Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Daftar Emiten Gelar Buyback Saham, Ada ASII hingga BBCA

4 min read
Daftar Emiten Gelar Buyback Saham, Ada ASII hingga BBCA
ilustrasi saham (unsplash.com/Jakub Żerdzicki)

  • Sejumlah emiten BEI menggelar buyback saham dengan alokasi dana mulai dari ratusan juta hingga triliunan rupiah.

  • ASII menyiapkan dana terbesar senilai Rp8 triliun, disusul BBCA, ADRO, dan AADI masing-masing Rp5 triliun.

  • Emiten dapat melakukan buyback tanpa persetujuan RUPS terlebih dahulu sesuai ketentuan OJK yang berlaku.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — Di tengah fluktuasi pasar modal, sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia menjalankan pembelian kembali saham (buyback). Berdasarkan keterbukaan informasi hingga 21 Oktober 2026, dana yang disiapkan mulai dari ratusan juta hingga triliunan rupiah.

Pelaksanaan buyback mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 dan Surat OJK Nomor S-112/D.04/2026 tertanggal 9 September 2026. Emiten bisa melakukan buyback tanpa persetujuan RUPS terlebih dahulu asalkan memenuhi persyaratan.

Berikut daftar emiten yang menggelar buyback. Dana alokasi merupakan batas maksimal anggaran, bukan nilai transaksi yang telah direalisasikan.

  1. Daftar emiten buyback saham 2026

    Astra International (ASII)

    • Alokasi dana: Rp8 triliun
    • Periode: 20 Juli 2026–16 Juli 2027

    Bank Central Asia (BBCA)

    • Alokasi dana: Rp5 triliun
    • Periode: 12 Maret 2026–11 Maret 2027

    Alamtri Resources Indonesia (ADRO)

    • Alokasi dana: Rp5 triliun
    • Periode: 17 April 2026–18 April 2027

    Adaro Andalan Indonesia (AADI)

    • Alokasi dana: Rp5 triliun
    • Periode: 23 Mei 2026–22 Mei 2027

    Telkom Indonesia (TLKM)

    • Alokasi dana: Rp4 triliun
    • Periode: 9 Juni 2026–8 Juni 2027

    GoTo Gojek Tokopedia (GOTO)

    • Alokasi dana: Rp3,5 triliun
    • Periode: 19 Juni 2026–18 Juni 2027

    United Tractors (UNTR)

    • Alokasi dana: Rp2 triliun
    • Periode: 1 Oktober–31 Desember 2026

    Merdeka Battery Materials (MBMA)

    • Alokasi dana: Rp1,38 triliun
    • Periode: 17 September–16 Desember 2026

    Bank Mandiri (BMRI)

    • Alokasi dana: Rp1,17 triliun
    • Periode: 30 April 2026–29 April 2027

    Barito Pacific (BRPT)

    • Alokasi dana: Rp1 triliun
    • Periode: 19 Oktober–31 Desember 2026

    Barito Renewables Energy (BREN)

    • Alokasi dana: Rp1 triliun
    • Periode: 19 Oktober–31 Desember 2026

    Chandra Asri Pacific (TPIA)

    • Alokasi dana: Rp1 triliun
    • Periode: 19 Oktober–31 Desember 2026

    Dian Swastatika Sentosa (DSSA)

    • Alokasi dana: Rp1 triliun
    • Periode: 19 Oktober 2026–18 Januari 2027

    Bank BTPN Syariah (BTPS)

    • Alokasi dana: Rp1 triliun
    • Periode: Maksimal 12 bulan setelah RUPSLB 14 Oktober 2026

    Bank Negara Indonesia (BBNI)

    • Alokasi dana: Rp627 miliar
    • Periode: 27 Juli–26 Oktober 2026

    Petrindo Jaya Kreasi (CUAN)

    • Alokasi dana: Rp500 miliar
    • Periode: 19 Oktober–31 Desember 2026

    Kalbe Farma (KLBF)

    • Alokasi dana: Rp500 miliar
    • Periode: 17 September–17 Desember 2026

    Erajaya Swasembada (ERAA)

