Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Terimpit Beban Generasi Sandwich, Mayoritas Gen Z Pilih Menunda Kepemilikan Hunian

Terimpit Beban Generasi Sandwich, Mayoritas Gen Z Pilih Menunda Kepemilikan Hunian
Ilustrasi perumahan KPR. (Dok: Antara/Antara Foto)
  • Riset Deloitte 2026 mencatat 55 persen Gen Z dan 52 persen milenial menunda membeli rumah karena kondisi finansial belum memadai serta kenaikan harga properti.

  • Di Indonesia, 46,3 persen Gen Z tergolong generasi sandwich, sehingga kebutuhan keluarga dan orang tua turut memperberat kemampuan mereka menyiapkan kepemilikan hunian.

  • BTN dan Rumah123 memperluas akses KPR online melalui Harpropnas Fest 2026, agar calon pembeli dapat mencari hunian sekaligus mengukur kemampuan finansial sebelum mengambil pembiayaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE – Lebih dari separuh Generasi Z (Gen Z) dan milenial memilih menunda pembelian rumah akibat hambatan finansial dan kenaikan harga properti. Fenomena ini mendorong PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan Rumah123 memperluas akses KPR online melalui ajang Hari Properti Nasional (Harpropnas) Fest 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta.

Langkah ini menjadi solusi dalam membantu generasi muda mengukur kapasitas keuangan sebelum mengambil keputusan pembiayaan. Harpropnas Fest 2026 sendiri berlangsung pada 8–13 September 2026 dan resmi dibuka pada Rabu (9/9).

Tekanan keuangan generasi muda terekam dalam riset terbaru Deloitte pada 2026 yang melibatkan lebih dari 22.500 Gen Z dan Milenial di 44 negara. Hasil riset mengungkapkan 55 persen Gen Z dan 52 persen Milenial memilih untuk menunda membeli rumah lantaran kondisi keuangan yang belum mencukupi.

Di dalam negeri, kendala tersebut diperberat oleh beban domestik. Survei DataIndonesia.id pada 2023 mencatat sekitar 46,3 persen Gen Z di Indonesia tergolong sebagai generasi sandwich. Mereka terimpit dalam mencukupi kebutuhan keluarga dan orang tuanya.

SEVP Digital Business BTN, Thomas Wahyudi, menilai berburu hunian untuk generasi muda kini tak sekadar soal menemukan rumah idaman. Kemampuan mencicil, pilihan pembiayaan, hingga kemudahan mendapatkan informasi menjadi pertimbangan yang tak kalah penting.

“Calon pembeli perlu memperhitungkan sejumlah komponen sebelum mengambil KPR. Mulai dari lokasi, biaya hidup, transportasi, hingga cicilan rumah. Secara umum, kemampuan cicilan dapat berada di kisaran 30 persen dari penghasilan. Meski besaran tersebut tetap menyesuaikan kondisi keuangan masing-masing calon debitur,” kata Thomas melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis (10/9).

Thomas menambahkan, di tengah tantangan kepemilikan hunian, akses terhadap pembiayaan menjadi salah satu aspek penting. Generasi Z dan Milenial yang mulai memasuki fase mencari rumah perlu menyesuaikan pilihan hunian dengan kemampuan finansial.

Untuk itu, kolaborasi BTN dan Rumah123 terkait KPR online menjadi salah satu terobosan dalam memberikan pilihan lebih luas kepada masyarakat. Konsumen tidak hanya dapat mencari rumah, tetapi juga mengukur kemampuan finansial sebelum mengambil keputusan pembiayaan.

Perluasan akses perumahan ini mendapat apresiasi dari pemerintah. Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Ronny Ariuly Hutahayan, menegaskan pentingnya sinergi ekosistem.

"Akses terhadap hunian yang layak membutuhkan dukungan ekosistem yang saling terhubung, mulai dari penyediaan hunian, pembiayaan, hingga informasi," ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, CEO 99 Group, Darius Cheung, mengatakan kepemilikan rumah merupakan salah satu keputusan besar dalam hidup. Rumah123 berupaya tidak sekadar menjadi platform pencarian properti, tetapi mendampingi masyarakat sejak mencari hunian, menghitung kemampuan finansial, hingga menemukan solusi pembiayaan.

"Rumah123 ingin menemani masyarakat dalam setiap tahap perjalanan menuju kepemilikan rumah, mulai dari menemukan pilihan hingga mengakses solusi pembiayaan," kata Darius.

    Share Article
    Editorial Team

    Latest in Finance

    See More