Mesti Pendapatan Stabil, Laba Bank Mega Menyusut 6,24% di Semester I

- Bank Mega mencatat laba bersih Rp1,27 triliun pada semester I/2026, turun 6,24 persen secara tahunan, meski pendapatan bunga naik tipis dan pendapatan komisi-provisi meningkat 4,9 persen.
- Penyaluran kredit tumbuh 8,9 persen menjadi Rp73,4 triliun, didukung DPK yang naik 6,5 persen menjadi Rp91,9 triliun; giro dan deposito meningkat, sedangkan tabungan turun 19,1 persen.
- Total aset naik 11,7 persen menjadi Rp144,89 triliun, sementara rasio modal turun ke 25,03 persen; kualitas kredit membaik dengan NPL gross 1,56 persen dan NPL net 0,95 persen.
Jakarta, FORTUNE - PT Bank Mega Tbk (MEGA) membukukan laba bersih senilai Rp1,27 triliun pada sepanjang semester I 2026. Angka tersebut turun 6,24 persen dari Rp1,36 triliun yang dicapai pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, bank milik konglomerat Chairul Tanjung ini membukukan pendapatan yang relatif stabil.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan bersih naik tipis 0,16 persen secara tahunan menjadi Rp2,56 triliun. Hal tersebut ditopang oleh pendapatan komisi dan provisi yang tercatat tumbuh 4,9 persen secara tahunan menjadi Rp867,90 miliar dari Rp827,36 miliar pada semester I 2025. Sementara itu, pendapatan bunga menyusut 9,94 persen (YoY) menjadi Rp4,67 triliun, diikuti penurunan beban bunga menjadi Rp2,11 triliun.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Bank Mega mencapai Rp73,4 triliun, tumbuh 8,9 persen secara tahunan dari Rp67,39 triliun. Total aset juga meningkat 11,7 persen menjadi Rp144,89 triliun.
Pertumbuhan kredit tersebut ditopang oleh dana pihak ketiga (DPK). Perseroan mencatat kenaikan DPK 6,5 persen secara tahunan menjadi Rp91,9 triliun terutama berasal dari giro dan deposito yang masing-masing tumbuh 21,8 persen dan 12,1 persen menjadi Rp10,7 triliun dan Rp66,5 triliun.
Sementara itu, simpanan tabungan turun 19,1 persen secara tahunan menjadi Rp14,65 triliun dari Rp18,12 triliun pada semester I 2025.
Adapun, total liabilitas bank mega mencapai Rp122,5 triliun, menyusut dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp115,7 triliiun. Sementara itu total ekuitas perseroan tercatat Rp22,36 triliun, hingga Juni 2026, turun 10,8 persen secara tahunan.
Dari sisi permodalan, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) Bank Mega turun menjadi 25,03 persen pada semester I/2026 dari 26,30 persen setahun sebelumnya. Adapun, kualitas kredit membaik, tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) gross yang turun menjadi 1,56 persen dari 1,69 persen. NPL net juga membaik menjadi 0,95 persen dari sebelumnya 1,17 persen.


















