SAL Token Resmi Diluncurkan, Hubungkan Freight ke Blockchain

- SAL Token resmi diluncurkan pada 21 Oktober 2026 untuk mengintegrasikan blockchain dengan logistik, khususnya mempercepat solusi pembayaran lintas negara di industri freight.
- $SAL berfungsi sebagai token utilitas dan akses marketplace pendanaan invoice terverifikasi dari SAS Worldwide Logistics; modal kerja invoice menggunakan stablecoin seperti USDC atau USDT.
- Model bisnis SAL akan diuji melalui pilot terkontrol bersama SAS Worldwide Logistics sebelum diperluas. Token ini telah tersedia di platform perdagangan aset kripto Mobee.
Jakarta, FORTUNE - SAL Token ($SAL) resmi diperkenalkan pada 21 Oktober 2026 dengan mengusung konsep integrasi blockchain dan kegiatan logistik di dunia nyata. Aset kripto yang dikembangkan oleh tim di balik SAS Worldwide Logistics tersebut dirancang untuk menghubungkan teknologi digital dengan aktivitas pengiriman barang dan pendanaan dalam industri freight.
Peluncuran SAL berlangsung ketika pasar aset digital di Indonesia terus berkembang. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, jumlah akun konsumen pada pedagang aset keuangan digital mencapai 22,93 juta per Juli 2026. Adapun nilai transaksi bulanan tercatat sebesar Rp20,52 triliun.
Di tengah pertumbuhan tersebut, SAL menawarkan pemanfaatan blockchain untuk kebutuhan bisnis yang konkret. Melalui konsep real-world asset (RWA), token ini diarahkan untuk membantu mengatasi kendala transaksi lintas negara, khususnya dalam proses pembayaran di sektor logistik.
Managing Director SAS Worldwide Logistics, Arthur Sulaiman, mengatakan pengembangan SAL berangkat dari persoalan yang kerap dihadapi pelaku industri. Pengiriman barang antarnegara dapat berlangsung dalam hitungan hari, tetapi penyelesaian pembayaran tagihan atau invoice sering kali memerlukan waktu berminggu-minggu.
"Freight dapat bergerak lintas negara dalam hitungan hari, tetapi pembayarannya bisa membutuhkan waktu berminggu-minggu. Dan SAL dibangun karena hal itu. Alih-alih membuat token yang benar-benar baru, kami memulainya dari bisnis logistik yang memang sudah kami jalankan untuk melihat bagaimana blockchain dapat menjembatani pembayaran digital dengan aktivitas ekonomi dunia nyata," ujar Arthur dalam keterangan resmi, Kamis (22/10).
Dalam ekosistem yang dibangun, $SAL digunakan sebagai token utilitas sekaligus sarana akses bagi para partisipan untuk berinteraksi di marketplace pendanaan invoice logistik. Tagihan yang tersedia di platform tersebut berasal dari layanan SAS Worldwide Logistics dan telah melalui proses verifikasi.
Sementara itu, pendanaan modal kerja untuk invoice yang memenuhi kriteria dilakukan melalui mekanisme terpisah dengan menggunakan aset kripto berbentuk stablecoin, seperti USDC atau USDT.
Untuk mendukung transparansi, sistem tersebut dirancang agar pengguna dapat mengakses informasi terkait setiap peluang pendanaan. Informasi yang disediakan meliputi nilai invoice, jangka waktu pendanaan, persyaratan, pengungkapan risiko, hingga perkiraan waktu penyelesaian pembayaran.
Pada tahap awal, SAL akan menguji model bisnis tersebut melalui proyek percontohan atau pilot yang dijalankan secara terkontrol bersama SAS Worldwide Logistics. Setelah tahap pengujian, cakupan implementasi direncanakan untuk diperluas.
Saat ini, $SAL sudah tersedia untuk dibeli melalui platform perdagangan aset kripto Mobee. Adapun informasi mengenai bursa aset kripto lain yang akan memperdagangkan token tersebut dijadwalkan untuk diumumkan kemudian.














