Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Tetap Beroperasi, Chandra Asri Perketat Standar Keselamatan Saat Anak Krakatau Aktif

Tetap Beroperasi, Chandra Asri Perketat Standar Keselamatan Saat Anak Krakatau Aktif
Chandra Asri Petrokimia Tbk (chandra-asri.com)
  • Chandra Asri tetap menjalankan produksi, pengelolaan fasilitas, logistik, dan distribusi di tengah peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
  • Perseroan memantau laporan harian BMKG, potensi sebaran abu vulkanik, serta kondisi air laut di sekitar jetty.
  • Langkah kesiapsiagaan mencakup pemeriksaan peralatan darurat, patroli lapangan, pembersihan filter, dan sosialisasi penggunaan masker.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana langkah yang paling penting menurutmu?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengklaim kegiatan operasional tetap berjalan normal di tengah peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Meski demikian, emiten petrokimia dan infrastruktur ini memperketat pemantauan dan kesiapsiagaan di area operasional untuk mengantisipasi dampak aktivitas vulkanik.

Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi, mengatakan hingga saat ini kegiatan operasional perusahaan seperti produksi, pengelolaan fasilitas dan infrastruktur, serta aktivitas logistik dan distribusi tetap berjalan. Namun, lokasi perusahaan yang berada di Cilegon, Banten, menjadi pertimbangan perseroan dalam menyiapkan langkah antisipasi.

"Hingga saat ini, kegiatan operasional kami tetap berjalan aman dengan berbagai langkah pencegahan dan prosedur tanggap darurat yang telah disiapkan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9).

Ia mengungkapan, Chandra Asri terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan di tingkat daerah maupun nasional, termasuk mengikuti rapat koordinasi bersama pemerintah setempat untuk membahas kondisi terkini dan langkah yang diperlukan. Dalam hal ini pemantauan mencakup laporan harian BMKG mengenai aktivitas gunung dan potensi sebaran abu vulkanik, serta kondisi air laut di sekitar area jetty.

Di sekitar fasilitas pabrik, perseroan juga melakukan pemeriksaan peralatan tanggap darurat dan menguji sejumlah skenario, termasuk prosedur penghentian operasional secara cepat jika kondisi mengharuskan. Selain itu meningkatkan pemantauan kondisi debu abu vulkanik melalui pemeriksaan rutin dan patroli lapangan, kemudian membersihkan filter secara berkala dan menjaga suku cadang kritis untuk memastikan fasilitas tetap siap digunakan.

Perseroan kembali menggencarkan sosialisasi prosedur tanggap darurat tim operasional dan mengimbau kepada karyawan terkait potensi paparan abu vulkanik termasuk penggunaan masker sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Kami akan terus memantau kondisi dan menyesuaikan langkah kesiapsiagaan sesuai dengan perkembangan situasi, dengan tetap memprioritaskan keselamatan karyawan, masyarakat, dan keberlangsungan operasional sebagai prioritas utama," pungkasnya.

    Share Article
    Editorial Team
    Ekarina .
    EditorEkarina .

    Latest in Finance

    See More