Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Pegadaian Pimpin IBMA, Dorong Penguatan Ekosistem Emas Indonesia

Pegadaian Pimpin IBMA, Dorong Penguatan Ekosistem Emas Indonesia
Indonesia Bullion Market Association (IBMA) resmi dibentuk. Peresmian IBMA berlangsung di BSI Tower, Jakarta, Kamis (20/8/2026). (dok. Pegadaian)
  • IBMA resmi dibentuk di Jakarta untuk mengembangkan pasar bulion yang kredibel, efisien, dan berkelanjutan; Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti ditunjuk sebagai ketua umum.
  • Setelah layanan Bank Emas diluncurkan pada Februari 2025, lebih dari 170 ton emas telah dikelola di Indonesia, dengan 153 ton dikelola Pegadaian.
  • IBMA menyatukan pelaku rantai nilai emas untuk standardisasi, hilirisasi, literasi, dan perluasan produk berbasis emas, demi memperkuat likuiditas pasar serta daya saing nasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Indonesia Bullion Market Association (IBMA) resmi dibentuk untuk mendorong pengembangan pasar bulion yang kredibel, efisien, dan berkelanjutan. Asosiasi ini menjadi wadah kolaborasi pelaku industri untuk memperkuat standardisasi, edukasi, serta ekosistem emas nasional dari hulu hingga hilir.

Peresmian IBMA berlangsung di BSI Tower, Jakarta, Kamis (20/8/2026), dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan dari pemerintah, regulator, industri keuangan, pertambangan, hingga pelaku usaha emas. Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero), Selfie Dewiyanti, ditunjuk sebagai Ketua Umum IBMA.

Pembentukan IBMA sejalan dengan peluncuran kegiatan usaha bulion atau layanan Bank Emas oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025. Setelah satu tahun berjalan, bulion bank di Indonesia telah mengelola lebih dari 170 ton emas, dengan 153 ton di antaranya dikelola Pegadaian.

Capaian tersebut sebelumnya mendapat apresiasi dari Presiden Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI, 14 Agustus 2026. Bank Emas dinilai menjadi salah satu terobosan strategis untuk mengamankan aset nasional, memperkuat sistem keuangan, sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

  1. Mengintegrasikan Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

    WhatsApp Image 2026-08-21 at 8.16.25 AM (1).jpeg
    Indonesia Bullion Market Association (IBMA) resmi dibentuk. Peresmian IBMA berlangsung di BSI Tower, Jakarta, Kamis (20/8/2026). (dok. Pegadaian)

    Sebagai salah satu produsen emas terbesar dunia, Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk mengembangkan pasar bulion. Berdasarkan data World Gold Council, produksi emas Indonesia pada 2025 mencapai 104 ton, menempatkan Indonesia di peringkat ke-10 dunia.

    Namun, potensi tersebut dinilai masih dapat dioptimalkan melalui penguatan ekosistem dan integrasi antarpelaku industri. IBMA hadir untuk mengisi kebutuhan tersebut dengan menjadi jembatan antara regulator dan pemangku kepentingan di sepanjang rantai nilai emas, mulai dari pertambangan, jasa keuangan, pemurnian (refinery), manufaktur, hingga jasa pendukung bisnis.

    Saat ini, sejumlah perusahaan telah bergabung sebagai anggota IBMA, di antaranya Pegadaian, Bank Syariah Indonesia (BSI), PT Hartadinata Abadi Tbk, UBS Gold, PT Amman Mineral Internasional Tbk, Galeri 24, Brinks Solution Indonesia, ICDX Group, PT Central Mega Kencana, PT Sentral Kreasi Kencana, dan PT Laku Emas Indonesia.

    Ketua Umum IBMA Selfie Dewiyanti mengatakan asosiasi tersebut diharapkan menjadi katalis perubahan lanskap industri emas Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang untuk bertransformasi dari negara produsen komoditas emas menjadi pusat perdagangan dan jasa bullion di kawasan regional.

    “Kehadiran IBMA diharapkan menjadi platform utama bagi seluruh pelaku industri untuk membangun pasar bulion Indonesia yang kredibel, kompetitif, dan berstandar internasional. Dengan ekosistem yang semakin kuat, Indonesia tidak hanya akan menjadi negara penghasil emas, tetapi juga berkembang sebagai pusat perdagangan dan jasa bulion di kawasan yang mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap investasi, pendalaman pasar keuangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Selfie.

    Integrasi ekosistem melalui IBMA diharapkan mempercepat hilirisasi komoditas emas sekaligus memperluas instrumen keuangan berbasis emas, seperti tabungan, pembiayaan, perdagangan, dan penitipan emas. Penguatan tersebut juga diarahkan untuk menciptakan deeper market dengan tingkat likuiditas yang lebih tinggi.

    Pengembangan pasar bulion sendiri menjadi bagian dari agenda transformasi ekonomi pemerintah untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029, sejalan dengan agenda hilirisasi dalam visi Asta Cita.

    Untuk mendukung operasional asosiasi, Pegadaian telah menyiapkan kantor sekretariat dan ruang rapat IBMA di lantai dua Pegadaian Tower. Menurut Selfie, lokasi tersebut berada di kawasan yang telah berkembang sebagai salah satu pusat ekosistem emas nasional.

    “Kami meyakini bahwa penempatan sekretariat IBMA di lingkungan Pegadaian Tower merupakan pilihan yang tepat. Kawasan Pegadaian telah berkembang menjadi salah satu pusat ekosistem emas nasional. Di sini telah tersedia berbagai fasilitas yang saling terintegrasi, mulai dari layanan Bullion Pegadaian, Penyimpanan Vault berstandar internasional, ATM Emas, Galeri 24, G-Lab, pusat lelang emas, hingga berbagai kegiatan bazar emas yang secara rutin diselenggarakan. Masyarakat pun telah mengenal kawasan ini sebagai destinasi untuk berinvestasi emas, memperoleh pembiayaan berbasis emas, maupun menikmati berbagai layanan lainnya yang mendukung perkembangan industri bulion Indonesia,” tambah Selfie.

    Ke depan, IBMA bersama seluruh anggotanya berkomitmen memperkuat pengembangan produk bullion, sinergi dengan sektor keuangan syariah, kemudahan berusaha, serta literasi masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas basis investor dan meningkatkan pemanfaatan emas sebagai bagian dari sistem keuangan nasional.

    Pembentukan IBMA sekaligus menandai upaya bersama para pemangku kepentingan untuk membangun rantai nilai emas nasional yang lebih terintegrasi, transparan, dan berdaya saing global. Dengan ekosistem yang semakin kuat, potensi emas Indonesia diharapkan tidak hanya bernilai sebagai komoditas, tetapi juga menjadi salah satu penggerak hilirisasi, pendalaman pasar keuangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Latest in Finance

See More