegaskan masih mengkaji sejumlah opsi untuk memenuhi ketentuan free float sambil berkonsultasi dengan regulator.
- CIMB Group dilaporkan mempertimbangkan privatisasi, penempatan saham kepada investor strategis, atau IPO ulang; namun privatisasi belum menjadi keputusan final.
- CIMB Group Sdn Hhd menguasai 91,44 persen saham BNGA, sementara porsi publik 7,43 persen; saham BNGA naik 11,29 persen menjadi Rp1.725.
Jakarta, FORTUNE - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) buka suara terkait isu delisting atau privatisasi perseroan, di tengah upaya pemenuhan ketentuan free float baru dari regulator pasar modal.
Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, membantah kabar tersebut. Menurutnya, saat ini perseroan masih melakukan penilaian terhadap beberapa opsi.
"Dan komitmen kami untuk comply dengan peraturan. CIMB Niaga selalu berkonsultasi dengan regulator," kata Lani kepada Fortune Indonesia, Rabu (21/10).
Sebelumnya, dikutip dari The Star asal Malaysia, CIMB Group Holdings Bhd sedang mempertimbangkan 3 opsi untuk memenuhi persyaratan free-float terbaru CIMB Niaga. Salah satunya, adalah opsi privatisasi. Langkah itu didasari oleh rendahnya valuasi saham BNGA kendati prospek jangka panjangnya masih positif.
Dua opsi lainnya mencakup: menempatkan saham kepada investor strategis dengan valuasi yang bisa diterima dan penawaran umum perdana (IPO) ulang. Opsi kedua dinilai tidak mungkin dilakukan dalam kondisi pasar Indonesia saat ini.
"CIMB mencatat ada berbagai opsi penghapusan pencatatan saham yang tersedia, termasuk pengaturan yang memungkinkan pemegang saham minoritas untuk mempertahankan sisa saham setelah privatisasi, dengan mengutip pengaturan kepemilikan minoritas historis CIMB Thai dan CIMB Bank Malaysia sebagai preseden," demikian pernyataan CIMB IB dalam risetnya, yang dilansir dari The Star.
Kendati begitu, opsi untuk melakukan privatisasi CIMB Niaga itu disebut belum menjadi keputusan final.
Berdasarkan data struktur pemilik saham CIMB Niaga, CIMB Group Sdn Hhd memiliki 22,99 miliar unit saham BNGA atau setara 91,44 persen. Sementara itu, saham milik publik berjumlah 1,87 miliar saham atau setara 7,43 persen. Kemudian, masyarakat juga memiliki saham dalam bentuk warkat sebanyak 272,25 juta saham atau 1,08 persen.
Saham BNGA menguat 11,29 persen ke Rp1.725 pada Rabu sore, menjelang penutupan perdagangan.














