Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Minat Investor ke Token Saham AS Meningkat, Aktivitas Trading PINTU Naik 18%

Minat Investor ke Token Saham AS Meningkat, Aktivitas Trading PINTU Naik 18%
Ilustrasi investasi kripto atau crypto (unsplash.com/Andre Francois)
Share Article

Jakarta, FORTUNE – Platform investasi kripto, PT Pintu Kemana Saja (PINTU) mencatat pertumbuhan aktivitas perdagangan aset tokenisasi berbasis saham Amerika Serikat (US Stocks Tokenized Assets) sepanjang kuartal II 2026.

Dibandingkan kuartal sebelumnya, jumlah trader aktif meningkat 18 persen, diikuti jumlah transaksi naik 17 persen, sementara volume perdagangan bertambah 11 persen. Tren ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap instrumen investasi berbasis real world assets (RWA) sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio.

Presiden Direktur PINTU, Andy Putra mengatakan pertumbuhan yang terjadi secara merata pada seluruh indikator menunjukkan bahwa saham dan ETF Amerika Serikat dalam bentuk token semakin diterima oleh investor aset digital di Indonesia.

“Kenaikan jumlah trader aktif hingga 18 persen secara kuartalan mengindikasikan basis investor yang semakin meluas,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/7).

Sepanjang kuartal II, token berbasis exchange-traded fund (ETF) menjadi pendorong utama pertumbuhan. Token ETF Nasdaq-100 mencatat lonjakan volume perdagangan sebesar 115 persen secara kuartalan dengan kenaikan jumlah trader aktif mencapai 196 persen.

Sementara itu, token ETF S&P 500 membukukan pertumbuhan volume 74 persen dan lonjakan trader aktif sebesar 160 persen. Menurut PINTU, tingginya minat terhadap ETF mengindikasikan investor mulai memilih instrumen yang menawarkan diversifikasi lebih luas dibanding berfokus pada satu saham.

Di luar ETF, sejumlah token berbasis saham teknologi juga mencatat pertumbuhan signifikan. Token saham Apple menjadi salah satu aset dengan kenaikan volume perdagangan tertinggi, lebih dari dua kali lipat dibanding kuartal sebelumnya. Pertumbuhan juga terjadi pada token berbasis saham Circle yang naik 60 persen, Microsoft 39 persen, serta token berbasis komoditas perak yang meningkat 39 persen.

Hingga saat ini, PINTU menyediakan 45 aset tertokenisasi berbasis saham dan ETF Amerika Serikat, termasuk saham Apple, Microsoft, NVIDIA, Amazon, Meta, Tesla, Alphabet, AMD, Coinbase, Circle, hingga aset berbasis emas.

Perseroan menilai semakin beragamnya pilihan aset RWA, disertai edukasi kepada investor, akan mendorong adopsi investasi aset tertokenisasi secara lebih luas di Indonesia. meski tetap mengingatkan bahwa instrumen tersebut memiliki risiko yang perlu dipahami sebelum berinvestasi.

“Kami selalu mengingatkan bahwa aset tertokenisasi tetap merupakan instrumen investasi yang memiliki risiko, sehingga investor perlu mempelajari dan memahami sepenuhnya karakteristik, potensi imbal hasil, dan risiko masing-masing aset sebelum bertransaksi,” ujar Andy.

Ke depan, PINTU akan terus memperkenalkan, mengedukasi, dan memperluas ketersediaan pilihan RWA secara bertanggung jawab bagi investor dan trader di Indonesia.

Share Article
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Latest in Finance

See More