Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Bidik Pasar Kesehatan Wanita, Prudential Rilis Asuransi Kanker Payudara

Bidik Pasar Kesehatan Wanita, Prudential Rilis Asuransi Kanker Payudara
Vice President Director Prudential Indonesia, Vikas Sinha,
Intinya Sih
  • Prudential Indonesia meluncurkan PRULady, produk asuransi khusus perempuan yang fokus pada perlindungan kanker payudara sebagai bagian strategi memperluas pasar dan memperkuat kinerja bisnis.
  • Produk ini menawarkan perlindungan menyeluruh dari deteksi dini hingga pengobatan, dengan manfaat uang pertanggungan hingga 140 persen serta potongan premi bagi nasabah tanpa diagnosis kanker.
  • Peluncuran PRULady didorong oleh tingginya kasus kanker payudara di Indonesia dan hasil survei yang menunjukkan banyak pasien menunda perawatan sehingga terdeteksi di stadium lanjut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan produk asuransi baru khusus perempuan dengan fokus perlindungan kanker payudara bertajuk PRULady. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat kinerja bisnis.

Hingga April 2025, Prudential Indonesia mencatat pendapatan premi sebesar Rp7,2 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,4 triliun. Sementara itu, klaim dan manfaat yang dibayarkan mencapai Rp2,5 triliun, naik dari Rp2,25 triliun pada April tahun lalu.

Chief Customer and Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen mengatakan kehadiran produk baru bukan hanya strategi perusahaan untuk memperluas pasar, tetapi juga didorong oleh tingginya kasus kanker payudara di Indonesia.

Berdasarkan data GLOBOCAN 2022, kanker payudara menjadi jenis kanker dengan kasus baru tertinggi pada perempuan di Indonesia, mencapai sekitar 66 ribu kasus atau lebih dari 30 persen dari total kasus kanker pada perempuan.

Berdasarkan survei "Studi Prudential - Suara Pasien Indonesia" yang dilakukan bersama Economist Impact, 9 dari 10 responden mengaku pernah menunda perawatan, sementara hampir separuh responden menyatakan penundaan dilakukan berulang kali. Hal ini menyebabkan banyak pasien kanker baru terdeteksi di stadium lanjut.

"Kami memikirkan tren ke depannya, bukan hanya melihat masa lalu atau meniru produk yang sudah ada di pasar. Kami buat gebrakan yang berbeda. Kita cari segmen pasar yang baru. Dalam hal ini yang kita pilih adalah segmen wanita," kata Karin di Jakarta, Kamis (21/5).

Prudential tidak menetapkan target penjualan ataupun premi yang diperoleh. Namun, perusahaan akan mengoptimalkan jaringan agen untuk memasarkan produk tersebut, terutama kepada nasabah perempuan.

Karin menyebut, jumlah pemegang polis Prudential di Indonesia saat ini mendekati satu juta nasabah. Dari total tersebut, komposisi nasabah perempuan dan laki-laki disebut relatif seimbang atau sekitar 50:50.

"Kami harapkan semua nasabah wanita maupun seluruh yang belum jadi nasabah juga bisa melihat alternatif produk ini. Karena tadi insiden untuk kanker payudara itu tertinggi untuk wanita ya," ujarnya.

Vice President Director Prudential Indonesia, Vikas Sinha, mengatakan PRULady itu dirancang untuk memberikan perlindungan menyeluruh mulai dari deteksi dini hingga pengobatan kanker payudara.

"PRULady merupakan inovasi yang lahir dari kebutuhan dan kekhawatiran masyarakat khususnya para perempuan di Indonesia terhadap kondisi kesehatannya," ujarnya.

Menurut dia, produk tersebut juga mencakup aspek promotif dan preventif guna mendorong perempuan lebih aktif melakukan pemeriksaan kesehatan. PRULady menawarkan perlindungan dengan uang pertanggungan hingga 140 persen. Produk ini memberikan manfaat kondisi kritis tahap awal sebesar 25 persen sejak nasabah menjalani pemeriksaan dan terdiagnosis.

Selain itu, nasabah juga dapat memperoleh kembali 100 persen uang pertanggungan apabila terdiagnosis kondisi kritis tahap akhir. Prudential juga menyediakan manfaat PRULady Save berupa potongan premi sebesar 5 persen bagi nasabah yang tidak terdiagnosis kanker payudara dalam pemeriksaan tahunan.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More