Setelah Diakuisisi, BMAS Ungkap Bidik Penyaluran Kredit Rp40 Triliun Hingga 2030

- Bank Kasikorn Indonesia menargetkan penyaluran kredit hingga 2030 setelah diakuisisi KBank.
- Perusahaan menggabungkan jaringan domestik dengan kapabilitas KBank di Thailand, Tiongkok, Vietnam, dan pasar utama lainnya.
- BMAS menyiapkan rights issue hingga 2,875 miliar saham setelah mendapat persetujuan pemegang saham.
Jakarta, FORTUNE - Pascaakuisisi oleh raksasa perbankan Thailand, Kasikornbank (KBank) dan mengubah namanya, PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS) mengungkapkan target penyaluran kredit hingga 2030..
Direktur Utama PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk, Kasemsri Charoensiddhi, menyampaikan perusahaan menggabungkan jaringan domestik dengan kapabilitas l KBank di sejumlah negara Kawasan meliputi Thailand, Tiongkok, Vietnam, dan pasar-pasar utama lainnya untuk mencapai target portfolio kredit tersebut.
"Melalui jaringan ini, kami siap menghubungkan nasabah kami dengan peluang dagang dan investasi regional, sehingga memberdayakan mereka untuk mengembangkan bisnis dan menjangkau pertumbuhan baru," ujarnya
Menurutnya, KBank saat ini merupakan salah satu dari 10 bank terbesar di ASEAN berdasarkan total aset, sehingga kapabilitas dan reputasi tersebut menjadi pijakan bagi perseoran untuk bertumbuh.
Dari sisi permodalan dan dukungan pemegang saham, posisi Bank Kasikorn Indonesia juga diperkuat setelah Fitch Ratings Indonesia menaikkan peringkat perseroan menjadi AA+(idn) dengan prospek stabil pada 17 Juli 2026, dari sebelumnya AA(idn).
Dalam penilaiannya, Fitch mengaitkan kenaikan peringkat tersebut sejalan dengan menguatnya hubungan Bank Kasikorn Indonesia dengan KBank, yang akan memperkuat dukungan pemegang saham terhadap BMAS.
BMAS juga mengumumkan rencana penambahan modal untuk memperkuat ekspansinya. Bank Kasikorn Indonesia telah mengantongi persetujuan pemegang saham untuk melakukan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu IV (PMHMETD IV) atau rights issue. Persetujuan itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung pada 27 Agustus 2026.
Dalam aksi tersebut, perseroan mendapat persetujuan untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,875 miliar saham baru dari portepel dengan nilai nominal Rp100 per saham.
RUPSLB juga memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menyatakan kepastian peningkatan modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah pelaksanaan aksi korporasi tersebut.
Bank Kasikorn Indonesia sebelumnya bernama Bank Maspion. Perubahan nama berlaku sejak 14 Juli 2026 setelah KBank melalui Kasikorn Vision Financial Company Pte. Ltd. (KVF) mengakuisisi 67 persen saham perseroan.


















