Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Hartadinata (HRTA) Perpanjang Kredit dari Bank Mandiri, Limit Rp2,1 T

Hartadinata (HRTA) Perpanjang Kredit dari Bank Mandiri, Limit Rp2,1 T
Produk EMASKU dari PT Hartadinata Abadi Tbk/Dok. Fortune IDN/Desy Y.
Intinya Sih
  • PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memperpanjang fasilitas kredit modal kerja dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan plafon sebesar Rp2,175 triliun untuk mendukung kebutuhan modal kerja perseroan.

  • Fasilitas kredit tersebut bersifat committed, revolving, dan advised, dengan jangka waktu berlaku selama setahun alias mulai 24 Juli 2026 hingga 23 Juli 2027.

  • Dalam fasilitas kredit ini, kedua pihak tidak memiliki hubungan afiliasi maupun benturan kepentingan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memperpanjang fasilitas kredit modal kerja dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan plafon sebesar Rp2,175 triliun. Pinjaman ini digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja perseroan.

Sekretaris Perusahaan Hartadinata Abadi, Deny Ong mengatakan, fasilitas kredit tersebut bersifat committed, revolving, dan advised, dengan jangka waktu berlaku selama setahun alias mulai 24 Juli 2026 hingga 23 Juli 2027.

Selain memperpanjang masa berlaku fasilitas kredit, kedua belah pihak menyepakati perubahan ketentuan agunan berupa penurunan nilai agunan.

"Pada 21 Juli 2026, perseroan selaku debitur dan BMRI selaku kreditur telah menandatangani perjanjian kredit dan sepakat untuk memperpanjang jangka waktu fasilitas kredit modal kerja," tulisnya dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (24/7).

Pada fasilitas kredit ini, kedua pihak tidak memiliki hubungan afiliasi maupun benturan kepentingan. Adapun aksi ini termasuk dalam transaksi material karena nilai transaksi lebih dari 20 persen dari ekuitas. Meski demikian, Deny Ong menyatakan transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif terhadap kondisi keuangan, operasional, maupun kelangsungan usaha.

Hingga akhir kuartal I 2026, HRTA mencatat peningkatan volume penjualan emas murni sebesar mengalami peningkatan 75,18 persen yoy menjadi 7,83 ton, sejalan dengan peningkatan harga jual rata-rata (ASP) atau average selling price (ASP) sebesar 71,01 persen yoy menjadi Rp 2.567.213 per gram.

Peningkatan volume penjualan mendorong kinerja pendapatan HRTA yang melesat hingga 196,96 persen (yoy) menjadi Rp20,16 triliun, dengan total pangsa pasar domestik sebesar 29,14 persen. Di sisi lain, HRTA membukukan laba bersih sebesar Rp433 miliar, tumbuh 188,67 persen dari laba bersih di kuartal I-2025 yang sebesar Rp150 miliar.

Dari segi segmen bisnis, penjualan HRTA masih didominasi oleh segmen grosir dengan kontribusi sebesar 90,60 persen terhadap total pendapatan, sementara sisanya berasal dari ritel sebesar 9,13 persen dan gadai sebesar 0,26 persen.

Share Article
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Latest in Finance

See More