- Alokasi dana: Rp8 triliun
- Periode: 20 Juli 2026–16 Juli 2027
Daftar Emiten Gelar Buyback Saham, Ada ASII hingga BBCA

Sejumlah emiten BEI menggelar buyback saham dengan alokasi dana mulai dari ratusan juta hingga triliunan rupiah.
ASII menyiapkan dana terbesar senilai Rp8 triliun, disusul BBCA, ADRO, dan AADI masing-masing Rp5 triliun.
Emiten dapat melakukan buyback tanpa persetujuan RUPS terlebih dahulu sesuai ketentuan OJK yang berlaku.
Jakarta, FORTUNE — Di tengah fluktuasi pasar modal, sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia menjalankan pembelian kembali saham (buyback). Berdasarkan keterbukaan informasi hingga 21 Oktober 2026, dana yang disiapkan mulai dari ratusan juta hingga triliunan rupiah.
Pelaksanaan buyback mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 dan Surat OJK Nomor S-112/D.04/2026 tertanggal 9 September 2026. Emiten bisa melakukan buyback tanpa persetujuan RUPS terlebih dahulu asalkan memenuhi persyaratan.
Berikut daftar emiten yang menggelar buyback. Dana alokasi merupakan batas maksimal anggaran, bukan nilai transaksi yang telah direalisasikan.
Daftar emiten buyback saham 2026
Astra International (ASII)
Bank Central Asia (BBCA)
- Alokasi dana: Rp5 triliun
- Periode: 12 Maret 2026–11 Maret 2027
Alamtri Resources Indonesia (ADRO)
- Alokasi dana: Rp5 triliun
- Periode: 17 April 2026–18 April 2027
Adaro Andalan Indonesia (AADI)
- Alokasi dana: Rp5 triliun
- Periode: 23 Mei 2026–22 Mei 2027
Telkom Indonesia (TLKM)
- Alokasi dana: Rp4 triliun
- Periode: 9 Juni 2026–8 Juni 2027
GoTo Gojek Tokopedia (GOTO)
- Alokasi dana: Rp3,5 triliun
- Periode: 19 Juni 2026–18 Juni 2027
United Tractors (UNTR)
- Alokasi dana: Rp2 triliun
- Periode: 1 Oktober–31 Desember 2026
Merdeka Battery Materials (MBMA)
- Alokasi dana: Rp1,38 triliun
- Periode: 17 September–16 Desember 2026
Bank Mandiri (BMRI)
- Alokasi dana: Rp1,17 triliun
- Periode: 30 April 2026–29 April 2027
Barito Pacific (BRPT)
- Alokasi dana: Rp1 triliun
- Periode: 19 Oktober–31 Desember 2026
Barito Renewables Energy (BREN)
- Alokasi dana: Rp1 triliun
- Periode: 19 Oktober–31 Desember 2026
Chandra Asri Pacific (TPIA)
- Alokasi dana: Rp1 triliun
- Periode: 19 Oktober–31 Desember 2026
Dian Swastatika Sentosa (DSSA)
- Alokasi dana: Rp1 triliun
- Periode: 19 Oktober 2026–18 Januari 2027
Bank BTPN Syariah (BTPS)
- Alokasi dana: Rp1 triliun
- Periode: Maksimal 12 bulan setelah RUPSLB 14 Oktober 2026
Bank Negara Indonesia (BBNI)
- Alokasi dana: Rp627 miliar
- Periode: 27 Juli–26 Oktober 2026
Petrindo Jaya Kreasi (CUAN)
- Alokasi dana: Rp500 miliar
- Periode: 19 Oktober–31 Desember 2026
Kalbe Farma (KLBF)
- Alokasi dana: Rp500 miliar
- Periode: 17 September–17 Desember 2026
Erajaya Swasembada (ERAA)
- Alokasi dana: Rp500 miliar
- Periode: 4 September–4 Desember 2026
Sarana Menara Nusantara (TOWR)
- Alokasi dana: Rp500 miliar
- Periode: 30 September–30 Desember 2026
TBS Energi Utama (TOBA)
- Alokasi dana: Rp448,69 miliar
- Periode: 17 April 2026–17 April 2027
Astra Agro Lestari (AALI)
- Alokasi dana: Rp400 miliar
- Periode: 2 Oktober–28 Desember 2026
Bangun Kosambi Sukses (CBDK)
- Alokasi dana: Rp250 miliar
- Periode: 20 Agustus–19 November 2026
Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE)
- Alokasi dana: Rp200 miliar
- Periode: 1 Juni 2026–29 Mei 2027
Prodia Widyahusada (PRDA)
- Alokasi dana: Rp150 miliar
- Periode: 20 Agustus–19 November 2026
Paramita Bangun Sarana (PBSA)
- Alokasi dana: Rp100 miliar
- Periode: 20 Oktober 2026–19 Januari 2027
Elnusa (ELSA)
- Alokasi dana: Rp100 miliar
- Periode: 3 Agustus–2 November 2026
Estika Tata Tiara (BEEF)
- Alokasi dana: Rp100 miliar
- Periode: 19 Mei 2026–18 Mei 2027
IMC Pelita Logistik (PSSI)
- Alokasi dana: Rp50 miliar
- Periode: 18 Mei 2026–17 Mei 2027
Quantum Clovera Investama (KREN)
- Alokasi dana: Rp50 miliar
- Periode: Maksimal 12 bulan sejak 24 Juni 2026
Mulia Boga Raya (KEJU)
- Alokasi dana: Rp28,12 miliar
- Periode: Maksimal 12 bulan setelah RUPSLB 21 April 2026
Asuransi Maximus Graha Persada (ASMI)
- Alokasi dana: Rp17,91 miliar
- Periode: Maksimal 12 bulan setelah RUPSLB 27 April 2026
UBC Medical Indonesia (LABS)
- Alokasi dana: Rp12,6 miliar
- Periode: 11 Agustus 2026–11 Januari 2027
Alkindo Naratama (ALDO)
- Alokasi dana: Rp10 miliar
- Periode: 24 Juni 2026–23 Juni 2027
Ashmore Asset Management Indonesia (AMOR)
- Alokasi dana: Rp7 miliar
- Periode: 1 Agustus–31 Oktober 2026
Bank CIMB Niaga (BNGA)
- Alokasi dana: Rp480 juta
- Periode: Maksimal 12 bulan setelah RUPSLB 17 April 2026
Sejumlah emiten mengungkapkan tujuan buyback. Misalnya, DSSA menargetkan peningkatan nilai bagi pemegang saham dan kepercayaan publik. PBSA berupaya menjaga stabilitas harga saham.
Meski telah mengalokasikan dana, realisasi buyback bergantung pada keputusan emiten dan kondisi pasar selama periode pelaksanaan. Dengan demikian, jumlah saham yang dibeli kembali belum tentu mencapai batas maksimal anggaran yang disiapkan.
FAQ seputar daftar emiten gelar buyback saham
Apa itu buyback saham? Buyback adalah aksi perusahaan membeli kembali sahamnya sendiri.
Emiten mana yang memiliki plafon buyback terbesar dalam daftar? Astra International (ASII) memiliki plafon maksimal Rp8 triliun.
Berapa dana buyback yang disiapkan BRPT, BREN, dan TPIA? Masing-masing menyiapkan dana maksimal Rp1 triliun.
Apakah plafon buyback sama dengan realisasi pembelian? Tidak, plafon merupakan batas dana yang disiapkan dan bukan nilai pembelian yang sudah terealisasi.













