Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Bank Bumi Arta Buka Suara soa Dua Direksi yang Tersangkut Kasus Hukum

Bank Bumi Arta Buka Suara soa Dua Direksi yang Tersangkut Kasus Hukum
Dok BNBA
  • Bank Bumi Arta mengonfirmasi dua direksinya terkait perkara hukum yang masih berlangsung.
  • Proses hukum belum menghasilkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
  • BNBA memastikan operasional, usaha, dan layanan kepada nasabah tetap berjalan normal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bagaimana kamu melihat kondisi operasional BNBA?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Bumi Arta (BNBA) menanggapi terkait dua direksi perseroan yang tersangkut kasus hukum. Perusahaan berkomitemen menjaga layanan bank.

Manajemen Bank Bumi Arta menyatakan telah menerima informasi mengenai perkara tersebut pada 1 September 2026. Dua anggota direksi yang disebut terkait dengan perkara itu adalah Wikan Aryono S. dan Hendrik Atmajaya. Namun demikian, pihak bank tidak merinci jenis tindak pidana atau detail perkara hukum kedua diresi tersebut.

Hingga saat ini, BBNA hanya mengonfirmasi proses hukum tersebut masih berlangsung dan belum terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

"Perseroan akan terus memantau perkembangan proses hukum tersebut," demikian disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dikutip Jumat (4/9).

BNBA juga menegaskan akan menghormati sepenuhnya jalannya proses hukum dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) serta mematuhi ketentuan yang berlaku.

Di tengah proses tersebut, manajemen memastikan kegiatan operasional, usaha, dan layanan kepada nasabah tetap berjalan normal. Perseroan juga menyatakan akan menjaga penerapan tata kelola perusahaan yang baik untuk memastikan kelangsungan usaha dan memenuhi kewajiban kepada seluruh pemangku kepentingan.

Sebelumnya, pada 17 Juni 2026, BNBA telah menerima surat pengunduran diri Wikan Aryono S. dari posisi presiden direktur. Pengunduran diri tersebut disampaikan dengan alasan agar Wikan dapat fokus menghadapi kondisi hukum tersebut, serta pertimbangan lainnya seperti kondisi Kesehatan hingga faktor usia.

Pada pembukaan perdagangan Jumat (4/9), saham BNBA relatif stabil di level Rp795 per saham, di tengah isu tersebut. Ke

Dalam sebulan terakhir, saham BNBA telah menguat 7,43 persen. Namun, secara year to date, saham perseroan baru naik 0,63 persen.

    Share Article
    Editorial Team
    Ekarina .
    EditorEkarina .

    Latest in Finance

    See More