Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Ciri-Ciri Orang Kelas Menengah Atas, Kenali 7 Tandanya

Ciri-Ciri Orang Kelas Menengah Atas, Kenali 7 Tandanya
ilustrasi bekerja (pexels.com/Istiak Remon)
  • Pada 2024, kelompok kelas menengah dan menuju kelas menengah menyumbang 81,49 persen konsumsi masyarakat Indonesia.

  • Kelas menengah atas umumnya punya keuangan stabil, lebih dari satu sumber pendapatan, serta punya aset dan investasi beragam.

  • Kemapanan mereka terlihat dari kemampuan merencanakan pendidikan dan pensiun, memilih hunian strategis, serta menghadapi pengeluaran darurat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Masyarakat kelas menengah memiliki peran penting dalam perekonomian karena daya belinya menopang konsumsi rumah tangga. Pada 2024, kelompok kelas menengah dan menuju kelas menengah menyumbang 81,49 persen dari total konsumsi masyarakat Indonesia.

Istilah kelas menengah atas sendirir kerap digunakan untuk menggambarkan kelompok dengan kondisi finansial relatif tetap. Namun, mereka belum tergolong kaya.

Nah, apa saja ciri-ciri orang kelas menengah atas? Berikut tanda-tanda yang dapat dikenali dari kondisi finansial dan pola pengeluarannya.

  1. Ciri-ciri orang kelas menengah atas

  2. 1. Stabil secara keuangan

    Kelompok kelas menengah atas umumnya memiliki kondisi keuangan yang lebih stabil. Pendapatannya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok dan memberi ruang untuk menabung dan berinvestasi.

    Dengan kondisi tersebut, kelompok ini memiliki keleluasaan lebih besar dalam mengatur pengeluaran. Misalnya, mereka dapat mengalokasikan dana untuk liburan, hiburan, atau kebutuhan gaya hidup lainnya. Namun, kemampuan tersebut tidak berarti setiap orang kelas menengah atas memiliki pola konsumsi yang sama.

  3. 2. Punya lebih dari satu sumber pendapatan

    Salah satu ciri-ciri orang kelas menengah atas yang utama adalah kebiasaan membangun diversifikasi penghasilan. Kelompok ini bisa memiliki lebih dari satu sumber pendapatan demi menjaga stabilitas finansial. Misalnya, pendapatan dari pekerjaan tetap, kepemilikan bisnis, dan investasi.

    Jeff Rose, perencana keuangan bersertifikat sekaligus pendiri Good Financial Cents, mengatakan pendapatan kelas menengah berkisar 50 ribu dolar AS hingga 125 ribu dolar AS. Sementara itu, kalangan menengah ke atas bisa 15 hingga 50 persen di atas kelas menengah.

    “Kelas menengah atas mungkin berarti berpenghasilan 15–50 persen di atas median dengan bantalan keuangan yang nyaman,” ungkap Rose.

  4. 3. Diversifikasi portofolio aset

    Ketahanan finansial kelas menengah atas juga dapat terlihat dari kepemilikan aset yang lebih beragam. Selain uang tunai dan tabungan, aset dapat ditempatkan pada saham, obligasi, properti, atau instrumen investasi lainnya.

    Kondisi tersebut membuat keuangan tidak hanya bergantung pada pendapatan rutin. Mereka juga cenderung memiliki kekayaan bersih lebih besar dibandingkan utang, sehingga mampu menghadapi pengeluaran besar tanpa mengganggu kebutuhan sehari-hari.

  5. 4. Mampu membiayai pendidikan tinggi

    Pendidikan tinggi membutuhkan perencanaan keuangan karena biaya kuliah dapat menjadi beban besar bagi keluarga. Bagi kelas menengah atas, biaya pendidikan anak umumnya lebih mudah dimasukkan dalam perencanaan keuangan jangka panjang.

    Kondisi finansial yang mapan memungkinkan mereka menyiapkan dana pendidikan. Perlu diingat, kemampuan membiayai kuliah tanpa utang bukan patokan mutlak. Namun, semakin kuat kondisi keuangan keluarga dari kelas menengah atas, semakin besar pula kemampuannya menanggung biaya pendidikan.

  6. 5. Berpotensi pensiun lebih awal

    Kesiapan dana pensiun menjadi salah satu tanda kondisi finansial yang mapan. Kelas menengah atas umumnya memiliki ruang lebih besar untuk mengalokasikan pendapatan ke tabungan dan investasi jangka panjang.

    Data Federal Reserve juga menunjukkan kesiapan pensiun cenderung meningkat seiring pendapatan. Dana pensiun yang memadai memberikan fleksibilitas dalam menentukan kapan berhenti bekerja.

  7. 6. Tinggal di kawasan strategis

    Kepemilikan rumah juga dapat mencerminkan ciri-ciri orang kelas menengah atas. Kelompok ini cenderung mampu memilih hunian dengan mempertimbangkan lokasi, keamanan, akses, dan kualitas lingkungan. Karena itu, tinggal di kawasan yang strategis atau banyak diminati dapat menjadi salah satu tanda kelas menengah atas, meski bukan ukuran mutlak.

  8. 7. Stres finansial lebih minim

    Kondisi keuangan yang mapan membuat kelas menengah atas lebih siap menghadapi pengeluaran tak terduga. Dana darurat dan tabungan yang memadai dapat digunakan untuk menutup kebutuhan mendesak tanpa harus berutang.

    Kesiapan tersebut turut memberikan rasa aman dalam mengelola keuangan. Karena itu, kemampuan menghadapi kondisi darurat tanpa tekanan finansial besar dapat menjadi salah satu tanda kemapanan ekonomi.

    Itulah ciri-ciri orang kelas menengah atas yang dapat dikenali melalui kondisi keuangan hingga gaya hidupnya. Meski bukan kategori kaya seperti kelas atas, mereka bisa hidup lebih baik dibandingkan kelas bawah dan kelas menengah.

    FAQ seputar ciri-ciri orang kelas menengah

    Apakah kelas menengah selalu memiliki kondisi keuangan yang aman?

    Tidak selalu. Kelas menengah cukup rentan terhadap kenaikan biaya hidup, cicilan, dan kehilangan pekerjaan.

    Apa yang dimaksud dengan kelas menengah atas?

    Kelas menengah atas adalah kelompok dengan kondisi ekonomi relatif mapan dan daya beli lebih tinggi dibandingkan kelas menengah.

    Apakah punya rumah berarti kelas menengah?

    Tidak selalu. Kepemilikan rumah hanya salah satu indikator.

Share Article
Editorial Team

Latest in Finance

See More