    • Alokasi dana: Rp500 miliar
    • Periode: 4 September–4 Desember 2026

    Sarana Menara Nusantara (TOWR)

    • Alokasi dana: Rp500 miliar
    • Periode: 30 September–30 Desember 2026

    TBS Energi Utama (TOBA)

    • Alokasi dana: Rp448,69 miliar
    • Periode: 17 April 2026–17 April 2027

    Astra Agro Lestari (AALI)

    • Alokasi dana: Rp400 miliar
    • Periode: 2 Oktober–28 Desember 2026

    Bangun Kosambi Sukses (CBDK)

    • Alokasi dana: Rp250 miliar
    • Periode: 20 Agustus–19 November 2026

    Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE)

    • Alokasi dana: Rp200 miliar
    • Periode: 1 Juni 2026–29 Mei 2027

    Prodia Widyahusada (PRDA)

    • Alokasi dana: Rp150 miliar
    • Periode: 20 Agustus–19 November 2026

    Paramita Bangun Sarana (PBSA)

    • Alokasi dana: Rp100 miliar
    • Periode: 20 Oktober 2026–19 Januari 2027

    Elnusa (ELSA)

    • Alokasi dana: Rp100 miliar
    • Periode: 3 Agustus–2 November 2026

    Estika Tata Tiara (BEEF)

    • Alokasi dana: Rp100 miliar
    • Periode: 19 Mei 2026–18 Mei 2027

    IMC Pelita Logistik (PSSI)

    • Alokasi dana: Rp50 miliar
    • Periode: 18 Mei 2026–17 Mei 2027

    Quantum Clovera Investama (KREN)

    • Alokasi dana: Rp50 miliar
    • Periode: Maksimal 12 bulan sejak 24 Juni 2026

    Mulia Boga Raya (KEJU)

    • Alokasi dana: Rp28,12 miliar
    • Periode: Maksimal 12 bulan setelah RUPSLB 21 April 2026

    Asuransi Maximus Graha Persada (ASMI)

    • Alokasi dana: Rp17,91 miliar
    • Periode: Maksimal 12 bulan setelah RUPSLB 27 April 2026

    UBC Medical Indonesia (LABS)

    • Alokasi dana: Rp12,6 miliar
    • Periode: 11 Agustus 2026–11 Januari 2027

    Alkindo Naratama (ALDO)

    • Alokasi dana: Rp10 miliar
    • Periode: 24 Juni 2026–23 Juni 2027

    Ashmore Asset Management Indonesia (AMOR)

    • Alokasi dana: Rp7 miliar
    • Periode: 1 Agustus–31 Oktober 2026

    Bank CIMB Niaga (BNGA)

    • Alokasi dana: Rp480 juta
    • Periode: Maksimal 12 bulan setelah RUPSLB 17 April 2026

    Sejumlah emiten mengungkapkan tujuan buyback. Misalnya, DSSA menargetkan peningkatan nilai bagi pemegang saham dan kepercayaan publik. PBSA berupaya menjaga stabilitas harga saham.

    Meski telah mengalokasikan dana, realisasi buyback bergantung pada keputusan emiten dan kondisi pasar selama periode pelaksanaan. Dengan demikian, jumlah saham yang dibeli kembali belum tentu mencapai batas maksimal anggaran yang disiapkan.

    FAQ seputar daftar emiten gelar buyback saham

    Apa itu buyback saham?

    Buyback adalah aksi perusahaan membeli kembali sahamnya sendiri.

    Emiten mana yang memiliki plafon buyback terbesar dalam daftar?

    Astra International (ASII) memiliki plafon maksimal Rp8 triliun.

    Berapa dana buyback yang disiapkan BRPT, BREN, dan TPIA?

    Masing-masing menyiapkan dana maksimal Rp1 triliun.

    Apakah plafon buyback sama dengan realisasi pembelian?

    Tidak, plafon merupakan batas dana yang disiapkan dan bukan nilai pembelian yang sudah terealisasi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More