Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Cair 2 Oktober 2026

Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Cair 2 Oktober 2026
Gedung Bank Mandiri (dok. Bank Mandiri)
  • Bank Mandiri membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp66 per saham atau Rp6,16 triliun, setelah disetujui Dewan Komisaris pada 3 September 2026.
  • Total dividen Bank Mandiri sepanjang 2026 mencapai sekitar Rp50,63 triliun, termasuk Rp44,47 triliun dividen tahun buku 2025.
  • Kredit, DPK, aset, dan laba bersih hingga Agustus 2026 tumbuh; cum dividen reguler 15 September, recording date 17 September, pembayaran 2 Oktober 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bakal membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp66 per saham atau dengan total nilai Rp6,16 triliun pada 2 Oktober 2026. Aksi korporasi ini membawa total pembagian dividen perseroan sepanjang tahun kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun, ditopang oleh pertumbuhan kinerja keuangan yang solid hingga Agustus 2026.

Keputusan pembagian dividen interim tersebut telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris atas keputusan Direksi Bank Mandiri pada 3 September 2026 dan dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 September 2026. Akumulasi total dividen sepanjang 2026 tersebut terdiri atas dividen tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun dan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun.

Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, cum dividend di Pasar Reguler dan Negosiasi berlangsung pada 15 September 2026, diikuti ex dividend pada 16 September 2026.

Sementara itu, cum dividend dan ex dividend di Pasar Tunai masing-masing jatuh pada 17 September 2026 dan 18 September 2026. Dividen akan dibayarkan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal pencatatan (recording date) 17 September 2026.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menjelaskan kebijakan ini merupakan wujud apresiasi kepada para pemegang saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis perseroan ke depan.

“Keputusan ini kami lakukan secara terukur dengan memastikan fundamental, kecukupan modal, likuiditas, dan rasio keuangan tetap terjaga serta ruang pertumbuhan bisnis tetap memadai,” ujar Novita dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (8/9).

Pembagian dividen didorong oleh kinerja intermediasi perseroan yang tetap kuat. Secara bank only, Bank Mandiri membukukan pertumbuhan laba bersih 22,3 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp37,5 triliun hingga Agustus 2026. Pencapaian tersebut ditopang oleh penyaluran kredit yang tumbuh 17,6 persen (YoY) mencapai Rp1.592 triliun.

Pertumbuhan kredit tersebut sejalan dengan perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat 17,6 persen (YoY) menjadi Rp1.687 triliun. Pada periode sama, total aset perseroan mencapai Rp2.358 triliun atau tumbuh 20,7 persen (YoY).

Novita menegaskan, pembagian dividen interim merupakan bagian dari pengelolaan permodalan yang dilakukan secara prudensial dengan mempertimbangkan kebutuhan ekspansi bisnis serta kepentingan pemegang saham. Pembagian dividen ini dipastikan tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

“Dengan permodalan dan likuiditas yang terjaga, Bank Mandiri memiliki kapasitas memadai untuk membagikan dividen sekaligus melanjutkan ekspansi kredit ke sektor-sektor produktif,” kata Novita.

    Share Article
    Editorial Team

    Latest in Finance

    See More