Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

BTN Bidik Peyaluran KPR Rp200 Miliar Dari Danantara Housing Expo

BTN Bidik Peyaluran KPR Rp200 Miliar Dari Danantara Housing Expo
KPR BTN
  • BTN membidik penyaluran KPR sebesar Rp200 triliun melalui Danantara Housing Expo 2026.
  • DHX 2026 menawarkan skema KPR dengan uang muka mulai 1 persen, bunga mulai 2,75 persen, dan tenor hingga 30 tahun.
  • Pengunjung dapat melihat pilihan hunian, berkonsultasi dengan pengembang, melakukan simulasi pembiayaan, dan memesan unit sesuai ketentuan proyek.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah kamu tertarik mencari KPR di DHX 2026?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membidik penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar Rp200 triliun melalui Danantara Housing Expo (DHX) 2026.

Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar mengatakan gelaran tersebut menjadi kesempatan perseroan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau, serta mendorong target pertumbuhan kredit.

"Kolaborasi BTN dengan pemerintah, Danantara Indonesia, dan para pengembang akan terus kami perkuat agar penyaluran KPR subsidi semakin merata dan tepat sasaran," ujar Hirwandi, dikutip Jumat (28/8).

Dalam gelaran tersebut, BTN menawarkan sejumlah skema pembiayaan KPR, meliputi uang muka mulai 1 persen, suku bunga mulai 2,75 persen, serta tenor hingga 30 tahun. Perseroan juga menyediakan skema angsuran bertahap atau step-up sesuai ketentuan yang berlaku.

Perusahaan juga menawarkan pembebasan biaya provisi dan administrasi sesuai program DHX, hingga pemberian cashback biaya proses KPR bersubsidi sebesar Rp1 juta untuk 50 debitur pertama.

Menurut dia, akses terhadap pembiayaan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan masyarakat memiliki rumah. DHX 2026 mempertemukan perbankan, pengembang, dan pelaku industri pendukung perumahan dengan lebih dari 200.000 unit hunian. Pilihan hunian tersebut menyasar berbagai segmen masyarakat, mulai MBR hingga segmen affluent.

Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai lokasi, spesifikasi, harga, hingga status proyek. Pengunjung juga bisa berkonsultasi langsung dengan pengembang terkait unit yang diminati, tahapan pembangunan, dan aspek legalitas proyek. Calon pembeli juga dapat melakukan simulasi pembiayaan dan pemesanan unit sesuai ketentuan masing-masing proyek.

Menurutnya, sektor perumahan memiliki dampak ekonomi yang luas. Berdasarkan kajian Housing Finance Center BTN, KPR disebut dapat mendorong tambahan output ekonomi nasional hingga Rp3.049 triliun. Setiap tambahan investasi Rp1 triliun di sektor perumahan diperkirakan mampu menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja.

"Perumahan itu memiliki efek berganda. Ketika pembangunan rumah bergerak, banyak sektor lain ikut bergerak. Karena itu, pembiayaan perumahan juga menjadi bagian penting dalam mendorong perekonomian," ujarnya.

BTN saat ini menguasai lebih dari 38 persen pangsa pasar KPR secara nasional di seluruh segmen. Secara mengerucut, BTN menguasai 70 persen pangsa pasar segmen KPR subsidi. Hingga Juli 2026, penyaluran KPR subsidi BTN Group tercatat sebanyak 93.378 unit dengan nilai plafon Rp15,46 triliun.

    Share Article
    Editorial Team
    Ekarina .
    EditorEkarina .

    Latest in Finance

    See More