Disokong KPR Subsidi, Laba BTN Naik 22,6 Persen Menjadi Rp1,1 Triliun

Laba bersih BTN pada kuartal I-2026 naik 22,6 persen menjadi Rp1,1 triliun, didorong oleh penyaluran KPR.
Total kredit BTN mencapai Rp400,63 triliun dengan pertumbuhan 10,3 persen (YoY); KPR Subsidi naik 7,7 persen; dan KPR Non-Subsidi tumbuh 5,4 persen.
Dana Pihak Ketiga meningkat 9,9 persen menjadi Rp422,63 triliun dengan rasio CASA 50,2 persen.
Jakarta, FORTUNE – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) pada kuartal I-2026 mengantongi laba bersih Rp1,1 triliun atau melesat 22,6 persen dalam setahun (YoY) bila dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp904 miliar.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakan capaian laba tersebut ditopang oleh penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR), khususnya segmen subsidi. Apalagi, sektor perumahan memiliki multiplier effect besar, tidak hanya bagi penghuni rumah tapi juga bagi perekonomian nasional.Â
Nixon mengatakan perumahan merupakan sektor padat modal yang membutuhkan tenaga kerja lokal baik dari pengembang hingga tukang. Kemudian, untuk membangun rumah, 90 persen bahan bakunya berasal dari produk lokal. Selain itu, dari setiap rumah yang terjual, ada pendapatan negara berupa pajak.Â
“Dari sektor perumahan nasional bisa membuka peluang pekerjaan terhadap 12,5 juta orang di seluruh sektor terkait dan setiap tambahan capital injection sebesar Rp1 triliun di industri ini akan menambah keterlibatan tenaga kerja sebanyak 8.000 orang,” kata Nixon dalam acara konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/4).
Per kuartal I-2026, total penyaluran kredit BTN mencapai Rp400,63 triliun atau naik 10,3 persen (YoY). Dari total penyaluran kredit tersebut, segmen KPR Subsidi mencapai Rp193,55 triliun atau naik 7,7 persen (YoY). Kemudian, untuk segmen KPR Non-Subsidi, posisi kredit telah mencapai Rp112,56 triliun atau naik 5,4 persen (YoY).Â
Sejalan dengan pertumbuhan kredit, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) BTN tumbuh positif 9,9 persen (YoY) menjadi Rp422,63 triliun. Dari nilai tersebut, current account and savings account (CASA) BTN menunjukkan peningkatan 7.9 persen menjadi Rp212,11 triliun atau menempati porsi 50,2 persen dari total DPK.Â
Kondisi ini, membuat cost of fund (CoF) BTN ikut membaik ke level 3,0 persen per kuartal I-2026.
Kinerja kredit dan DPK ini juga ikut menopang peningkatan aset BTN sebesar 10,5 persen (YoY) menjadi Rp517,54 triliun hingga kuartal I-2026.

















