Prudential Bayarkan Klaim Rp4,4 triliun hingga Kuartal I-2026

Prudential Indonesia membayar klaim dan manfaat Rp4,4 triliun kepada 161.194 penerima sepanjang kuartal I-2026, sementara Prudential Syariah menyalurkan Rp529 miliar kepada lebih dari 21.000 penerima.
Pembayaran klaim berlangsung saat proyeksi inflasi biaya kesehatan Indonesia mencapai 14,5 persen pada 2026; pendapatan premi neto Prudential Indonesia tumbuh 14,68 persen (YoY) menjadi Rp5,31 triliun.
Prudential menjalankan strategi regional “Janji, jadi nyata” di delapan pasar Asia; Prudential Syariah meraih peringkat pertama preferensi merek dan rekomendasi peserta menurut survei YouGov.
Jakarta, FORTUNE – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) membayarkan klaim dan manfaat senilai Rp4,4 triliun kepada 161.194 penerima manfaat sepanjang kuartal I-2026. Pada periode sama, entitas terpisah Prudential Syariah menyalurkan klaim Rp529 miliar kepada lebih dari 21.000 penerima manfaat.
Realisasi pembayaran klaim ini berlangsung di tengah tekanan tren inflasi medis nasional. Proyeksi inflasi biaya kesehatan di Indonesia diperkirakan menembus 14,5 persen pada 2026.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Prudential Indonesia membukukan pendapatan premi neto senilai Rp5,31 triliun dalam tiga bulan pertama 2026. Capaian ini tumbuh 14,68 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Kenaikan tersebut mencerminkan kinerja operasional perseroan yang tetap terjaga di tengah dinamisnya tantangan ekonomi domestik maupun global.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, menyatakan penyaluran klaim ini sejalan dengan komitmen Prudential Group (Prudential plc). Perseroan menerapkan prinsip “Janji, jadi nyata” yang menjadi strategi regional Prudential di kawasan Asia.
“Kami ingin menunjukkan bahwa di balik setiap keputusan untuk memiliki perlindungan, ada janji kepada diri sendiri dan orang-orang yang kita cintai. Bagi Prudential, janji tersebut diwujudkan dengan terus memahami kebutuhan nasabah, menghadirkan solusi perlindungan yang relevan, serta memberikan layanan dan pengalaman yang dapat memberikan rasa aman dan percaya diri ketika dibutuhkan,” ujar Karin melalui keterangan resmi yang dikutip Selasa (18/8).
Prinsip operasional ini diterapkan di delapan pasar utama Asia, mencakup Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand, Hong Kong, dan Taiwan. Karin menegaskan bahwa bagi Prudential Indonesia dan Prudential Syariah, setiap polis memiliki makna mendasar yang melampaui sekadar produk perlindungan.
Pada lini syariah, Prudential Syariah mengukuhkan posisi pasarnya di industri asuransi jiwa berbasis syariah di Indonesia.
Berdasarkan survei independen YouGov, Prudential Syariah menempati peringkat pertama dalam Brand Preference serta rekomendasi peserta (relationship Net Promoter Score/rNPS).




















